Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL BIOEKONOMI EKSPLOITASI MULTISPESIES SUMBER DAYA PERIKANAN PELAGIS DI PERAIRAN SELAT BALI (Bio-economic Model of Multispecies Exploitation of Pelagic Fishery Resources in the Bali Strait) N. Zulbainarni; M. Tambunan; Y. Syaukat; A. Fahrudin
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 2 No. 2 (2011): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.456 KB) | DOI: 10.29244/jmf.2.2.141-154

Abstract

Bali Strait has potential abundance of pelagic fishery resources such as Indonesian oil sardine (lemuru), frigate mackerel (tongkol), scad mackerel (layang), short-bodied mackerel (kembung) and others which can be caught mostly using purse seine. Fishery resources are combined and also known asmultispecies; therefore this research aimed to analyze the model of bio-economic multispecies exploitation of pelagic fishery resources in Bali Strait. The analytical methods that used in this research were estimated dynamic model of Walters and Hilborn (1976) and analysis of bio-economic model. The results showed that actual production of exploitation of pelagic fishery resources in Bali Strait, was lower than the rate of sustainable production especially Indonesian oil sardine and short-bodied mackerel. Production and fishing effort were below the actual optimal value. The management of pelagic fishery resources in Bali Strait did not show a good level of economic efficiency. Thus the exploitation of pelagic fishery resources in Bali Strait using purse seine could still be increased.Key words: bio-economic, multispecies, optimal
TOTAL FAKTOR PRODUKTIVITAS USAHATAMBAK TERKAIT DENGAN POLUTAN TAMBAK DI KABUPATEN KARAWANG Lilis Imamah I.; S. Hartoyo; Y. Syaukat; S. Utami K
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 7, No 1 (2013): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.106 KB) | DOI: 10.15408/aj.v7i1.5169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan produksi budidaya usahatambak di Pesisir Utara Kabupaten Karawang melalui indek total faktor produktivitas dengan memperhatikan polutan yang dihasilkannya. Secara spesifik tujuan operasional penelitian ini adalah Mengukur total faktor produktivitas usahatambak Kabupaten Karawang , Mengukur dampak polutan terhadap total faktor produktivitas usahatambak di Kabupaten Karawang. Jenis data yang digunakan adalah data primer, cross section dan data sekunder.  Data primer diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan dengan metode wawancara kepada responden dan indepth studi atau wawancara mendalam dengan pelaku produksi dan tokoh masyarakat yang mengetahui permasalahan di lapangan. Dilengkapi dengan data-data tercatat yang  terdapat di instansi-instansi seperti UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Dinas Perikanan, TPHT (Tempat  Pelelangan Hasil Tambak), Dinas Perikanan Kelautan Dan Peternakan,  BPAPL (Balai Perikanan, Air Payau Dan Laut), kios-kios tambak,  BLU (eks TIR), BPS Kab. Karawang dsb. Penelitian ini menggunakan beberapa tahap penyelesaian. Tahap Pertama mengukur dan menganalisis penampilan produksi usahatambak berdasarkan pola budidaya monokultur bandeng atau udang dan polikultur bandeng-windu. Tahap kedua menggunakan indek Total Faktor Produktivitas Thornvist Theil. Tahap ketiga, Indek  TFP yang diperoleh kemudian diregresikan dengan tiga  limbah tambak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Faktor-faktor produksi yang berpengaruh adalah pakan. luas tambak dan tenaga kerja. Pada pola intensif udang variabel benih sangat berpengaruh dibandingkan dengan usaha tambak lainnya. Monokultur (bandeng dan udang) memiliki tingkat total faktor produktivitas lebih tinggi dibandingkan dengan polikultur. Polutan nitrogen dan bahan organik mempengaruhi TFP terutama pada budidaya teknologi intensif udang. Mangrove tidak berpengaruh terhadap TFP bahkan berkorelasi negatif terhadap usahatambak kecuali pada budidaya bandeng.