Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JE-Unisla

Implementation Smart Automatic Transfer Switch Multi-Input Multi-Output (MIMO) On DC House Wildan Surya Wijaya; Sagita Rochman; Adi Winarno; Mohamad Ilham; Aditya Ilham
Jurnal JE-UNISLA : Electronic Control, Telecomunication, Computer Information and Power System Vol 10 No 1 (2025): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/je-unisla.v10i1.1384

Abstract

In the development of technology, the specialization in New and Renewable Energy (NRE) is increasing, this is supported by the infrastructure of using NRE as a need for transportation of electric cars, electric bicycles, electric vehicle charging stations, home electricity needs, and the fulfillment of industrial needs. The electrical basis of the system is DC electricity where it is more efficient because there is no need to convert to AC electricity. In this study, it supports the transition and full use of DC electrical energy with an ATS system with various sources and equipped with a variable output of DC voltage used. The test results showed that the solar panels performed optimally at a voltage of 13.4 V and a current of 0.8 A, while the wind turbine had a fluctuating performance with a voltage between 7.2 V to 14.2 V and a current of 0.21 A to 0.5 A. Picohydro had a stable voltage in the range of 11.4 V to 13.2 V, but the current was low due to limited water flow. PSUs, as a backup power source, show stable performance with voltages between 14.3 V to 14.5 V and currents of 1.05 A to 1.3 A. MIMO ATS (Automatic Transfer Switch) systems are proven to be able to prioritize resource priorities to maintain power stability.
Prototipe Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis Dengan Monitoring Suhu Dan Kelembapan Pada Tanah Menggunakan ESP 32 Berbasis IOT Muhammad Syukur Alhamda; Mohamad Ilham; Sagita Rochman
Jurnal JE-UNISLA : Electronic Control, Telecomunication, Computer Information and Power System Vol 11 No 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/je-unisla.v11i1.1570

Abstract

Penyiraman tanaman merupakan faktor penting dalam menjaga pertumbuhan dan kesehatan tanaman, penyiraman tanaman yang dilakukan secara manual sering menimbulkan pemborosan air dan menguras tenaga, terutama ketika kondisi tanah yang sebenarnya masih lembab. Penelitian ini bertujuan merancang prototipe sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32. Sistem dilengkapi sensor kelembapan tanah, sensor suhu dan kelembapan udara (DHT11), sensor suhu tanah (DS18B20), serta sensor ultrasonik HC-SR04 untuk memantau ketinggian air tangki. Data ditampilkan melalui LCD dan aplikasi Blynk, dengan notifikasi otomatis dikirimkan lewat Telegram. Metode penelitian meliputi perancangan perangkat keras, pemrograman dengan Arduino IDE, integrasi IoT, serta pengujian sensor. Hasil menunjukkan pompa aktif saat kelembapan tanah <40% RH dan berhenti saat >75% RH, sedangkan sensor ultrasonik berhasil mengirimkan notifikasi ke telegram saat air kurang dari 15% dan air lebih dari 90%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis ESP32 ini terbukti dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengurangi beban kerja manual petani, serta memberikan informasi kondisi lingkungan secara real-time. Penerapan teknologi IoT pada sistem ini berpotensi mendukung pertanian cerdas dengan cara yang praktis, ekonomis, dan mudah digunakan.
Perancangan Sumber Energi Listrik Type Hybrid Untuk Rumah Sederhana Menggunakan Solar Cell Pada Perumahan Robbi Darmawan; Mohamad Ilham
Jurnal JE-UNISLA : Electronic Control, Telecomunication, Computer Information and Power System Vol 11 No 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/je-unisla.v11i1.1571

Abstract

Energi Surya adalah sumber energi yang tidak akan pernah habis ketersediaannya dan energi ini juga dapat di manfaatkan sebagai energi alternatif yang akan di ubah menjadi energi listrik, dengan menggunakan sel surya. Sel surya atau solar call sejak tahun 1970- an telah mengubah cara pandang kita tentang energi dan memberi jalan baru bagi manusia untuk memperoleh energi listrik tanpa perlu membakar bahan bakar fosil sebagaimana pada minyak bumi, gas alam, batu bara, atau reaksi nuklir. Solar cell menyerap energi cahaya matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik. Proses ini terjadi melalui efek fotovoltaik, di mana cahaya matahari mengenai sel surya dan menyebabkan elektron bergerak, menghasilkan arus listrik. Solar cell umumnya terbuat dari bahan semikonduktor, seperti silikon, yang memiliki kemampuan khusus untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik. Solar cell digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), penerangan jalan, dan catu daya untuk berbagai perangkat elektronik. Metode solar cell adalah metode fotovoltaik, di mana sel surya (terbuat dari bahan semikonduktor seperti silikon) menyerap foton dari cahaya matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik melalui pergerakan elektron dan "hole" (lubang) yang menciptakan arus listrik. Proses ini mengubah energi cahaya langsung menjadi listrik searah (Direct Current atau DC), yang kemudian dapat disimpan dalam baterai atau diubah menjadi listrik bolak-balik (Alternating Current atau AC) oleh inverter untuk digunakan oleh peralatan rumah tangga.