Bima Albert
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Rangkaian R-L-C melalui Jigsaw Siswa Kelas XII TKJ.2 SMK Negeri 1 Bireuen Bima Albert
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 17, No 1 (2016): JURNAL SERAMBI ILMU
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v11i1.216

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini untuk meningkatkan hasil belajar rangkaian R-L-C melalui Jigsaw siswa kelas XII TKJ.2 SMK Negri 1 Bireuen, subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII TKJ.2 SMK Negeri 1 Bireuen, bertujuan untuk mengetahui cara, efektifitas dan tingkat keberhasilan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas XII XII TKJ.2 SMK Negeri 1 Bireuen. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, analisa data dan refleksi. Data yang terkumpul mengunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Untuk analisis kuantitatif digunakan analisis deskriptif yaitu skor rata-rata dan persentase, nilai minimum dan maksimum, ketuntasan dan persentase pada setiap siklus. Sedangkan untuk analisis kualitatif dengan mengolah nilai berdasarkan rentangan nilai dan KKM dengan tes tertulis, terdiri atas 6 soal pilihan ganda rangkaian R-L-C, sedangkan mengobservasi keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dengan mengunakan skor total aspek, skor setiap indikator, rata-rata dan kualifikasi pada setiap siklus. Salah satu  alternatif pembelajaran fisika yang inovatif dan kreaktif adalah dengan mengunakan model pembelajaran Jigsaw (maju mundur seperti gergaji). Model ini yang dikembangkan oleh Elliot Aronson’s didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut kepada kelompoknya. Hasil penelitian berdasarkan nilai KKM, dari hasil belajar sejumlah 27 siswa mencapai ketuntasan berdasarkan nilai KKM 76, pada pra siklus 13 siswa (48,1%) tuntas dan 14 siswa (51,9%) tidak tuntas, sedangkan pada siklus I  siswa mencapai ketuntasan belajar sebanyak 18 siswa (66,67%) dan tidak tuntas 9 siswa (33,33%) serta pada siklus II semua siswa berjumlah 27 siswa (100%) tuntas belajar.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KUAT MEDAN LISTRIK MELALUI NHT SISWA KELAS XI TPM.2 SMK NEGERI 1 BIREUEN Bima Albert
Jurnal Serambi Ilmu Vol. 19 No. 1 (2018): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jsi.v19i1.863

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini untuk meningkatkan hasil belajar kuat medan listrik melalui Numbered Head Together (NHT) siswa kelas XI TPM.2 SMK Negri 1 Bireuen, subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI TPM.2 SMK Negeri 1 Bireuen, bertujuan untuk mengetahui cara, efektifitas dan tingkat keberhasilan melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada siswa kelas XI TPM.2 SMK Negri 1 Bireuen. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiriperencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, analisa data dan refleksi. Data yang terkumpul mengunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Untuk analisis kuantitatif digunakan analisis deskriptif yaitu skor rata-rata dan persentase, nilai minimum dan maksimum, ketuntasan dan persentase pada setiap siklus. Sedangkan untuk analisis kualitatif dengan mengolah nilai berdasarkan rentangan nilai dan KKM dengan tes tertulis, terdiri atas 6 soal pilihan ganda materi kuat medan listrik, sedangkan mengobservasi keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dengan mengunakan skor total aspek, skor setiap indikator, rata-rata dan kualifikasi pada setiap siklus. Model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) atau Penomoran Berpikir Bersama.NHT dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik, rasa percaya diri menjadi lebih tinggi, pemahaman yang lebih mendalam, penerimaan terhadap individu menjadi lebih besar, terampil dalam menjawab,dalam hal ini siswa harus mampu memahami konsep kuat medan listrik dan mampu mengerjakan bentuk-bentuk soal perhitungan kuat medan listrik. Hasil penelitian berdasarkan nilai KKM, dari hasil belajar sejumlah 29 siswa mencapai ketuntasan berdasarkan nilai KKM 76 pada pra siklus 10 siswa (34,49%) tuntas dan 19 siswa (65,51%) tidak tuntas, sedangkan pada siklus I siswa mencapai ketuntasan belajar sebanyak 15 siswa (51,72%) dan tidak tuntas 14 siswa (48,28%) serta pada siklus II semua siswa berjumlah 29 siswa (100%) tuntas belajar.