Jimmi Pindan Pute
Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MODEL DIALOG IMAJINER ENTAS-ENTAS UNTUK MENGKOMUNIKASIKAN KRISTUS KEPADA MASYARAKAT TENGGER Daniel Fajar Panuntun; Jimmi Pindan Pute; Lisdayanti Anita Mangalik
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v2i1.62

Abstract

Indonesia has a diversity of cultures, and each culture has its characteristics and these cultures cannot be eliminated. Simultaneously the Tengger Tribe has the privilege of entas culture, where this culture is a ritual that is held to commemorate the death and to ask the Supreme Court so that the spirits who have died get a good place. Based on these cultural features, Christianity must have a mission to communicate Christ to the Tengger Tribe. The mission can be carried out using apologetic dialogue. The apologetic dialogue is based on the conversational theory of evangelism from Geisler. The apologetic dialogue also refers to the God and Culture theory of Richard Neighbor. The apologetic dialogues are arranged in an imaginary dialogue that can be developed and practised by every believer. The purpose of this paper is, first, to know the biblical apologetic dialogue model. Second, knowing the context of entas- ter in the Tengger society. Third, obtain an imaginary Dialogue Model for communicating Christ to the Tengger community. Based on this research, the method used by the author is literature study and Bible study. The apologetic dialogue produced is expected to be a pre-evangelism for the Tengger society.
Pemberdayaan Sumber Daya Alam Untuk Kebutuhan Ekonomi Masyarakat Dalam Pandemi Covid-19 Jimmi Pindan Pute
Masokan: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.843 KB)

Abstract

The outbreak of a pandemic has hampered various aspects of human life. One of them is the decline in economic needs, which is caused by work stops at the suggestion of the government to stay at home. The research relates to the life of the community in the village of the Sa'dan sub-district, especially on economic problems due to the COVID-19 outbreak by encouraging the community to empower the natural environment. Some activities that can be carried out by the community are: nature management, provision of vegetable seeds and fertilizers. Methods This research uses descriptive and ethnographic approaches. Data collection is related to the life of the community in the village of Sa'dan sub-district, especially on economic problems due to the covid 19 outbreak. This research was conducted to provide assistance to the community in learning to love nature as a gift from God. The results of research by the government and the church will work together in empowering the community through fostering and distributing vegetable seeds and some pets which will be given to community members and the results can be enjoyed and traded back to the government or other places. Maraknya wabah pandemi menghambat berbagai sendi kehidupan manusia. Salah satu diantaranya adalah menurunnya kebutuhan ekonomi, yang disebabkan oleh karena pekerjaan yang berhenti atas anjuran pemerintah untuk tetap tinggal di rumah. Penelitian tersebut berkaitan dengan kehidupan masyarakat di desa kecamatan Sa’dan terkhusus pada masalah prekonomian akibat wabah covid 19 dengan tindakan mendorong masyarakat untuk memberdayakan alam sekitar. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh masyarakat yaitu: pengelolaan alam, penyediaan bibit sayuran dan pupuk. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan etnografi. Pengumpulan data berkaitan dengan kehidupan masyarakat di desa kecamatan Sa’dan terkhusus pada masalah ekonomi akibat wabah covid 19 dengan menggunakan metode analisis dan wawancara. Penelitan ini dilakukan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam belajar mencintai alam sebagai karunia dari Allah. Hasil penelitian pemerintah dan gereja akan bekerja sama dalam memberdayakan masyarakat melalui pembinaan dan pembagian bibit sayuran dan beberapa hewan peliharaan yang akan diberihkan kepada warga masyarakat dan hasilnya dapat dinikmati dan diperjual belihkan kembali kepada pemerintah ataupun ketempat lainnya.
MEMAHAMI PEMELIHARAAN ALLAH DALAM BENCANA GAGAL PANEN DI DAERAH SA’DAN TIROALLO BERDASARKAN MODEL BERTEOLOGI KOSUKE KOYAMA jimmi Pindan Pute; Lidia Rante Bua; Naomi Sampe
Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 7 No. 1 (2024): Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47457/phr.v7i1.437

Abstract

Recognition of God's love and care is not enough through fellowship but also through disasters in life, one of which is crop failure. This research aims to discover and understand the form of God's providence through crop failure disasters based on God's will, which is present in human life. Several theories used by the author include disaster theory, Kosuke Koyama's theology, and theories about God, which several authors have summarized. The research method used by the author is qualitative with a descriptive approach. Qualitative was developed through a literature study sourced from relevant book literature, articles and internet sources. To complete this article, the author used an analysis method in the form of interviews. The research results from this article show that the disaster of crop failure did not occur because of God's hatred but rather as a form of care so that humanity turns to Him and lives in a movement of ecumenical love for others. Based on Kosuke Koyama's theory, it can be concluded that God's intention for the crop failure disaster that occurred in the Sa'dan Tiroallo area was as a form of invitation so that humans have concern in terms of love for their neighbours, as well as a form of warning so that people can spend time communing with God and to repent and turn to God.
REVITALISASI MODERASI BERAGAMA MELALUI PEMANFAATAN LITERASI DIGITAL OLEH GEN-Z Jimmi Pindan Pute; Alferdi; Deflit Dujerslaim Lilo
Masokan Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/misp.v3i1.108

Abstract

Abstract : Religious moderation is the key to building equality, balance and tolerance between religions in Indonesia. Until now, the appreciation of the values of religious moderation has not shown the main purpose of the birth of a religion. This has resulted in the emergence of various conflicts, misunderstandings and disputes between one religious group and another. This situation should be re-evaluated especially with the hope of achieving a better future for Indonesia, especially in order to achieve Golden Indonesia in 2045. The purpose of this writing is to describe and describe the development of digital literacy by generation Z to achieve the revitalization of religious moderation, for the realization of Indonesia. gold in 2045. Digital literacy needs to be developed, because the thing that touches human life the most today is technology. The use of technology is expected to have a positive impact on its users because it is used as a literacy medium. The method used is descriptive qualitative with a literature study approach. The author will utilize sources such as books and journals, which are appropriate to the topics in this article. This research shows that revitalizing religious moderation can be implemented through digital literacy technology, by: forming interfaith network communities, disseminating information and constructive content between religious adherents, opening online discussions about religious tolerance and holding online competitions with the theme of religious moderation. Moderasi beragama adalah kunci membangun kesamarataan, keseimbangan dan toleransi antar agama di Indonesia. Sampai saat ini penghayatan terhadap nilai-nilai moderasi beragama belum menunjukan tujuan utama lahirnya suatu agama. Hal ini yang mengakibatkan munculnya berbagai konflik, kesalahpahaman dan pertikaian antar kelompok agama yang satu dengan agama yang lain. Situasi tersebut mestinya di evaluasi kembali terutama dengan harapan untuk mencapai masa depan Indonesia yang lebih baik, khususnya dalam rangka mencapai Indonesia Emas di tahun 2045. Tujuan penulisan ini adalah menguraikan serta mendeskripsikan pengembangan literasi digital oleh generasi Z untuk mencapai revitalisasi moderasi beragama, demi terwujudnya Indonesia emas tahun 2045. Literasi digital perlu untuk dikembangkan, karena hal yang paling banyak menyentuh kehidupan manusia saat ini adalah teknologi. Penggunaa teknologi diharapkan membawa dampak positif bagi penggunanya karena digunakan sebagai media literasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Penulis akan memanfaatkan sumber-sumber seperti buku maupun jurnal, yang sesuai dengan topik dalam artikel ini. Penelitian ini menujukkan bahwa merevitalisasi moderasi agama dapat diterapkan melalui teknologi literasi digital, dengan cara: membentuk komunitas jaringan antar agama, menyebarkan informasi dan konten-konten yang bersifat membangun antar pemeluk agama, membuka diskusi-diskusi online tentang toleransi beragama dan mengadakan lomba-lomba online dengan tema moderasi beragama.
Realitas Jejaring Antara Pribadi dalam Budaya Dialog dan Moderasi Beragama Dihadapan Tantangan Informasi Palsu pada Era Digital Jimmi Pindan Pute; Yosbekasa -; Tri Oktavia Hartati Silaban; Rosyeline Tinggi
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 14, No 01 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v14i01.8431

Abstract

Penelitian ini akan menganalisis realitas jejaring antara manusia Kristen dalam konteks dialog moderasi beragama, khususnya terkait penyebaran informasi palsu pada era digital. Fokus utama penelitian adalah pada bagaimana jejaring digital memengaruhi interaksi antarmanusia Kristen dan bagaimana merespons informasi palsu yang dapat memengaruhi dialog keagamaan. Penelitian ini melibatkan analisis mendalam terhadap polarisasi dan ekstremisme beragama yang mungkin muncul akibat penyebaran informasi palsu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bagaimana tanggap umat Kristen dalam menyikapi berita palsu lewat jejaring sosial sebagai bentuk analisis dalam mengembangkan moderasi beragama. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskripti, studi kepustakaan, dan analisis lapangan. Penelitian yang dilakukan oleh Leman, Sokarno dan beberapa penulis lainnya mengemukakan bahwa teknologi digital acap kali dimanfaatkan sebagai bagian dari penyebaran berita palsu yang merugikan sebagai besar penduduk Indonesia, untuk itu teknologi digital mesti dikelolah sebagai bagian dari pemberitaan injil oleh misi gereja. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang lebih baik tentang dinamika jejaring antara manusia Kristen dalam konteks dialog moderasi beragama, khususnya terkait dengan penyebaran informasi palsu. Implikasi dari temuan ini diharapkan dapat membantu pengembangan strategi dan pedoman praktis untuk mempromosikan dialog yang sehat dan moderasi beragama di era digital
Pandangan Etika Kristen Terhadap Perilaku Aborsi Meldisen Wangri; Jimmi Pindan Pute
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i7.2134

Abstract

Meskipun agama dan negara melarang perilaku aborsi, praktik ini masih marak terjadi, termasuk di kalangan umat Kristiani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan dan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan fenomena aborsi dalam masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi penyebab tindakan aborsi dan model intervensi yang dapat ditawarkan kepada pelaku. Penelitian mencakup analisis undang-undang terkait aborsi, kenakalan remaja, serta penyebab dan solusi perilaku aborsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan aborsi beragam, termasuk masalah kesehatan, kondisi ekonomi yang sulit, pasangan yang tidak bertanggung jawab, dan penolakan keluarga. Berdasarkan temuan ini, penulis mengusulkan agar gereja meningkatkan penerimaan dan keterbukaan terhadap mereka yang terlibat dalam aborsi. Gereja harus menyambut dengan kasih, serta membimbing dan mengarahkan dengan penuh kerendahan hati, menyediakan dukungan yang holistik untuk membantu individu menghadapi tantangan yang mereka hadapi.
Revitalisasi Model Pelayanan Gereja Toraja Jemaat Batang Palli Di Tengah Kompleksitas Masyarakat Imel Sule Sibala’; Nelka Gommo’ Bata; Kezia Betzi Alice Sabat; Jimmi Pindan Pute
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 8 (2024): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i8.2158

Abstract

Model pelayanan Gereja sebaiknya di revitalisasikan setiap saat dengan mengikuti perkembangan zaman. Keprihatinan yang dirasakan oleh penulis terhadap model edukasi Gereja saat ini memberi dorongan untuk kemudian merangkai dalam sebuah tulisan dengan tujuan untuk mereinternalisasikan model-model edukasi gereja yang sesuai dengan nilai-nilai, karakteristik dan moral kebudayaan pada zaman dulu yang telah dipunahkan oleh modernisme zaman. Metode yang digunakan dalam karya tulis tersebut adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Kualitatif dikembangkan dalam studi kepustakaan dengan menggunakan literatur-literatur terpercaya. Teori yang digunakan dalam tulisan adalah tentang teori kebudayaan, gereja dan tradisi sosial. Fokus kajian terhadap Gereja Toraja Jemaat Batang Palli sebagai lokus utama dalam melakukan penelitian, bahwa memang realitas yang terjadi nilai dan kearifan lokal hanya dianggap sebagai anamnesis semata. Hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa Gereja Toraja Jemaat Batang Palli sehayoganya menjadi sentralisasi dalam konservatif nilai, norma dan kearifan yang telah dilupakan dalam budaya dengan cara perenungan, penerimaan dan merangkuh dengan penuh kasih dan cinta.
Tongkonan Sebagai Nilai Kerukunan Beragama Dalam Tradisi Rambu Solo Di Toraja Angelia Purnadharani Biyang; Kristian Laba; Desfianti Limbong; Vemiati Pasenggong; Jimmi Pindan Pute
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i1.2711

Abstract

Konsep tentang kerukunan beragama masih menjadi pergumulan berat di kalangan kaum agamawan, pakar agama dan tokoh-tokoh agama. Kesediaan diri untuk menghargai serta mengusahakan hubungan yang baik dengan aliran kepercayaan lain sesungguhnya masih cukup jauh tertinggal dibandingkan dengan keberagaman lainnya. Untuk itu, penulis berkehendak untuk merangkai tulisan dengan tujuan untuk menemukan model-model yang menjadi tawaran terhadap konflik beragama yang ditemukan dalam tradisi rambu solo’ masyarakat Toraja melalui falsafah Tongkonan. Metode atau prosedur penelitian diterapkan dalam metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Kualitatif diterapkan dalam study kepustakaan dan analisis wawancara untuk mengumpulkan data sekaligus menemukan nilai-nilai kerukunan dalam tradisi rambu solo’ yang dapat untuk direvitalkan kembali sebagai konsep untuk menciptakan kerukunan beragama. Pendekatan deskriptif diterapkan sebagai bentuk lukisan atau gambaran keadaan yang benar-benar reall terjadi di tengah-tengah masyarakat sehubungan dengan keadaan sosial beragama. Hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa tradisi rambu solo’ mengandung nilai solidaritas, kepeduliaan, keramahtamahan, dan penerimaan yang dapat menjadi model edukasi terhadap kerukunan beragama. Penelitian tersebut menunjukan bahwa tongkonan sebagai falsafah masyarakat Toraja mengandung arti tentang penghormatan, persatuan dan kerukunan.