Metode Inspeksi Visual Asam asetat (IVA) merupakan salah satu metode yang efektif dan efisien untuk mendeteksi dini kanker serviks. Angka kematian karena kanker serviks (kanker leher rahim) masih tinggi di dunia setiap dua menit seorang perempuan meninggal karena kanker serviks, penyebab kematian utama wanita di negara berkembang termasuk Indonesia, Lebih 70 persen kasus yang datang ke rumah sakit ditemukan dalam keadaan stadium lanjut. Beberapa faktor yang disinyalir berhubungan dengan motifasi ibu melakukan Inspeksi Visual Asam asetat (IVA) pengetahuan,pekerjaan dan sosial ekonomi. Hal tersebut sebagaimana terjadipada umumnya Pasangan usia subur di wilayah Puskesmas lepo-lepo kota kendari tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pekerjaan dan sosial ekonomi dengan motivasi ibu melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat ( IVA ) Kelurahan Lepo–Lepo. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan rancangan cross secsional study dimana Populasi adalah ibu pasangan usia subur di kelurahan Lepo-Lepo Kota Kendari pada tahun 2015 sebanyak 105 responden. Pengambilan Sampel menggunakan teknik probability simple random sampling didapatkan sampel 83 responden secara acak Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan program statistic (SPSS) versi 21 dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan pengetahuan dengan motivasi ibu melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat ( IVA ) dengan X2 hitung 9,303 > X2 tabel 3,841dengan nilai p-value=0,001, ada hubungan pekerjaan dengan motivasi ibu melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat (IVA) X2 hitung 7,751 > X2 tabel 3,841 dengan nilai p-value=0,003 ada hubungan sosial ekonomi dengan motivasi ibu melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat (IVA) Kelurahan Lepo– Lepo X2 hitung 8,811 > X2 tabel 3,841 atau nilai p-value=0,001.