S. W. Indiati
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK POLONG PADA PERTANAMAN KACANG HIJAU S. W. Indiati
Agrin Vol 11, No 2 (2007): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2007.11.2.73

Abstract

Penggerek polong Maruca testulalis (Lepidoptera: Pyralidae) merupakan hama utama kacang hijau didaerah Banjarnegara. Pada MK 2006 di lahan tegal dan sawah dilakukan penelitian yang bertujuan untukmengkaji penggunaan insektisida sintetik, ekstrak biji mimba dan Bt komersial untuk menekan tingkatserangan hama polong M. testulalis pada tanaman kacang hijau. Di lahan tegal, penelitian dilaksanakan diDesa Parakan, Kecamatan Purwanegara, sedang di lahan sawah dilakukan di Desa Joho, Kecamatan Bawang,Banjarnegara. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok 7 perlakuan dan masing-masingdiulang empat kali. Kacang hijau varietas Sriti ditanam pada petak seluas 5 m x 8 m dengan jarak tanam 40cm x 15 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insektisida lamda sihalotrin – 2 ml/l yang diaplikasikanseminggu sekali berawal pada saat pembungaan paling efektif menekan serangan hama penggerek polong,dan mencegah kehilangan hasil biji kacang hijau hingga 59%. Penggunaan Bt komersial (Turicide) 2 mg/l,dan Azadiractin (ekstrak dari biji mimba) 4 ml/l dapat dianjurkan walaupun efektifitasnya sedikit lebihrendah, namun tidak berbeda nyata dengan lamda sihalotrin tapi berbeda nyata dengan kontrol.Kata kunci : Pengendalian, Maruca testulalis, kacang hijau. ABSTRACTThe pod borer, Maruca testulalis (Lepidoptera: Pyralidae) was the main pest that always attackedmungbean plant in Banjarnegara. In the 2006 dry season, field trials were conducted to study the use ofsynthetic insecticide, the seed neem extract, and commercial Bt to suppress the level of the M. testulalisintensity on mungbean. The research was carried out in two locations, respectively in Parakan Village,Purwanegara Sub district for up land, and in Joho Village, Bawang Sub district for wet land. The researchwas designed in randomize block, seven treatments and four replications. Mungbean Sriti variety was plantedin 5 m x 8 m plot size, with plant spacing 40 cm x 15 cm. The damage of pod borer was sample randomlyfrom five plants. The result indicated that the use of synthetic insecticide lamda sihalotren – 2 cc/l weeklystarted at flowering stage was the most effective suppressed pod borer damage, and reduced yield loss up to59%. The use of commercial Bt (Turicide HP), and Azadiractin (neem seed extract solution) could berecomended because of safety in the enviroment although their effectiveness lower than lamda sihalotrenKeyword: Control technique, Maruca testulalis, mungbean.