Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISA SEBARAN KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS LANDING DAN TAKE-OFF SEKITAR BANDAR UDARA SULTAN AJI MUHAMMAD SULAIMAN BALIKPAPAN SYAH, ALAM
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1669.505 KB)

Abstract

Kebisingan merupakan bunyi atau suara yang tidak dikehendaki yang bersifat  mengganggu pendengaran dan dapat menurunkan daya dengar seseorang yang terpapar.Banyaknya pesawat yang landing dan take-off menyebabkan tingginya tingkat kebisingan di sekitar bandara. Tingkat kebisingan ini, selain dipengaruhi oleh frekuensi penerbangan yang tinggi juga dipengaruhi oleh jenis mesin jet yang digunakan oleh pesawat. Kebisingan dapat menimbulkan gangguan terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan seseorang melalui gangguan psikologi  dan  gangguan  konsentrasi sehingga menurunkan produktivitas kerja. Oleh karena itu, informasi tingkat kebisingan dibutuhkan untuk menentukan sebaran kebisingan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan. Kontur kebisingan pada penelitian ini menggunakan data penerbangan 5 hari. Berdasarkan penelitian, total kawasan kebisingan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan adalah 0,039 km² dengan berjarak 2 km dari runway terdapat pemukiman warga. Dengan penanaman pohon peredam kebisingan  di sisi rumah warga dapat meminimalisir kebisingan.Penelitian ini mengambil obyek pada Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan yang berlokasi di Jl.Marsma R.Iswahyudi sepinggan raya kota Balikpapan Kalimantan Timur yang dikelola  oleh PT. Angkasa Pura I Balikpapan. Dari hasil evaluasi dan analisis data diperoleh berupa Jadwal penerbangan,dan data kebisingan bandara. Berdasarkan perhitungan Analisa WECPNL tingkat kebisingan di lokasi bandara ( Aproon ), maka diketahui pengaruh kebisingan terhadap karyawan masih dalam Nilai Ambang Batas yang wajar yaitu 73.18 dB dan untuk kebisingan di daerah pemukiman, pengaruh kebisingan terhadap masyarakat cukup tinggi yaitu 91.26 dB..
RELEVANSI ARSIP DAN SEJARAH DALAM PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA syah, Alam
HUMANIKA Vol 19, No 1: JUNI 2014
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.506 KB) | DOI: 10.14710/humanika.19.1.70-80

Abstract

Abstract History as the past event, its tracking can be traced through the history trace. History trace is the fact and sign of history record which requires archives to disclosure. Archives as the history document is a silent witness which give evidence toward the success, failure, growth, and wealth of a nation. Archives, as past event record and a historical reconstruction, have an important role in building the nation character. The good nation character that contained in archives will strengthen the spirit of national anthem. Archive as the historical reconstruction can teach us a noble value, goodness, nasionalism, and teach us to follow  the struggle value of the national heroes to free the nation from ivanders suppression. When archives that full of patriotism and nasionalism values are served to people, it will grow the collective consciousness of Indonesia that has ever had a strong character in struggling to achieve its independence. Therefore, correlation between archive and history in forming the national character relates to archives role as the historical values ( values of historical). Archive is an ambassador of its era which can give informations for the next era’s interest. Thus, history is actually not inanimatte object. It is a building “live” that has many wise messages to deliver. Keywords: archive, history, forming, character, nation.
KARAKTERISTIK UNIVERSAL PELAYANAN PUBLIK: SEBUAH TINJAUAN TEORITIK Alam syah
Jurnal Borneo Administrator Vol 7 No 3 (2011)
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.031 KB) | DOI: 10.24258/jba.v7i3.80

Abstract

Nowdays, theoretichal debates on public services have been dominated by the changing ideas from New Public Management to governance, from market-oriented public services to citizen-oriented public service. It will be a never ending process because country and market life in mutualism symbiosis. They need each other. Starting from theoritical ideas and public service praxis in several countries, this paper construct a concept of universal characteristics of public services, which is, public service should be serve public value and public interest, they are not value free, they must be partipatory and empowering, fast, flexible, and friendly, economically, social and ecological justice oriented, accountable, resposive, transparent, acting based on ethical norms and laws. Although public service has universal characteristics but contextual and situational factor still influence praxis of public service in many countries.Keywords: government, public service, public interest.Hari ini, perdebatan teoritik tentang pelayanan publik didominasi pergeseran New Public Management ke governance, dari pelayanan publik berorientasi pasar ke warga negara. Perdebatan ini tidak akan pernah selesai karena negara dan pasar sesungguhnya saling membutuhkan. Bertolak dari pemikiran teoritik dan praxis pelayanan publik di beberapa negara, makalah ini mengkonstruksi konsep karakteristik universal pelayanan publik (pelayanan publik berorientasi kepentingan dan nilai-nilai publik, para pelayan publik tidak boleh bebas nilai, pelayanan publik harus partisipatif dan memberdayakan, fast, flexible, dan friendly, ekonomis, berkeadilan sosial dan ekologis, akuntabel, responsif dan transparan, tindakan para pelayan publik mempertimbangkan etika tertentu, sistem dan proses pelayanan publik dibangun atas dasar aturan, hukum, dan kesepakatan tertentu). Meskipun bersifat universal, tetapi faktor-faktor kontekstual dan situasional tetap mempengaruhi wajah pelayanan publik di setiap negara. Makalah diakhiri dengan implikasi teoritis bagi pemikiran dan praxis pelayanan publik di Indonesia.Kata kunci: pemerintah, pelayanan publik, kepentingan publik.