Suhartini Suhartini
Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banten

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemberdayaan Siswa dalam Mengenal Bahaya Rokok terhadap Kesehatan dan Upaya Pencegahannya di SMAN 1 Cibadak, Lebak Ahmad Ahmad; Hadits Lissentiya Armal; Suhartini Suhartini
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Juli - September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.826 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i3.923

Abstract

Senior High School I Cibadak is one of the schools that does not have a special regulation regarding the application of a No Smoking Area. Meanwhile in school environment, theat smoking behavior of the students is still a problem. Some students are founded smoking in the environment around the school, although it was done secretly. Dedication to community activities aim to increase the knowledge of students and teachers about the dangers of smoking to health and the establishment of a No Smoking Area in SMAN 1 Cibadak, Lebak Regency. The results of dedication community are the first, training of 20 students to availability of promotional media for the prevention of the dangers of smoking, the second making of regulations for SMAN I Cibadak as a Non-Smoking Area (KTR), the third preparation of articles, and the compilation of a pocketbook "The dangers of smoking to health and its prevention efforts", the last making videos of dedication community activities. While the outcomes achieved were the issuance of the Principal Regulation of SMAN I Cibadak number: 421/887- SMAN.01/CBDK/2021 dated November 3 2021, concerning Non-Smoking Areas (KTR) at SMAN I Cibadak. Determination of KTR as a step in preventing smoking behavior for students at SMAN 1 Cibadak, it is hoped that the application of KTR can be carried out in other schools in Lebak, Rangkasbitung Regency, Banten. ABSTRAK Sekolah Menengah Atas Negeri I Cibadak merupakan salah satu sekolah yang belum memiliki regulasi khusus tentang penerapan kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah. Sementara perilaku merokok siswa di sekolah masih menjadi masalah yang kerap ditemukan. Beberapa siswa masih ditemukan merokok di lingkungan sekitar sekolah meskipun kebiasaan tersebut dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan guru tentang bahaya rokok terhadap kesehatan dan terbentuknya Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan SMAN 1 Cibadak Kabupaten Lebak. Hasil kegiatan adalah terlatihnya 20 orang siswa, tersedianya media promosi pencegahan bahaya rokok, tersusunnya regulasi penetapan SMAN I Cibadak sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR), tersusunnya artikel pengabdian kepada masyarakat, dan tersusun Buku pedoman “Bahaya merokok terhadap kesehatan dan upaya pencegahannya“, serta video kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sedangkan luaran yang dicapai adalah diterbitkannya Peraturan kepala sekolah SMAN I Cibadak nomor : 421/887-SMAN.01/CBDK/2021 tanggal 3 November tahun 2021 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di SMAN I Cibadak. Penetapan KTR menjadi satu Langkah dalam mencegah perilaku merokok bagi para siswa di SMAN 1 Cibadak, diharapkan penerapan KTR dapat dilakukan di sekolah lainnya yang berada di Lebak, Kabupaten Rangkasbitung, Banten.
PENGEMBANGAN MODEL "SURVEILANS IBU HAMIL DAN NEONATAL RISIKO TINGGI PADA MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI “TINAMILA” suhartini suhartini; Ahmad Ahmad
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 9 No 2 (2022): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v9i2.441

Abstract

The second goal of SDGs, namely to ensure healthy and encouraging life well-being for every one of everything age in 2030, is to reduce the maternal mortality rate by below 70 per 100,000 KH and reduce the Mortality Rate of Neonatal to 12 per 1000 KH. Profile data Mandala Health Center describes the amount. Dead mothers in 2020 found 1 death mother births, death rates mothers (174.2 per 100,000 births alive ). Amount Infant mortality 1 Infant (1.4 per 1000 births live ) Numbers born died 2 people (2.8 per 1000 live births ). Neonatal deaths are as many as 11 people or around 5.5 per 1000 births. Health center midwife information is known reporting mother and baby pain during this, including during the Covid-19 period in 2020-2021 yet walk well, reports of pregnant women and neonatal risks tall During this reported through report monthly posyandu. The research aims to determine the effect of developing a surveillance model for pregnant women and high-risk newborns during the COVID-19 pandemic by using the "TINA MILA" application to increase the competence of cadres and midwives at the Mandala Health Center in 2022/2023. The research methodology uses a quasi-experimental quantitative design using the dependent T-test. The research team tried to develop a reporting model, "surveillance for early detection of high-risk pregnant and neonatal women during the COVID-19 pandemic," using the "TINA MILA" application. The study results show the average distribution of cadres' knowledge values before and after the Model Development training "Surveillance of high-risk pregnant and neonatal women during the Covid-19 pandemic towards increasing the competence of cadres and midwives in the working area of the Mandala Health Center in 2022. The study's results showed a difference in the average score before and after the training, as indicated by the acquisition of the cadre's knowledge value which had increased after the training. The results of the Wilcoxon Non-Parametric statistical test obtained a value of p = 0.000 which means that statistically, it shows that there is a difference in the average value knowledge of cadres about early detection of high-risk pregnant and neonatal women during the covid-19 period by using the TINAMILA application before after training. To facilitate the use of the application and understanding of early detection of pregnant women and high-risk neonates, it needs to be supported by a guidebook for the use of Surveillance for early detection of pregnant women and high-risk neonates using the TINAMILA application.
PENGARUH MODEL PENDEKATAN INTERPROFESIONAL KOLABORASI TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN PENYAKIT KRONIK DI PUSKESMAS KALANGANYAR KABUPATEN LEBAK Ahmad Ahmad; suhartini Suhartini
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 10 No 1 (2023): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v10i1.503

Abstract

Penyakit kronik memiliki durasi gangguan Kesehatan yang lama, sehingga membutuhkan waktu perawatan dan pengobatan yang Panjang. Perawatan dan pengobatan yang Panjang tersebut, berdampak pada kepatuhan pasien dalam melakukan perawatan dan pengobatan tersebut. Kepatuhan pasien dalam melakukan pengobatan, merupakan salah satu factor penting dalam penanganan penyakit kronik.Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh model Pendekatan Interprofesional Kolaborasi terhadap kepatuhan pengobatan pasien penyakit kronik di Puskesmas Kalanganyar Kabupaten Lebak tahun 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain studi kuasi eksperimen. Bentuk intervensi yang dilakukan adalah pelatihan interprofessional kolaborasi dan pemberian buku pemantauan pasien penyakit kronis. Sampel dalam penelitian ini pasien dengan penyakit kronis sebanyak 80 orang dan 35 orang petugas Kesehatan di puskesmas Kalanganyar kab. Lebak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diadopsi dari peneliti yang telah menggunakan model kuesioner CPAT dan MMS. Pengumpulan data dialkukan selama kurang lebih 4 bulan oelh tim yang ada di puskesmas, baik kepada pasien yang ada di puskesmas, maupun saat pelayanan di luar Gedung puskesmasm Data yang terkumpul diolah dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji statistic yang digunakan Kai-skuer. Hasil penenlitian menunjukan bahwa ditemukan sepertiga responden penderita penyakit kronik tidak patuh dalam melakukan pengobatan penyakit kronik (35 %).Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (85%), berpendidikan sekolah Dasar (70 %), dan bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (85 %).Responden yang menderita penyakit Hypertensi proporsinya 6 kali lebih tinggi (86,2 %), dibanding penyakit diabitus mellitus (13,8 %). Sebagian besar responden telah menderita sakit diatas 1 tahun (86,2 %), hampir setengahnya tenaga Kesehatan di Puskesmas Kalanganyar kurang baik dalam praktik interprofessional kolaborasi dalam pelayanan pasien penyakit kronis (42,9 %). Hasil analisis data, ditemukan bahwa secara statistic variable yang menunjukan adanya hubungan, yakni variabel jenis kelamin dan pekerjaan, sementara variable Pendidikan, umur, jenis penyakit dan lama penyakit tidak menunjukan hubungan yang bermakna. Perlunya pasien penyakit kronik melakukan pengobatannya secara teratur dan berkesinambungan, melalui pennggunaan buku pemantauan Kesehatan pasien penyakit kronik, yang disimpan pasien dan dibawanya setiap melakukan pelayanan Kesehatan.Tenaga Kesehatan perlu lebih meningkatkan implementasi Interprofesional kolaborasi dalam penanganan penyakit kronis baik di dalam maupun luar Gedung puskesmas.