Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HASRAT EKA KURNIAWAN DALAM NOVEL SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS (KAJIAN PSIKOANALISIS JACQUES LACAN) Dedi Sahara
E- ISSN : 2684-8
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.208 KB) | DOI: 10.33751/jurnal salaka.v1i2.1280

Abstract

ABSTRAKHasrat ada sejak manusia lahir, sehingga hampir tidak mungkin manusia hidup tanpa hasrat. Hasrat dipahami sebagai harapan atau keinginan yang bersifat tidak disadari. Harapan atau keinginan ini berhubungan dengan “kepenuhan” karena manusia selalu hidup dalam kondisi kekurangan. Dalam psikoanalisis Lacan, kekurangan itu terjadi karena keterpisahan secara radikal dengan sang ibu akibat kastrasi oleh sang Ayah sebagai simbol hukum atau kebudayaan, sehingga melahirkan hasrat. Eka Kurniawan sebagai pengarang adalah subjek yang berkekurangan itu, dan karya sastra merupakan manifestasi dari hasrat pengarangnya karena menulis karya sastra merupakan kompensasi atau cara untuk menutupi kekurangan tersebut. Dalam hal ini, pendekatan yang digunakan adalah psikoanalisis Lacan melalui mekanisme metafora dan metonimi dengan menganalisis rangkaian penanda seperti “penis”, “rindu”, “dendam”, “perempuan”, “pemerkosaan”, dan lainnya, yang terdapat dalam novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Tujuannya adalah untuk mengetahui hasrat menjadi dan hasrat untuk memiliki dari Eka Kurniawan yang termanifestasikan dalam novelnya, yaitu hasrat untuk menjadi maskulin dan hasrat untuk memiliki phallus. Eka Kurniawan telah memanipulasi penanda phallus (via penis) itu dalam berbagai cara yang mendasar dan khas untuk membentuk dan memperkuat hasrat para laki-laki heteroseksual, melalui tokoh Ajo Kawir dan citraan perempuan dalam novelnya. Hasrat maskulinitas Eka sebagai metafora dari phallus adalah objek a yang selalu didekati olehnya.  Kata Kunci: Novel, Psikoanalisis, Lacan, Hasrat, Maskulinitas, Phallus, Eka Kurniawan.
HASRAT EKA KURNIAWAN DALAM NOVEL SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS (KAJIAN PSIKOANALISIS JACQUES LACAN) Dedi Sahara
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 1, No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.208 KB) | DOI: 10.33751/jsalaka.v1i2.1280

Abstract

ABSTRAKHasrat ada sejak manusia lahir, sehingga hampir tidak mungkin manusia hidup tanpa hasrat. Hasrat dipahami sebagai harapan atau keinginan yang bersifat tidak disadari. Harapan atau keinginan ini berhubungan dengan kepenuhan” karena manusia selalu hidup dalam kondisi kekurangan. Dalam psikoanalisis Lacan, kekurangan itu terjadi karena keterpisahan secara radikal dengan sang ibu akibat kastrasi oleh sang Ayah sebagai simbol hukum atau kebudayaan, sehingga melahirkan hasrat. Eka Kurniawan sebagai pengarang adalah subjek yang berkekurangan itu, dan karya sastra merupakan manifestasi dari hasrat pengarangnya karena menulis karya sastra merupakan kompensasi atau cara untuk menutupi kekurangan tersebut. Dalam hal ini, pendekatan yang digunakan adalah psikoanalisis Lacan melalui mekanisme metafora dan metonimi dengan menganalisis rangkaian penanda seperti penis”, rindu”, dendam”, perempuan”, pemerkosaan”, dan lainnya, yang terdapat dalam novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Tujuannya adalah untuk mengetahui hasrat menjadi dan hasrat untuk memiliki dari Eka Kurniawan yang termanifestasikan dalam novelnya, yaitu hasrat untuk menjadi maskulin dan hasrat untuk memiliki phallus. Eka Kurniawan telah memanipulasi penanda phallus (via penis) itu dalam berbagai cara yang mendasar dan khas untuk membentuk dan memperkuat hasrat para laki-laki heteroseksual, melalui tokoh Ajo Kawir dan citraan perempuan dalam novelnya. Hasrat maskulinitas Eka sebagai metafora dari phallus adalah objek a yang selalu didekati olehnya.  Kata Kunci: Novel, Psikoanalisis, Lacan, Hasrat, Maskulinitas, Phallus, Eka Kurniawan.