Nanda Rizki Wiliyanto
Universitas Negeri Semarang Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Pendidikan Inklusi di SMAN 1 Padangan Nanda Rizki Wiliyanto
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 1 (2022): January : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.415 KB) | DOI: 10.55352/mudir.v4i1.490

Abstract

Inclusive Education Management, In inclusive education institutions aim to provide opportunities for children with disabilities or special needs to be able to participate in learning like other normal children. Inclusive education management is an activity, planning, implementing, and supervising all activities (programs), in order to provide education for all students, including students with special needs in order to achieve goals. This type of research includes qualitative research and uses descriptive analysis techniques, in order to find out the problem and get accurate data, the researcher uses the method of observation, interviews and documentation. The results of this study can be said that in the discussion of inclusive education management that stands out is the emphasis on the management of inclusive education programs. that planning (planning) is a basic function of management, because in organizing, actuating, and controlling must first be planned. So that the risk borne is relatively small, all activities, actions, and policies should be planned in advance. Organizing The organizing function (organizing = division of labor) is closely related to the planning function, because organizing must be planned. Actuation is moving people to work in accordance with the tasks assigned to them so that they can achieve the goals that have been set. In carrying out the main tasks and functions given by superiors to subordinates or members, they must be carried out with a full sense of responsibility, totality, and maximum. There needs to be good cooperation from superiors to subordinates or members as well as among fellow members in carrying out tasks. So that the goals to be achieved can be realized. Controlling is an important part of management, because in supervision one will know if a program is running smoothly or if there is an obstacle. Supervision is trying as much as possible to oversee the programs that have been planned so that they run optimally and as they should.
MANAJEMEN PENDIDIKAN INKLUSI DI SMAN 1 PADANGAN Nanda Rizki Wiliyanto
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2022): January : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v4i1.130

Abstract

Manajemen Pendidikan Inklusi, Di lembaga pendidikan inklusi bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak disabilitas atau berkebutuhan khusus agar dapat mengikuti pembelajaran seperti layaknya anak-anak normal lainnya. Manajemen pendidikan inklusi ialah kegiatan, merencanakan, mengimplementasi, dan mengawasi segala kegiatan (program), guna agar terselenggaranya pendidikan bagi seluruh peserta didik termasuk peserta didik berkebutuhan khusus dalam rangka mencapai tujuan. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dan menggunakan teknik analisis deskriptif, guna mengetahui permasalahan dan mendapatkan data yang akurat, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa dalam pembahasan manajemen pendidikan inklusi yang terlihat menonjol adalah penekanan terhadap pengelolaan program pendidikan inklusi. yakn Perencanaan (planning) adalah fungsi dasar manajemen, karena dalam organizing, actuating, dan controlling pun harus terlebih dahulu direncanakan. Agar resiko yang ditanggung itu relatif kecil, hendaknya semua kegiatan, tindakan, dan kebijakan direncanakan terlebih dahulu. Pengorganisasian (organizing) Fungsi pengorganisasian (organizing = pembagian kerja) berkaitan erat dengan fungsi perencanaan, karena pengorganisasian pun harus direncanakan. Pelaksanaan (Actuanting) merupakan menggerakkan orang-orang agar bekerja sesuai dengan tugas yang diberikan kepadanya sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang diberikan atasan kepada bawahan atau anggota harus dilaksanakan dengan rasa penuh tanggung jawab, totalitas, dan maksimal. Perlu adanya kerjasama yang baik dari atasan kepada bawahan atau anggota maupun antar sesama anggota dalam melaksanakan tugas-tugas. Sehingga tujuan yang akan dicapai dapat diwujudkan. Pengawasan (controlling) merupakan bagian dari manajemen yang penting untuk dilakukan, karena dalam pengawasan akan mengetahui sebuah program berjalan dengan lancar atau terselip sebuah kendala. Pengawasan memang berusaha semaksimal mungkin mengawal program-program yang telah direncanakan supaya berjalan maksimal dan sebagaimana mestinya.