Nurhayati Nurhayati
IAIN Manado

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Empat Aspek Pembelajaran dalam Perkembangan Bakat dan Intelektual Peserta Didik Nurhayati Nurhayati
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v5i2.572

Abstract

Belajar merupakan proses internal yang kompleks, melibatkan ranah-ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, begitu juga dengan perkembangan sosial anak.  Keempat aspek pembelajaran ini sangat mempengaruhi pada bakat dan intelektual peserta didik, formula yang tepat akan menghasilkan peserta didik yang tidak hanya memiliki bakat dan intelektual yang mumpuni tetapi juga menghasilkan kepekaan sosial yang tinggi.Kata Kunci: Belajar, 4 Aspek Pembelajaran, Bakat dan Intelektual, Peserta didik 
Budaya Belajar Mandiri dan Pendidikan Agama Islam di tingkat Sekolah Menengah Pertama Nurhayati Nurhayati
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.559 KB) | DOI: 10.30984/jii.v5i1.564

Abstract

The present paper investigates whether autonomous learning can improve their Islamic knowledge. The favorable characteristics of autonomous learning are used as the basis for (1) arguing against the assumption that Indonesian learners are dependent on their teachers and (2) arguing for its adoptions in improving student. The paper also discusses how to incorporate autonomous learning in competency based curriculum.Key Words: Autonous learning, competency based curriculum
Implementasi Model dan Metode Mengajar dalam Pendidikan Islam Nurhayati Nurhayati
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.146 KB) | DOI: 10.30984/jii.v6i1.618

Abstract

Model dan metode pengajaran memilki arti penting, karena dengannya menjadi wahana keberhasilan tujuan pendidikan. Penerapan model dan metode mengajar yang tidak tepat, berakibat pada kegagalan pendidikan. Model dan metode pengajaran initelah lama dipraktekkan Rasulullah SAW, ketika beliau berda di Makkah dan Madinah, model dan metode pengajaran inilah yang kemudian menjadi cikal bakal munculnya model dan metode pengajaran masa kini. Karena itulah, uraian tentang model dan metode mengajar sangat menarik untuk dikaji secara cermat dan mendalam.Kata kunci: model, metode, pendidikan Islam
Tantangan dan Peluang Guru Pendidikan Agama Islam di Era Globalisasi Nurhayati Nurhayati
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.554 KB) | DOI: 10.30984/jii.v7i1.605

Abstract

Guru sebagai salah satu komponen dalam pendidikan, termasuk dalam pendidikan agama islam, merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan bagi tujuan pendidikan agama islam yang relevan dan berorientasi pada peluang dan tantangan di era globalisasi. Karena itu dibutuhkan suatu pototipe atau model seorang guru agama yang sesuai dengan kondisi globalisasi tersebut.Pendidikan agama islam disekolah merupakan usaha sadar, melalui bimbingan, pengajaran dan atau pelatihan guna mempersiapkan anak didik dalam rangka menyongsong masa depannya dengan menjadikan agama islam sebagai pegangan dan pedoman hidupnya.Dalam proses belajar mengajar guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu pengetahuan, akan tetapi juga bertanggung jawab terhadap perkembangan kepribadian peserta didik. Guru harus menciptakan proses belajar sedemikian rupa, sehingga dapat merangsang peserta didik untk belajar efektif dan dinamis dalam memenuhi dan mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan kemajuan yang dicapai dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi akan semakin memicu perubahan yang terjadi diberbagai bidang kehidupan manusia yang sekaligus berdampak pada pergeseran nilai-nilai budaya dan agama dalam kehidupan umat manusia. Hal inilah yang menjadi tantangan-tantangan yang harus diantisipasi sedini mungkin agar tantangan-tantangan yang ada tidak menjadi ancaman menainkan menjadi suatu peluang yang menjanjikan.Kata kunci: Guru pendidikan agama islam, globalisasiGuru sebagai salah satu komponen dalam pendidikan, termasuk dalam pendidikan agama islam, merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan bagi tujuan pendidikan agama islam yang relevan dan berorientasi pada peluang dan tantangan di era globalisasi. Karena itu dibutuhkan suatu pototipe atau model seorang guru agama yang sesuai dengan kondisi globalisasi tersebut.Pendidikan agama islam disekolah merupakan usaha sadar, melalui bimbingan, pengajaran dan atau pelatihan guna mempersiapkan anak didik dalam rangka menyongsong masa depannya dengan menjadikan agama islam sebagai pegangan dan pedoman hidupnya. Dalam proses belajar mengajar guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu pengetahuan, akan tetapi juga bertanggung jawab terhadap perkembangan kepribadian peserta didik. Guru harus menciptakan proses belajar sedemikian rupa, sehingga dapat merangsang peserta didik untk belajar efektif dan dinamis dalam memenuhi dan mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan kemajuan yang dicapai dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi akan semakin memicu perubahan yang terjadi diberbagai bidang kehidupan manusia yang sekaligus berdampak pada pergeseran nilai-nilai budaya dan agama dalam kehidupan umat manusia. Hal inilah yang menjadi tantangan-tantangan yang harus diantisipasi sedini mungkin agar tantangan-tantangan yang ada tidak menjadi ancaman menainkan menjadi suatu peluang yang menjanjikan.Kata kunci: Guru pendidikan agama islam, globalisasi
Pengembangan Spiritual Quotient bagi Anak dalam Perspektif Pendidikan Islam Nurhayati Nurhayati
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.213 KB) | DOI: 10.30984/jii.v10i1.587

Abstract

Spiritual quotient ini diartikan sebagai “kecerdasan spiritual”. Yang dimaksud kecerdasan adalah prihal pertumbuhan akal dan cara berfikir yang semakin berkembang. Sedangkan spritual berasal dari kata spirit yakni rangsangan yang kuat dari dalam diri. Secara teminologis, ia dapat diartikan sebagai rangsangan keagamaan, dorongan keagamaan, yang dalam perspektif Pendidikan Islam disebutkan sebagai kesadaran fitrah beruapa nilai-nilai keagamaan yang terbawa sejak lahir. Pengertian ini juga, sejalan sebagaimana yang telah disinggung pada bagian pendahuluan bahwa potensi fitrah tersebut, memuat aspek spiritual quotient (kecerdasan spiritual) dalam diri manusia yang terbawa sejak lahirnya.Kata Kunci: Spiritual Quotient, Pendidikan Anak, Pendidikan Islam
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Poyowa Besar Kotamobagu Nurhayati Nurhayati; Sya'ban Mauluddin; Widiawati Mokodongan
Journal of Islamic Education : The Teacher of Civilization Vol 1, No 1 (2020): Volume 1 No, 1 Maret 2020
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Poyowa Besar Kotamobagu dan kendala dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Poyowa Besar Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis untuk menggambarkan data hasil penelitian tentang pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Luar Biasa Negeri Poyowa Besar Kotamobagu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Luar Biasa Negeri Poyowa Besar Kotamobagu menggunakan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, bahasa isyarat, dan metode membaca gerak bibir. Materi yang diberikan adalah materi tentang wudhu, sholat, menghapal surah pendek, dan materi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik berkebutuhan khusus. Untuk media pembelajaran menggunakan buku-buku pelajaran pendidikan agama Islam, spidol, papan tulis, dan alat peraga. Adapun untuk evaluasinya terdiri dari ulangan harian dan ulangan semester dengan bentuk tes tertulis dan praktek. Kendala dalam pelaksanaan pembelajaran ini yaitu sarana dan prasarana yang belum memadai, kurangnya pengetahuan guru akan bahasa isyarat, beragamnya jenis ketunaan yang ada di dalam kelas sehingga membuat guru sulit untuk mengontrol peserta didik, dan kurangnya guru pendidikan agama Islam serta tidak memiliki tenaga ahli berupa psikolog atau skiater untuk mengidentifikasi kategori dari masing- masing anak berkebutuhan khusus.