ANGGI ANGGI
POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PNEUMONIA DENGAN TERJADINYA PENYAKIT PERIODONTAL PADA PASIEN RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT MOEHAMAD HOESIN DAN RUMAH SAKIT AK GANI PALEMBANG SUKARMAN SUKARMAN; HELIOS ADRIYOSO; ANGGI ANGGI
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi rongga mulut, terutama periodontitis dalam beberapa dekade terakhir telah menjadi bukti sebagai faktor resiko untuk pneumonia. Bakteri patogen periodontal dapat berasosiasi dengan bakteri patogen pernafasan memanfaatkan cairan creviculargingiva sebagai sumber nutrisisehingga dapat berkembang biak dan berkomunikasi dengan menggunakan sinyal biokimiawi satu dengan yang lainnya.Bakteri ini menginduksi pelepasan sitokin proinflamasi dari sel epthelial mulut dan pernapasan. Pelepasan sitokindapat memberikan adhesi mikroba baik dalam rongga mulut maupun sel epitel pernapasan, sehingga memfasilitasi terjadinya perkembangan penyakit pernapasan pada individu yang rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pneumonia dengan terjadinya penyakit periodontal pada pasien rawat inap dan rawat jalan di RS. Moehammad Hoesin dan RS Dr. A.K Gani Palembang. Metode yang digunakan adalah survei-analitik dengan pendekatan cross sectional.Sampel berjumlah 60 orang dengan 30 individu yang mengalami pneumonia dan 30individu yang tidak mengalami pneumonia.Data diperoleh dengan penilaian indeks perdarahan apapilla dan indeks periodontal Ramjjord kemudian dianalisis menggunakan uji statistik, yaitu Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari uji statistik Chi-Square didapat X\itun/38.571) > XabeI (3.841) dengan P-value 0,000 maka berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pneumonia dengan terjadinya penyakit periodontal.Kesimpulan dari penelitian ini adalah individu 1 yang mengalami pneumonia memiliki faktor resiko yang lebih besar untuk penyakit periodontal daripada individu yang tidak mengalami pneumonia. Penyuluhan dibutuhkan untuk memberikan pengetahuan kepada pasien pneumonia untuk mencegah terjadinya penyakit periodontal dengan oralhygiene yang baik.
Hubungan Pneumonia Dengan Terjadinya Penyakit Periodontal pada Pasien Rawat Inap dan Rawat Jalan di Rumah Sakit Moehammad Hoesin dan Rumah Sakit Ak GANI Palembang Sukarman Sukarman; Helios Adriyoso; Anggi Anggi
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi rongga mulut, terutama periodontitis dalam beberapa dekade terakhir telah menjadi bukti sebagai faktor resiko untuk pneumonia. Bakteri patogen periodontal dapat berasosiasi dengan bakteri patogen pernafasan memanfaatkan cairan creviculargingiva sebagai sumber nutrisi sehingga dapat berkembang biak dan berkomunikasi dengan menggunakan sinyal biokimiawi satu dengan yang lainnya. Bakteri ini menginduksi pelepasan sitokin proinflamasi dari sel epthelial mulut dan pernapasan. Pelepasan sitokin dapat memberikan adhesi mikroba baik dalam rongga mulut maupun sel epitel pernapasan, sehingga memfasilitasi terjadinya perkembangan penyakit pernapasan pada individu yang rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pneumonia dengan terjadinya penyakit periodontal pada pasien rawat inap dan rawat jalan di RS. Moehammad Hoesin dan RS Dr. A.K Gani Palembang. Metode yang digunakan adalah survei-analitik dengan pendekatan cross sectional.Sampel berjumlah 60 orang dengan 30 individu yang mengalami pneumonia dan 30 individu yang tidak mengalami pneumonia.Data diperoleh dengan penilaian indeks perdarahan papilla dan indeks periodontal Ramjjord kemudian dianalisis menggunakan uji statistik, yaitu Uji Chi• Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari uji statistik Chi-Square didapat Xhitung 38.571) > XtabeI (3.841) dengan P-value 0,000 maka berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pneumonia dengan terjadinya penyakit periodontal.Kesimpulan dari penelitian ini adalah individu yang mengalami pneumonia memiliki faktor resiko yang lebih besar untuk penyakit periodontal daripada individu yang tidak mengalami pneumonia. Penyuluhan dibutuhkan untuk memberikan pengetahuan kepada pasien pneumonia untuk mencegah terjadinya penyakit periodontal dengan oral hygiene yang baik.