Juni Setiawan
Akademi Kebidanan Ibrahimy

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PERNIKAHAN DINI TERHADAP TERJADINYA PARTUS LAMA Nur Hidayati; Juni Setiawan
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2017): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.115 KB) | DOI: 10.35316/oksitosin.v4i2.367

Abstract

Early marriage is a marriage performed by married couples where both are still under 21 years of age is 19 years for men - men and 16 years for women. While prolonged labor is labor that is abnormal characterized by slowness or lack of progress of labor in a certain time unit size. The purpose of this study was to investigate the effect of early marriage on the occurrence of prolonged labor in the village Sumberwaru Banyuputih District of Situbondo. This study design using analytical research, with cross sectional design, with a sample of 68 mothers of 84 women who married early in Sumberwaru village. And using simple random sampling technique. Uji statistic used is the Wilcoxon Signed Rink Test with the help of computer program SPSS 16. The results showed that there was significant effect (p = 0.000), namely (0.000 <0.005) between early marriage with the occurrence of prolonged labor. It can be concluded that there was influence of early marriage on the occurrence of prolonged labor. For that is expected for the adolescent not married at usi less than 21 years and delaying the first pregnancy until reaching the age of 20 years in order to avoid the possibility of a long labor, bleeding, and the conflicts that led to divorce. Keywords: Early Marriage, Prolonged Labor. ABSTRAK Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan suami isteri dimana keduanya masih di bawah umur 21 tahun yaitu 19 tahun untuk laki - laki dan 16 tahun bagi perempuan. Partus lama adalah persalinan yang abnormal yang ditandai oleh kelambatan atau tidak adanya kemajuan proses persalinan dalam ukuran satuan waktu tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh pernikahan dini terhadap terjadinya partus lama di Desa Sumberwaru Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo. Desain penelitian ini menggunakan penelitian analitik, dengan rancangan Cross Sectional, dengan sample 68 ibu yang menikah dini di Desa Sumberwaru dan menggunakan tekhnik simple random sampling,.Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan Komputer program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan (p=0,000) yaitu (0,000<0,05) antara pernikahan dini dengan terjadinya partus lama. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pernikahan dini terhadap terjadinya partus lama. Untuk itu diharapkan bagi para remaja tidak menikah pada usia kurang dari 21 tahun dan menunda kehamilan pertamanya hingga mencapai usia 20 tahun agar tidak timbul kemungkinan terjadinya persalinan yang lama, perdarahan, dan konflik yang berujung perceraian. Kata Kunci : Pernikahan Dini, Partus Lama.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU MEMBERIKAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BAYI USIA KURANG DARI ENAM BULAN Juni Setiawan
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2016): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.622 KB)

Abstract

Gives food supplement for baby less than six months great opportunities entry of disease, This is caused by the immune system of infants aged less than six months have not been perfect. The purpose of this study was to determine the factors that affect the mother gives food supplement in infants aged less than six months in sumberanyar Banyuputih situbondo. This research was descriptive research. The population in this study were all breastfeeding mothers who give food supplement in infants aged less than six months in the village sumberanyar amount 125 peoples. Sampling method using random sampling technique amount 56 respondents. The data collection used by questionnaires.The results showed that majority respondents which give food supplement for baby less than six months were low knowledge as 20 respondents (36%), health officials have given the IEC as many as 49 respondents (87.5%), advertisements factor as many as 31 respondents (55%) were affected, social and cultural factors as much as 22 respondents (39%) were affected, educational factors as much as 23 respondents (41%) of primary school graduates, income factor of 30 respondents (53.5%) low income. Keywords: Giving Food Supplement, Baby Less Than Six Months. ABSTRAK Pemberian makanan sebelum bayi berumur enam bulan memberikan peluang besar masuknya berbagai penyakit, hal ini disebabkan sistem imun bayi yang belum sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu memberikan makanan tambahan pada bayi usia kurang dari enam bulan di Desa Sumberanyar Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi penelitian ini adalah semua ibu menyusui yang memberikan makanan tambahan pada bayi usia kurang dari enam bulan sebanyak 125 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan tehnik random sampling yakni 56 responden. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang memberikan makanan tambahan pada bayi kurang dari enam bulan yaitu dengan pengetahuan rendah 20 responden (36%), telah diberikan KIE sebanyak 49 responden (87,5%), terpengaruh iklan sebanyak 31 responden (55%), terpengaruh sosial budaya sebanyak 22 responden (39%), lulusan SD sebanyak 23 responden (41%), berpendapatan rendah 30 responden (53,5%) Kata kunci: Pemberian makanan tambahan, Bayi Kurang Enam Bulan.
PERBEDAAN KUALITAS PELAYANAN BIDAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN Juni Setiawan
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2016): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.526 KB)

Abstract

Quality of services centered on addressing the needs and desires as well as the accuracy of delivery to compensate customers' expectations. This study aims to determine the differences in quality of care midwife instead delima and midwives working in the health center Banyuputih. Obtained data was that the difference in quality of midwifery service and midwife instead of delima was seen from respondents who were dissatisfied and not qualified respondents 0 (0%), while respondents who were dissatisfied but qualified midwife services 12 respondents (50%), and respondents who felt satisfied but not qualified midwife services 12 respondents (50%), while respondents who were satisfied and service quality midwife 0 respondents (50%). SPSS test results with α = 0.05 maximizing level the results obtained probability of p = 0.00, which means H1 H0 is rejected or accepted, which means there was a difference in the quality of midwifery care to patient satisfaction in the work area Banyuputih District health clinic. Keywords: Quality of Midwifery Services, Patient Satisfaction ABSTRAK Kualitas pelayanan berpusat pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan serta ketepatan penyampaiannya untuk mengimbangi harapan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas pelayanan bidan delima dan bidan bukan delima di wilayah kerja Ppuskesmas Banyuputih. Didapatkan data bahwa perbedaan kualitas pelayanan bidan delima dan bidan bukan delima yaitu dilihat dari responden yang merasa tidak puas dan tidak berkualitas 0 responden (0 %) sedangkan responden yang merasa tidak puas tapi pelayanan bidan berkualitas 12 responden (50 %), dan responden yang merasa puas tapi pelayanan bidan tidak berkualitas 12 responden (50%) sedangkan responden yang merasa puas dan pelayanan bidan berkualitas 0 responden (50%). hasil uji dengan tingkat kemaksimalan α = 0,05 diperoleh hasil probabilitas sebesar p = 0,00 yang artinya H0 ditolak atau H1 diterima yang berarti ada perbedaan kualitas pelayanan bidan terhadap kepuasan pasien di wilayah kerja Puskesmas kecamatan Banyuputih. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan Bidan, Kepuasan Pasien
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN MOTIVASI KADER DALAM KEGIATAN POSYANDU Juni Setiawan
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 2 No. 1 (2015): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.424 KB)

Abstract

Public Health Cadre are men or women who have been selected by the community and trained to deal with health problems of individuals and society, as well as work in the area close to the delivery of health services, (Syafrudin, 2009). The purpose of this study to determine the relations of the level of education on the motivation of cadre in Posyandu activities in Asembagus district of Situbondo year This study was an analytical approach with point approach. Techniques used in the sampling using random sampling techniques were 58 respondents from a population of 390 cadre. The collection of data by conducting interviews. In the study found sig. (2-tailed) was greater than 0.05 level of significant (p-value> 0.05), namely (0.085> 0.05), which means there was no relations the education level with motivation of cadre in Posyandu activities. Keywords: Education Level, Motivation Cadre ABSTRAK Kader kesehatan masyarakat adalah laki-laki atau wanita yang dipilih oleh masyarakat dan dilatih untuk menangani masalah-masalah kesehatan perseorangan maupun masyarakat, serta bekerja ditempat yang dekat dengan pemberian pelayanan kesehatan, (Syafrudin, 2009). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan terhadap motivasi kader dalam kegiatan posyandu di kecamatan asembagus kabupaten situbondo tahun 2014. Desain penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan pendekatan point approach. Tehnik yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan tehnik random sampling sebanyak 58 responden dari populasi sebanyak 390 orang kader. Pengumpulan data dengan cara melakukan wawancara. Pada penelitian tersebut didapatkan nilai sig. (2- tailed) lebih besar dari level of significant α 0,05 (p > 0,05) yaitu (0,085>0,05), yang artinya tidak ada hubungan tingkat pendidikan dengan motivasi kader dalam kegiatan posyandu. Kata kunci: Tingkat Pendidikan, Motivasi Kader
PERBEDAAN KADAR GULA DARAH SEBELUM DAN SESUDAH SENAM DIABETES Juni Setiawan
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 2 No. 2 (2015): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.865 KB)

Abstract

Diabetes mellitus is a condition when the pancreas stops producing insulin or does not produce the hormone insulin as a result of glucose can not be absorbed well by the body cells, causing an increase in blood sugar. Gymnastyc can reduce blood levels test useful for diabetic. The aim of this study difference of blood sugar levels from pre and post of diabetes gymnastic in Banyuputih Community Health Centers. The research design using Pra Experimental. Population in this study were diabetics who follow diabetes gymnastic in Community Health Centers of Banyuputih at Januari 2015 as sample is 27 respondens. Data collection used questioner and observation. Data analysis used wilcoxon signed test rank by up-rank values are p<α then 0,000 so H0 is rejected, which means there was no difference of blood sugar levels from pre and post of diabetes gymnastic in Community Health Center of Banyuputih Situbondo year 2015. Keywords : Diabetes Mellitus, Diabetes Gymnastic, Blood Sugar Levels ABSTRAK Diabetes mellitus merupakan kondisi ketika pankreas berhenti memproduksi insulin yang mengakibatkan glukosa tidak dapat diserap secara baik oleh sel tubuh sehingga terjadi peningkatan gula dalam darah. Senam dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah yang bermanfaat bagi penderita diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah senam di Puskesmas Banyuputih Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo Tahun 2015. Desain penelitian yang digunakan menggunakan “Pra-experimental”. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes yang mengikuti senam diabetes di Puskesmas Banyuputih tahun 2015 sebanyak 27 orang. Pengumpulan data menggunakan koesioner dan observasi. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaksimalan α = 0,05. Hasil perhitungan nilai p<α yaitu 0,000 maka H0 ditolak yang artinya ada perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah senam diabetes di Puskesmas Banyuputih-Situbondo 2015 Kata kunci : Diabetes Mellitus, Senam diabetes, Kadar gula darah