Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN SELAI PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L ) (Studi Kasus Di Desa Balenrejo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur 2018) Yenny Sri Margianti
Jurnal Agriovet Vol. 2 No. 2 (2020): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya keuntungan dari usaha pengolahan Selai Pepaya California (Carica papaya L) di Desa Balenrejo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, dan untuk mengetahui besarnya nilai tambah dari usaha pengolahan produk selai Pepaya California (Carica papaya L) di Desa Balenrejo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Analisis data yang digunakan adalah analisis usaha untuk mengetahui besarnya keuntungan dan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan yang diperoleh Home Industri kelompok petani sebesar Rp 9.634,89/kg. Efisiensi pengolahan pepaya menjadi produk selai sebesar 2,4, memberikan nilai tambah bruto sebesar Rp 158.900/kg nilai tambah netto sebesar Rp 158.849,5/kg, nilai tambah bahan baku Rp 1158.900/kg dan nilai tambah tenaga kerja sebesar Rp 264.800/JKO. Kata Kunci : Agroindustri, papaya California, nilai tambah
Aplikasi Waktu Inokulasi Mikoriza Untuk Untuk Peningkatan Pertumbuhan Berbagai Macam Bibit Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum) Badiatud Durroh; Yenny Sri Margianti; Ardian Rahmanto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.412 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.3859

Abstract

AbstrakPeningkatan produksi tanaman tebu dapat dilakukan melalui cara ektensifikasi dan intensifikasi. Peningkatan produksi secara ekstensifikasi yaitu dengan cara melakukan perluasan areal untuk tanaman tebu sehingga produksi yang dihasilkan meningkat jika lahan yang diusahakan bertambah. Kemudian intensifikasi yaitu dengan cara melalakukan peningkatan kualitas teknologi budidaya tanaman tebu salah satunya dengan penggunaan varietas yang unggul. Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih 3 bulan dimulai bulan Agustus sampai Oktober 2021 di Kebun Percobaan Mandiri Desa Bendo Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode percobaan factorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 2 perlakuan yaitu: berbagai macam bibit (B) yang terdiri dari 3 aras dan waktu inokulasi mikoriza (M) terdiri dari 4 aras. Diperoleh 12 kombinasi perlakuan yaitu 3 macam bibit tebu, 4 macam waktu inokulas imikoriza, dengan 5 ulangan. Jumlah bibit yang digunakan adalah 3 berbeagai macam bibit tebu x 4 macam waktu inokulas imikoriza x 5 ulangan = 60 bibit tebu. Untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan dilakukan pengujian dengan menggunakan DMRT pada jenjang nyata 5%.Kata Kunci: Mikoriza, Bibit Budchip, Budshet, Bagal
Analisis Kesuburan Tanah di Pertambangan Minyak Tradisional Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro: Analysis of Soil Fertility in Traditional Oil Mining in Wonocolo Village, Kedewan District, Bojonegoro Regency Nindy Callista Elvania; Yenny Sri Margianti; Santi Amanda Tiara; Dimas Bagus Nugroho
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol. 8 No. 2 (2023): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v8i2.5350

Abstract

Wonocolo Village is known as a traditional mining area. This study aims to determine the level of soil contamination in traditional oil mining activities by testing N, P, K, organic matter and lime content of the soil. The method used in this research is using a proposive random sampling method. The results of testing the quality of soil in mining activities were found not to contain N,P,K. This can be seen when testing using N,P,K solutions, there was no change in soil color, organic matter and soil lime content when testing on 7 soil samples. only 2 soil samples contained organic matter and soil lime content, namely the 3rd and 7th samples. This can be seen from the presence of foam on the soil samples when dripped with H2O2 and HCL solutions. So it can be concluded that the soil in the Wonocolo mining area is highly polluted, so it is necessary to carry out bioremediation and phytoremediation the quality of soil in mining activities were found not to contain N,P,K. This can be seen when testing using N,P,K solutions, there was no change in soil color, organic matter and soil lime content when testing on 7 soil samples. only 2 soil samples contained organic matter and soil lime content, namely the 3rd and 7th samples. This can be seen from the presence of foam on the soil samples when dripped with H2O2 and HCL solutions. So it can be concluded that the soil in the Wonocolo mining area is highly polluted, so it is necessary to carry out bioremediation and phytoremediation.