Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Coverage Planning dan Coverage Prediction di Existing Network eNodeB Jaringan 4G di Daerah Operasional Yogyakarta dan Magelang Pilar Tiara Lelepadang; Eva Yovita Dwi Utami; Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 17 No. 02 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.219 KB) | DOI: 10.31358/techne.v17i02.173

Abstract

Untuk meningkatkan kinerja jaringan 4G yang merupakan jaringan uji coba di Yogyakarta dan Magelang maka harus dilakukan coverage planning pada daerah yang kurang optimal. Kurang optimalnya daerah ini dikarenakan cakupan dan kualitas Radio Frequency (RF) masih belum memenuhi standar yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Hal ini terlihat pada hasil drive test daerah operasional. Solusi yang permanen, yakni pembangunan site baru dapat mengoptimalkan RF yang belum memenuhi standar perusahaan. Selain itu, untuk menjaga kualitas site baru agar tidak terjadi interferensi maka perlu dilakukan perencanaan Physical Cell Identity (PCI). PCI merupakan identitas site yang berbentuk kode angka 0 sampai 503. Parameter RF yang diteliti ialah Reference Signal Received Power (RSRP) dan Signal to Interference Noise Ratio (SINR). Analisis hasil drive test menurut parameter RF akan menghasilkan rekomendasi pembangunan site baru. Rekomendasi tersebut disimulasikan cakupan areanya dalam bentuk coverage prediction yang merupakan simulasi dengan planning tools U-Net. Dari hasil simulasi ini, didapatkan 50% cakupan area pada Yogyakarta memiliki RSRP yang semula -99,17 dBm menjadi -98,78 dBm dan untuk Magelang yang semula -96,51 dBm menjadi -95 dBm. Sementara , SINR pada Yogyakarta meningkat rata-ratanya dari 1,03 dB menjadi 1,18 dB dan pada Magelang meningkat rata-ratanya dari 2,23 dB menjadi 2,55 dB.
Perbandingan Nilai Bit Error Rate Penyandi Turbo dengan Sandi Komponen Konvolusional, Block dan Gabungan Eva Yovita Dwi Utami; Ruth Johana Angelina; Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.52 KB) | DOI: 10.31358/techne.v18i01.183

Abstract

Pada sistem komunikasi digital, dibutuhkan sistem penyandian kanal yang berfungsi untuk meminimalkan efek kerusakan atau hilangnya informasi yang diakibatkan oleh derau di dalam kanal. Sistem penyandian kanal yang baik memiliki nilai Bit Error Rate (BER) yang kecil. Penyandi Turbo merupakan salah satu teknik penyandian kanal pengoreksi galat dengan penggunaan dua sandi komponen yang dihubungkan secara paralel baik pada penyandi maupun pengawasandi. Pada penelitian ini, dilaporkan perbandingan nilai BER beberapa jenis Penyandi Turbo yang terdiri dari Turbo Konvolusional, Turbo Block dan Turbo Gabungan berdasarkan jumlah iterasi yang dilakukan, efek puncturing serta kanal yang dilalui oleh isyarat dari pengirim menuju penerima. Dari hasil simulasi, secara umum Turbo konvolusional memiliki kinerja yang paling baik dibandingkan dengan Turbo Block dan Turbo Gabungan pada setiap nilai iterasi, pada data tersandi dengan dan tanpa efek puncturing maupun pada setiap kanal yang dilewati. Kinerja BER semua jenis penyandi mengalami perbaikan ketika proses iterasi ditingkatkan. Sementara itu efek puncturing akan menurunkan kinerja Penyandi Turbo. Pada kanal AWGN, Turbo Konvolusional dapat mencapai nilai BER sebesar 0 saat Eb/N0 = 2 dB sedangkan Turbo Gabungan dan Turbo Block hanya mencapai 0,0087 dan 0,0155. Pada kanal berderau AWGN yang ditambah multipath Rayleigh fading, Turbo Konvolusional pada Eb/N0 = 2 dB tetap memiliki kinerja yang paling baik dengan nilai BER sebesar 0,0114 sementara Turbo Gabungan dan Turbo Block dengan nilai BER 0,0458 dan 0,0163.
Perancangan Antena Printed Monopole Patch Elips dengan Konfigurasi EMA dan EMB untuk Pembaca RFID pada Frekuensi UHF Eva Yovita Dwi Utami; Fransiska Melathi Cahyaningtyas; Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v20i1.241

Abstract

Pada penelitian ini dirancang antena mikrostrip printed monopole patch elips konfigurasi EMA dan EMB untuk aplikasi pembaca RFID pada pita frekuensi UHF. Bentuk patch elips memiliki dua jenis konfigurasi, yaitu EMA (pencatuan pada sumbu mayor) dan EMB (pencatuan pada sumbu minor). Printed monopole ditambahkan pada bagian ground plane untuk memperbesar bandwidth antena. Antena disimulasikan dan direalisasikan menggunakan bahan FR4 epoxy dengan nilai permitivitas relatif sebesar 4,65 dan ketebalan 1,6 mm, sedangkan patch peradiasi dan ground plane menggunakan bahan tembaga. Hasil simulasi menunjukkan untuk konfigurasi EMA, diperoleh bandwidth sebesar 641,1 MHz dan gain 2,533 dB. Sementara untuk konfigurasi EMB diperoleh bandwidth sebesar 340,54 MHz dan gain sebesar 2,181 dB. Setelah antena direalisasikan, diperoleh hasil pengujian dengan konfigurasi EMA adalah return loss = -43,912 dB, VSWR = 1,013, bandwidth sebesar 1,053 GHz, dan gain = 6,41 dB. Sementara hasil pengujian dengan konfigurasi EMB adalah return loss = -32,409 dB, VSWR = 1,049, bandwidth sebesar 584 MHz, dan gain = 6,2 dB. Hasil simulasi maupun pengujian menunjukkan bahwa konfigurasi EMA memiliki bandwidth dan gain yang lebih baik daripada EMB. Namun demikian, kedua konfigurasi ini menghasilkan pola radiasi yang sama, yaitu pola radiasi omnidirectional pada bidang azimuth dan pola bidirectional pada bidang elevasi.
Perancangan dan Realisasi Antena Mikrostrip Persegi Panjang MIMO pada Frekuensi 15 GHz Adiono Dwi Satya; Eva Yovita Dwi Utami; Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v21i1.307

Abstract

Pada komunikasi nirkabel generasi kelima, penggunaan spektrum frekuensi baru yang lebih tinggi dan pemanfaatan teknik MIMO menjadi teknologi kunci untuk memenuhi kebutuhan bandwidth dan data rate yang tinggi. Salah satu kandidat frekuensi untuk 5G adalah 15 GHz. Pada makalah ini dirancang antena mikrostrip berbentuk persegi panjang array dua elemen pada struktur MIMO empat port dengan frekuensi kerja 15 GHz. Antena disimulasikan dan direalisasikan menggunakan bahan substrat Duroid yang memiliki nilai permitivitas relatif sebesar 2,2 dan ketebalan 1,57 mm, sedangkan patch peradiasi dan ground plane menggunakan bahan tembaga. Rancangan antena pada software simulasi memberikan hasil terbaik untuk koefisien refleksi sebesar -25,639 dB, VSWR bernilai 1,11, mutual coupling mencapai -30,955 dB, gain sebesar 8,59 dB pada frekuensi 15 GHz, dan bandwidth sebesar 1,3 GHz. Hasil pengukuran antena yang telah difabrikasi menunjukkan nilai koefisien refleksi sebesar -36,592 dB, VSWR bernilai 1,03, mutual coupling sebesar -28,137 dB, dan gain sebesar 13,18 dB pada frekuensi 15 GHz. Bandwidth terukur mencapai 2,69 GHz.
Two-Class Classification with Various Characteristics Based on Kernel Principal Component Analysis and Support Vector Machines Timotius, Ivanna Kristianti; Setyawan, Iwan; Febrianto, Andreas Ardian
Makara Journal of Technology Vol. 15, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Two class pattern classification problems appeared in many applications. In some applications, the characteristic of the members in a class is dissimilar. This paper proposed a classification system for this problem. The proposed system was developed based on the combination of kernel principal component analysis (KPCA) and support vector machines (SVMs). This system has been implemented in a two class face recognition problem. The average of the classification rate in this face image classification is 82.5%.
An Embedded Convolutional Neural Network for Maze Classification and Navigation Gunawan Dewantoro; Dinar Rahmat Hadiyanto; Andreas Ardian Febrianto
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 12, No 2: July 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jnte.v12n2.1091.2023

Abstract

Traditionally, the maze solving robots employ ultrasonic sensors to detect the maze walls around the robot. The robot is able to transverse along the maze omnidirectionally measured depth. However, this approach only perceives the presence of the objects without recognizing the type of these objects. Therefore, computer vision has become more popular for classification purpose in robot applications. In this study, a maze solving robot is equipped with a camera to recognize the types of obstacles in a maze. The types of obstacles are classified as: intersection, dead end, T junction, finish zone, start zone, straight path, T–junction, left turn, and right turn. Convolutional neural network, consisting of four convolution layers, three pooling layers, and three fully-connected layers, is employed to train the robot using a total of 24,000 images to recognize the obstacles. Jetson Nano development kit is used to implement the trained model and navigate the robot. The results show an average training accuracy of 82% with a training time of 30 minutes 15 seconds. As for the testing, the lowest accuracy is 90% for the T-junction with the computational time being 500 milliseconds for each frame. Therefore, the convolutional neural network is adequate to serve as classifier and navigate a maze solving robot.
Perancangan Antena Mikrostrip Dual Band Patch Persegi Panjang dengan Slot pada Frekuensi 2,6 dan 5 GHz Eva Yovita Dwi Utami; Nadia Permatasari Syailendra; Andreas Ardian Febrianto
Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) Vol. 8 No. 4 (2023): Jurnal Fokus Elektroda Vol 8 No 4 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this study, a dual-band rectangular patch microstrip antenna with slot was designed at frequency 2.6 GHz and 5 Ghz. The antenna was simulated and realized using Duroid 5880 material with dielectric constant of 2.2 and a thickness of 1.57 mm. The rectangular antenna is designed at frequency of 2.6 GHz then frequency of 5 GHz is obtained by adding two strip slots on the patch. The simulation results show that for frequency of 2.6 GHz, VSWR value is 1.0807, reflection coefficient is -28.225 dB, gain is 7.34 dBi, and for frequency of 5 GHz, VSWR obtained is 1.0684, reflection coefficient is -29.607 dB, and gain is 7.68 dBi. Antenna is fabricated and measured. The measurement results show that for 2.6 GHz the antenna has VSWR of 1.092, reflection coefficient of -27.1 dB, and gain of 10,6 dBi. As well as the results for 5 GHz show the antenna has VSWR of 1.411, reflection coefficient of -15.3 dB, gain of 8.1 dBi and bandwidth of 124 MHz. Both simulation and measurement results show slotted dual-band rectangular patch microstrip antenna with frequency of 2.6 GHz and 5 GHz can be realized.
An Embedded Computer Vision using Convolutional Neural Network for Maze Classification and Robot Navigation Dewantoro, Gunawan; Hadiyanto, Dinar Rahmat; Febrianto, Andreas Ardian
Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer [IN PRESS] Volume 10, Issue 4, Year 2022 (October 2022)
Publisher : Department of Computer Engineering, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtsiskom.2022.14474

Abstract

Traditionally, the maze solving robots employ ultrasonic sensors to detect the maze walls around the robot. However, this approach only perceives the presence of the objects without recognizing the type of these objects. Therefore, computer vision has become more popular for classification purpose in robot applications. In this study, a maze solving robot is equipped with a camera to recognize the types of obstacles in a maze. The types of obstacles are classified as: intersection, dead end, T junction, finish zone, start zone, straight path, T–junction, left turn, and right turn. Convolutional neural network is employed to train the robot using a total of 24,000 images to recognize the obstacles. Jetson Nano development kit is used to implement the trained model and navigate the robot. The results shows an average training accuracy of 82% with a training time of 30 minutes 15 seconds. As for the testing, the lowest accuracy is 90% for the T-junction with the computational time being 500 milliseconds for each frame. Therefore, the convolutional neural network is adequate to serve as classifier and navigate a maze solving robot.