Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FUNGSI DAN MAKNA AKSARA SIMBOL PADA TEKS KAJANG DALAM RITUAL NGABEN DI BALI Suweta, I Made
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 6, No 3 (2011): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.2 KB) | DOI: 10.18860/ling.v6i3.1466

Abstract

The implementation of Hindu teachings in Bali poses a blend of the universal Hindu faith concept (Pancha Sraddha) and the indigenous wisdom. One of the indigenous elements is the use of kajang or drawing of sacred scripts on small piece of cloth used as a cover of corpse in the cremation ceremony. There are two urgent problems at issue here: (1) In what manifestation can God be glorified through kajang scripts? and (2) Why is God worshiped in the kajang scripts? The data collection in this paper is carried out by observing the data contained on the kajang scripts based on bibliographical studies and seeing in person the use of kajang in the cremation ceremony, and then analyzed them in a qualitative descriptive method. Results of the analysis undertaken are (1) Manifestation of God worshiped in the form of kajang scripts is the Supreme God, Ruler of Rwa Bhineda (basic dualism), Trinity, Shiva, the Ancestors, Devata Nawa Sanga and (2) The worship with the meaning of invocation to God consist of: invocation to attain moksha and sanctity as well as to get protection of the Gods and forgiveness.Keywords: Teks, Ngaben, Aksara, Simbol, Doa
Sinergi Teknologi dalam Kurikulum Pembelajaran yang Positif (Studi pada Sekolah Harapan Mulia Bali) Suweta, I Made
Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/metta.v3i4.3074

Abstract

Education is one of the key aspects of nation-building. In the 21st century information technology era, the integration of technology into the educational curriculum has become an increasingly important issue. This article examines the synergy of technology integration in the Merdeka Curriculum at Harapan Mulia School in Bali as an effort to improve the quality of education in Indonesia. This research aims to analyze the process and implementation of technology integration in the educational curriculum at Harapan Mulia School in Bali. This research uses a qualitative descriptive method. The results of the research show that the synergy of technology integration in the Merdeka Curriculum at Harapan Mulia School in Bali has great potential to enhance the quality of education. Technology integration opens up opportunities for more creative and effective learning strategies. The synergy of technology integration in the Merdeka Curriculum at Harapan Mulia School in Bali has significant potential to improve the quality of education in Indonesia. Technology integration provides opportunities for more creative and effective learning strategies. Support from the government, school supervisors, and teacher training is key to the successful implementation of technology in the curriculum. Hopefully, this will be a significant breakthrough in enhancing the quality of.
Model Pembelajaran Ekspository sebagai Upaya untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Kepariwisataan Suweta, I Made
Journal of Education Action Reseach Vol 4 No 4 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v4i4.28644

Abstract

 Penelitian ini dilaksanakan untuk menerapkan model pembelajaran berupa penggunaan Model Ekspository dalam upaya meningkatkan prestasi belajar kepariwisataan siswa kelas. Kelas yang anggotanya berjumlah 37 orang dipilih menjadi subjek penelitian berdasarkan hsil tes awal dengan rata-rata 64,53 menunjukkan angka dibawah KKm yang ditetapkan sekolah yitu 75. Objek dari penelitian ini adalah prestasi belajar siswa yang masih menjadi kendala utama dalam pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan jadual mulai bulan Juli sampai dengan Oktober 2019. Data yang diperlukan digali dengan menggunakan tes prestasi belajar berupa tes pilihan ganda. Analisa data yang diperoleh meliputi analisa rata-rata prestasi belajar dan ketuntasan belajar klasikal. Hasil yang diperoleh salam penelitian ini adalah model pembelajaran Ekspository dapat meningkatkan prestasi belajar kepariwisataan siswa. Ini terbukti dari nilai rata-rata awal 64,53 meningkat menjadi 71,03 pada siklus 1 dan pada siklus 2 menjadi 78,16. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah model pembelajaran Ekspository dapat meningkatkan prestasi belajar kepariwisataan siswa Kelas X. Walaupun penelitian ini sudah dapat membuktikan efek utama dari model pembelajaran ekspository, sudah pasti dalam penelitian ini masih ada hal-hal yang belum sempurna dilakukan, oleh karenanya kepada peneliti lain yang berminat meneliti topik yang sama untuk meneliti bagian-bagian yang tidak sempat diteliti.
Nilai-Nilai Pendidikan Pada Pelaksanaan Upacara Nawur Penempuh di Pemulungan Agung Ketut, Artawan Putu; Suweta, I Made; Sanjaya, Putu
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v12i2.19283

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai-nilai Pendidikan pada upacara nawur Penempuh. Penelitian ini memilih lokasi desa Adat Selat Pandan Banten, Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teori relegi, teori nilai dan teori strutural fungsional. Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian dalam mendapatkan data adalah observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi serta dianalisis dengan dengan teknik tri angulasi data, sehingga diperoleh data yang sahih, valid dan sitematis. Hasil hanalisis dari penelitian ini dapat diperoleh gambaran sebagai berikut : (1)Tujuan pemertahanan pelaksanaan teradisi upacara Nawur Penempuh meliputi : Pemertahanan teologi Hindu, pemertahanan kebersamaaan, pemertahanan dalam simbol nawur Penempuh dan pelestarian warisan budaya leluhur,(2) Nilai-nilai Pendidikan Hindu pada Teradisi Upacara Nawur Penempuh meliputi nilai pendidikan sraddha, nilai pendidikan etika susila,nilai pendidikan estetika, nilai pendidikan Religius, dan nilai Pendidikan kasih sayang.(3) Implikasi upacara nawur penempuh terhadap sikap religiusitas warga desa selat meliputi : Adanya peran Upacara Nawur Penempuh dalam meningkatkan sikap religiusitas pada masyarakat, Adanya implikasi upacara nawur Penempuh terhadap kehidupan keagamaan masyarakat, dan Adanya peran tokoh adat dan agama dalam pelestarian teradisi upacara Nawur Penempuh kepada generasi muda yang dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).