intan rahmayati herlin putri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sikap Tenaga Kefarmasian Dalam Pemberian Informasi Obat Diapet Pada Swamedikasi Diare Di Apotek-Apotek Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru: Pharmacists Attitudes in supplying Diapet drug information On Swam Diarrhea At the Pharmacies of Kecamatan Tampan Pekanbaru City intan rahmayati herlin putri
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol. 6 No. 2: jpfi
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Jl. Kamboja Simpang Baru-Panam, Pekanbaru, Riau 28293 Telp. (0761) 588006, Fax. (0761) 588007 e-mail: editor-jpfi@stifar-riau.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.043 KB)

Abstract

Swamedikasi menjadi alternatif yang diambil masyarakat untuk meningkatkan keterjangkauan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sikap tenaga kefarmasian dalam pemberian informasi obat diapet pada swamedikasi diare yang bersifat deskriptif dengan metode observational partisipatif, sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 34 tenaga kefarmasian yaitu 9 apoteker, 8 tenaga teknis kefarmasian, 17 asisten tenaga kefarmasian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tenaga kefarmasian yang paling banyak dijumpai dan memberikan informasi pada saat pelaksanaan swamedikasi diare adalah asisten tenaga kefarmasian (50%) dan yang paling sedikit dijumpai dan memberikan informasi pada pelaksanaan swamedikasi diare adalah tenaga teknis kefarmasian (23,53%). Pemberian informasi yang paling banyak disampaikan oleh tenaga kefarmasian dalam pelaksanaan swamedikasi diare adalah dosis obat (93,53%) dan informasi yang paling sedikit disampaikan adalah efek samping obat (45,88%). Sikap tenaga kefarmasian dalam pemberian informasi obat secara keseluruhan cukup baik (60,27%). Swamedikasi diare yang dilakukan oleh seluruh tenaga kefarmasian diperoleh dengan penilaian baik untuk apoteker (61,54%), nilai untuk tenaga teknis kefarmasian baik (61,35%), dan asisten tenaga kefarmasian cukup baik (59,10%).