Ummu Qalsum
SMP Datok Sulaiman Palopo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Metode Quantum Learning dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII. A SMP Pesantren Datok Sulaiman Palopo Ummu Qalsum
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i2.160

Abstract

Berdasarkan catatan guru, aktivitas siswa dalam tanya jawab dan diskusi kelas masing-masing hanya sebesar 30% dan 35% dari 25 siswa yang ada. Sebagian besar dari siswa justru memperlihatkan aktivitas yang tidak relevan dengan pembelajaran, seperti kelihatan bengong dan melamun, kurang bergairah, kurang memperhatikan, bermain-main sendiri, berbicara dengan teman ketika dijelaskan, canggung berbicara atau berdialog dengan teman waktu diskusi, dan lain sebagainya. Salah satu metode pembelajaran yang sesuai adalah metode Quantum Learning yaitu salah satu bentuk pembelajaran yang membangun ikatan emosional sehingga tercipta kesenangan dalam belajar pada diri siswa. Berdasarkan hal tersebut, maka permasalahan yang diselidiki dalam penelitian ini adalah bagaimana langkah-langkah penerapan metode Quantum Learning yang tepat agar dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa Kelas VIII.A SMP Pesantren Datok Sulaiman Palopo? Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan langkah-langkah penerapan metode Quantum Learning yang tepat agar dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa Kelas VIII.A SMP Pesantren Datok Sulaiman Palopo. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Pesantren Datok Sulaiman Palopo dengan subjek penelitian siswa kelas VIII.A yang berjumlah 32 siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil yang diperoleh jika dari skor rata-rata hasil belajar bahasa Indonesia siswa pada siklus I adalah 66,3 mengalami penurunan pada siklus II dengan skor 65,1. Hal ini terjadi karena materi yang disajikan pada siklus I berada dengan materi pada siklus II, sehingga rata-rata kelasnya turun tidak berarti bahwa hasil belajar siswa menurun karena jika dilihat perolehan skor untuk materi pembelajaran menyampaikan gagasan dalam diskusi sudah cukup baik dimana menyampaikan gagasan dalam diskusi merupakan pelajaran yang membutuhkan pemahaman baik untuk mampu menghubungkan antara teori yang ada kemudian digunakan untuk menganalisis soal-soal. Disisi lain, jika dilihat rentang skor pada siklus I yaitu 69,5 kemudian semakin menurun pada siklus II yaitu 53,0. Hal ini menunjukkan suatu peningkatan, artinya pada siklus II siswa sudah mulai memacu atau mengoptimalkan potensi yang mereka miliki, sehingga perbedaan skor antara siswa yang sangat baik dan sangat kurang sudah tidak terlalu jauh. Dari data di atas jelas terlihat bahwa dengan penerapan metode Quantum Learning yang membawa siswa bergembira dalam belajar telah mengubah citra diri siswa yang semula pesimis akan kemampuan yang dimilikinya kini menunjukkan optimisme yang ditunjukkan dari hasil pekerjaannya dalam tes dan perilaku siswa selama proses belajar mengajar
Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Melalui Model Pembelajaran Kooperatif dengan Tipe Numbered Heads Together (NHT) Siswa Kelas VII.C SMP Datok Sulaiman Palopo pada Materi Teks Narasi (Cerita Imajinasi) Ummu Qalsum
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v6i1.255

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII.C SMP Datok Sulaiman Palopo Palopo pada semester ganjil tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 30 orang. Pada pelaksanaannya siswa dibagi dalam 6 kelompok heterogen yang terdiri dari 5-6 orang. Siklus I dan siklus II masing-masing dilaksanakan selama 3 kali pertemuan. Pengambilan data dilaksanakan dengan menggunakan tes hasil belajar dan observasi. Dari data dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut : (1) Hasil belajar bahasa Indonesia siswa setelah pembelajaran kooperatif tipe NHT pada siklus I berada dalam kategori “sedang” dengan skor rata-rata 61,03 dan standar deviasi 5,93, skor tertinggi 71 dan skor terendah 49 dari skor ideal yang mungkin dicapai yaitu 100. (2) Hasil belajar bahasa Indonesia siswa setelah pembelajaran kooperatif tipe NHT pada siklus II berada dalam kategori “tinggi” dengan skor rata-rata 70,73 dan standar deviasi 7,72, skor tertinggi 88 dan skor terendah 60 dari skor ideal yang mungkin dicapai yaitu 100. Selain itu, juga terungkap bahwa semangat, keberanian dan rasa percaya diri siswa mengalami peningkatan selama proses pembelajaran berlangsung setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.