Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan kewaspadaan standar Determinan Perilaku Bidan dalam Penerapan Kewaspadaan Standar pada Pelayanan Kontrasepsi Implan di Kabupaten Karawang warliana warliana
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1352.216 KB)

Abstract

Salah satu upaya yang digunakan untuk peningkatan mutu pelayanan KB adalah dengan memastikan penggunaan standar pelayanan KB bagi petugas kesehatan termasuk pencegahan infeksi. Hasil SUSENAS 2015 menggambarkan tingginya pengguna Kontrasepsi modern sebesar 58.99% termasuk IUD dan implant, dengan klinik KB Pemerintah sebagai fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan KB sebesar 66,40%. Salah satu upaya untuk mendukung peningkatan pengguna kontrasepsi Implan dan IUD di Kabupaten Karawang dilakukan melalui kegiatan Safari KB IUD dan implant. Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan perilaku bidan dalam penerapan kewaspadaan standar pada pelayanan kontrasepsi implan, meliputi variabel pengetahuan, sikap, sarana prasarana dan supervisi. Desain dalam penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan crossectional. Adapun jumlah sampel sebanyak 46 responden bidan yang melakukan pelayanan KB implan pada kegiatan Safari KB di Puskesmas di Kabupaten Karawang, dengan cara purposive random sampling. Uji analisis menggunakan Chi Square pada derajat kemaknaan α<0,05; tingkat kepercayaan (CI 95% ) dan uji Bynary Logistic Regression untuk uji multivariabel. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan baik 63%, sikap bidan 54,3%, sarana prasarana baik 63% dan supervisi 50%. Ada hubungan bermakna antara ketersediaan sarana prasarana (p=0,000) dan supervisi (p=0,003). Hasil analisis multivariabel menunjukkan variabel sarana prasarana sangat berpengaruh terhadap perilaku bidan dalam penerapan kewaspadaan standar pada pelayanan kontrasepsi implan di Kabupaten Karawang (p=0,005; (Exponen (B)= 20,77.
PEMANFAATAN PELAYANAN TRIPLE ELIMINASI DALAM DETEKSI DINI RISIKO INFEKSI HIV, SIFILIS, DAN HEPATITIS B DARI IBU KE ANAK Warliana Warliana; Eneng Solihah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2175

Abstract

Penyakit menular seksual pada kehamilan berdampak meningkatnya kesakitan pada ibu dan anak. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan melalui deteksi dini pemeriksaan tripel eliminasi terhadap penularan HIV, sifilis dan hepatitis B dari ibu hamil ke janin. Penyakit HIV, hepatitis dan sypilis pada masa kehamilan memiliki dampak pada meningkatnya kesakitan, kecatatan, dan kematian pada ibu dan anak . Sehingga kondisi tersebut memerlukan pemeliharaan kesehatan serta pengobatan jangka panjang dan pembiayaan cukup banyak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan pelayanan triple eliminasi terhadap ibu hamil dan faktor apa saja yang mempengaruhinya. Metode penelitian jenis analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil dengan jumlah sampel 158. Jenis pengumpulan data menggunakan data primer. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan angket. Analisis data menggunakan univariat, bivariat menggunakan Chi-square dan analisis multivariat Logistic Regression metode enter. Hasil menunjukkan 91 ibu hamil (57%) telah memanfaatkan pelayanan triple eliminasi, dari 9 variabel terdapat 7 bermakna yaitu: umur (p value= 0,050; POR= 2,418 ;CI 95%: 1,073 – 5,451)), paritas (p=0,040; POR= 2,130; CI 95%: 1,089-4,170), pengetahuan (p =0,004; POR= 2,731; CI 95%: 1,425-5,236), sikap ibu (p=0,006 ;POR= 2,604; CI 95%: 1,361-4,982), akses informasi p=0,000; POR=5,598 (CI 95%:2,785-11,254) dan  dukungan tenaga kesehatan p=0,000;POR 14,16, dukungan suami terhadap pemanfaatan pemeriksaan triple eliminasi  sebesar p=0,000;POR=8,898 (CI 95%:4,289-18,464). Dukungan suami dan tenaga kesehatan sangat berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan triple eliminasi.
PEMANFAATAN PELAYANAN TRIPLE ELIMINASI DALAM DETEKSI DINI RISIKO INFEKSI HIV, SIFILIS, DAN HEPATITIS B DARI IBU KE ANAK Warliana Warliana; Eneng Solihah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2175

Abstract

Penyakit menular seksual pada kehamilan berdampak meningkatnya kesakitan pada ibu dan anak. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan melalui deteksi dini pemeriksaan tripel eliminasi terhadap penularan HIV, sifilis dan hepatitis B dari ibu hamil ke janin. Penyakit HIV, hepatitis dan sypilis pada masa kehamilan memiliki dampak pada meningkatnya kesakitan, kecatatan, dan kematian pada ibu dan anak . Sehingga kondisi tersebut memerlukan pemeliharaan kesehatan serta pengobatan jangka panjang dan pembiayaan cukup banyak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan pelayanan triple eliminasi terhadap ibu hamil dan faktor apa saja yang mempengaruhinya. Metode penelitian jenis analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil dengan jumlah sampel 158. Jenis pengumpulan data menggunakan data primer. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan angket. Analisis data menggunakan univariat, bivariat menggunakan Chi-square dan analisis multivariat Logistic Regression metode enter. Hasil menunjukkan 91 ibu hamil (57%) telah memanfaatkan pelayanan triple eliminasi, dari 9 variabel terdapat 7 bermakna yaitu: umur (p value= 0,050; POR= 2,418 ;CI 95%: 1,073 – 5,451)), paritas (p=0,040; POR= 2,130; CI 95%: 1,089-4,170), pengetahuan (p =0,004; POR= 2,731; CI 95%: 1,425-5,236), sikap ibu (p=0,006 ;POR= 2,604; CI 95%: 1,361-4,982), akses informasi p=0,000; POR=5,598 (CI 95%:2,785-11,254) dan  dukungan tenaga kesehatan p=0,000;POR 14,16, dukungan suami terhadap pemanfaatan pemeriksaan triple eliminasi  sebesar p=0,000;POR=8,898 (CI 95%:4,289-18,464). Dukungan suami dan tenaga kesehatan sangat berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan triple eliminasi.