Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI PUSKESMAS TANJUNG KARANG MATARAM Nurul auliya kamila
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 8 No 1 (2021): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v8i1.263

Abstract

Salah satu penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan berupa komplikasi yang disebabkan oleh abortus. Abortus dapat menyebabkan komplikasi yang mengarah pada kematian ibu. Ada beberapa faktor penyebab abortus yaitu : faktor ibu, antara lain usia, paritas, riwayat abortus, jarak kelahiran, usia kehamilan, tingkat Pendidikan, pekerjaan dan anemia. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan di Puskesmas Tanjung Karang pada tahun 2019 menunjukkan bahwa jumlah ibu hamil mencapai 1716 orang, dimana yang mengalami anemia sebanyak 425 orang (24,76%) sedangkan yang mengalami abortus sebanyak 311 orang (18,12%). Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian abortus di Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2019. Rancangan penelitian survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasinya adalah seluruh ibu hamil yang datang berkunjung ke Puskesmas Tanjung Karang dari bulan Januari-Desember 2019 dan tercatat dalam register dengan jumlah 1287 orang. Teknik pengambilan sampelnya adalah sistematik random sampling sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 93 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat bantu register dan KIA/KMS . Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abortus lebih banyak terjadi pada ibu yang mengalami anemia sebanyak 53 orang (57,0%) dibandingkan yang tidak mengalami anemia sebanyak 40 orang (43,0%), ini berarti adanya hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian abortus di Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2019 dengan p value sebesar 0,017. Disarankan kepada petugas kesehatan agar lebih meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya dalam mendeteksi faktor pada kejadian abortus serta dapat menangani pasien secara cepat dan tepat sesuai dengan diagnosa pasien
PROSES PENYEMBUHAN LUKA OPERASI FASE INFLAMASI DENGAN TINDAKAN MOBILISASI DINI PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RSAD WIRA BHAKTI MATARAM Rosa Mutianingsih; Nurul Auliya Kamila
Jurnal Penelitian Vol 4, No 1 (2022): JURNAL PENELITIAN
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/jp.v4i1.155

Abstract

Early mobilization is a supporting factor in accelerating postoperative wound recovery and can prevent postoperative complications. By early mobilization, vascularization will be better so that it will affect post sectio caesarea wound healing because the wound requires good blood circulation for cell growth or repair. Based on the results of preliminary study interviews conducted by 9 out of 10 postpartum mothers after sectio caesarea, they were afraid to do early mobilization. One of the reasons was that postpartum mothers were afraid that the surgical sutures would come off. This study aims to determine the effectiveness of early mobilization with the wound healing process of sectio caesarea at the Wira Bhakti Hospital Mataram. The research design used is analytical observational. The sampling technique in this study used an accidental sampling technique with inclusion and exclusion criteria with a sample of 30 respondents and data scollection using an observation sheet.Based on the results of the study, it was found that from 30 respondents postpartum mothers who were examined were more likely to do early mobilization in the first 6-10 hours, namely 23 people (76.7%) and those who experienced wound healing in the inflammatory phase 0-3 days post-sectio. caesarea, namely 23 people (76.7%) and those who did not recover were none. While respondents who did not do early mobilization 10 hours post sectio caesarea were 7 people (23.3%) and those who experienced wound healing in the inflammatory phase 0-3 days post sectio caesarea were none and those who did not heal were 7 people (23, 3%).Based on the results of the chi-square test, the p value is 0.000 with a = 0.05 then (p a), because p 0.05 means Ho is rejected and Ha is accepted so early mobilization of post sectio caesarea patients is effective in the wound healing process in the surgical phase. inflammation 0-3 days at Wira Bhakti Hospital Mataram in 2017. This study can be used as input in the context of implementing midwifery care programs, especially early mobilization for the first 6-10 hours of post sectio caesarea to be improved so that it is hoped that all patients who perform early mobilization in the first 6-10 hours of post sectio caesarea experience surgical wound healing.
Pemeriksaan Kehamilan dan Penyuluhan Kesehatan di Posyandu Ampenan Selatan Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang Nurul Auliya Kamila
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 1 No 2 (2020): Edisi Agustus 2020
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan adalah fase penting dalam kehidupan seorang ibu oleh karena itu kesejahteraan janin, serta persiapan persalinan dan kelahiran yang matang perlu dipersiapkan. Pemeriksaan kehamilan dan penyuluhan kesehatan bertujuan mendeteksi kelainan dalam kehamilan sedini mungkin, penyuluhan bertujuan menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan bayinya. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan dan pemeriksaan kehamilan dilakukan di Posyandu Ampenan selatan wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang Mataram, metode yang digunakan adalah ceramah dan praktik pemeriksaan kehamilan dengan bantuan kader, bidan desa dan tenaga kesehatan Puskesmas Tanjung Karang. Hasil dari kegiatan penyukuhan ini adalah dilakukan evaluasi nya pengetahuan ibu hamil terkait materi penyuluhan dan sebagian besar (99%) sudah mengerti ditandai dengan mampunya peserta menjawab apa yang ditanyakan oleh pemateri. Pemeriksaan ibu hamil didapatkan seluruh ibu hamil dan janinnya dalam kondisi normal sesuai usia kehamilan ibu.
PENYULUHAN PERSIAPAN PERSALINAN DAN YOGA PADA IBU HAMIL PKM DI DESA SEMOYANG PRAYA TIMUR KABUPATEN LOMBOK TENGAH Nurul auliya kamila
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 2 No 2 (2021): Edisi Agustus 2021
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v2i2.660

Abstract

Persalinan adalah fase penting dalam kehidupan seorang ibu oleh karena itu kesejahteraan janin, serta persiapan persalinan dan kelahiran yang matang perlu dipersiapkan. Persiapan persalinan bertujuan menggenapkan usaha ibu hamil untuk menghadapi kelahiran bayi yang meliputi persiapan fisik, mental (psikologis) dan materi yang cukup agar kelahiran anak berjalan dengan lancar, menghasilkan ibu dan anak yang sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan dan yoga dilakukan di Polindes Semoyang Wilayah kerja Puskesmas Mujur Praya Timur, metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi yoga dengan bantuan kader dan bidan desa. Hasil dari kegiatan penyukuhan ini adalah dilakukan evaluasi nya pengetahuan ibu hamil terkait materi penyuluhan dan sebagian besar (99%) sudah mengerti ditandai dengan mampunya peserta menjawab apa yang ditanyakan oleh pemateri. Demonstrasi yoga ibu hamil didapatkan seluruh ibu hamil dan janinnya dalam kondisi normal sesuai usia kehamilan ibu.
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA REMAJA DI MASA PANDEMI COVID-19 DI DUSUN POAN UTARA GUNUNG SARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Nurul auliya kamila
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 2 No 2 (2021): Edisi Agustus 2021
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v2i2.688

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi remaja perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh, mengingat pada dekade terakhir ini sudah terjadi pergeseran norma dalam masyarakat khususnya remaja, dimana pergaulan menjadi lebih luas dan bebas, ditunjang dengan sarana sosial media yang semakin maju sehingga para remaja lebih banyak mendapatkan pengetahuan bukan dari pihak yang seharusnya sehingga berdampak pada terjadiya pernikahan di usia muda. Hal tersebut yang menjadi salah satu tujuan diadakannya kegiatan pendidikan kesehatan tentang reproduksi remaja oleh Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram di Dusun Poan Utara Kabupaten Lombok Barat, dengan melihat masih adanya pernikahan dini yang terjadi di dusun tersebut. Masa remaja adalah masa transisi dan sangat problematis dalam aspek psikologis. Metode ceramah dipilih untuk memberikan penjelasan terkait kesehatan reproduksi pada remaja dan tanya jawab juga dilaksanakan agar peserta dapat menggali pengetahuan sebanyak banyaknya tentang materi yang disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan peserta dalam memahami materi yang disampaikan.