This Author published in this journals
All Journal JURNAL KEBIDANAN
Any Isro’aini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN POSYANDU LANSIA OLEH KADER (Studi Di Puskesmas Sumobito Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang) Any Isro’aini
Jurnal Kebidanan Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v16i1.403

Abstract

Angka kesakitan lansia adalah jumlah proporsi penduduk lansia yg mengalami masalah kesehatan hingga mengganggu aktivitas. Data badan pusat statistik Indonesia menunjukkan bahwa angka kesakitan di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013 angka kesakitan penduduk lanjut usia 29.98%, tahun 20014 sebesar 31.11, dan tahun 2015 sebesar 30.46%. Program posyandu lansia merupakan salah satu bentuk Pelaksanaan kebijakan publik di bidang kesehatan dalam rangka meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan lanjut usia Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor – faktor yang berpengaruh terhadap Pelaksanaan posyandu lansia oleh kader di Puskesmas Sumobito Kecamatan Sumobito kabupaten JombangJenis penelitian bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Instrumen berupa kuesioner. Populasi adalah kader posyandu lansia sejumlah 350  kader, jumlah sampel 83 responden diambil dengan simple random sampling. Dilakukan analisa hubungan dengan Product moment dan analisa pengaruh secara bersama – sama antar variabel dengan Regresi Linier BergandaHasil penelitian menunjukkan bahwa  59,0% responden komunikasinya baik, 54,2% sumber dayanya baik, 53,0% responden disposisinya baik, dan 56,6% struktur birokrasinya baik. Hasil analisis hubungan dengan uji Product Moment menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan Pelaksanaan posyandu lansia antara lain kader komunikasi (p = 0,001), sumber daya (p = 0,001), disposisi (p = 0,001), struktu birokrasi (p = 0,001). Sedangkan pada uji regresi linier berganda variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi mempunyai hubungan secara bersama-sama dengan posyandu lansia dengan F hitung 121.89 dan signifikansi 0,001 < 0,05artinya Pelaksanaan posyandu lansia dipengaruhi oleh komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. ArtinyaDisarankan kepada dinas kesehatan Melakukan advokasi kepada pembuat kebijakan dan pengambil keputusan di tingkat daerah / desa agar program posyandu lansia memperoleh dukungan dalam pelaksanaannya.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN POS PEMBINAAN TERPADU (POSBINDU) OLEH KADER (Studi Di Puskesmas Sumobito Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang) Any Isro’aini
Jurnal Kebidanan Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v15i1.452

Abstract

Permasalahan kesehatan yang masih dihadapi hingga saat ini dalam pembangunan kesehatan Indonesia adalah adanya beban ganda penyakit, yaitu salah satu pihak masih terdapat penyakit infeksi yang belum ditangani, dipihak lain semakin tingginya penyakit yang tidak menular (PTM Kisaran angka kematian akibat penyakit tidak menular semakin meningkat dari 38,7% di tahun 2004 menjadi 59,9% di 2005, dan meningkat menjadi 69,5% pada tahun 2006 (RISKESDAS, 2007).Tingginya angka penyakit tidak menular dapat menjadi ancaman dalam pembangunan kesehatan Indonesia, karena berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk itu diciptakan program  pengendalian Penyakit Tidak Menular berbasis masyarakat yang disebut juga dengan Posbindu PTM sasaran yang berusia 16-45 tahun. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor – faktor yang berpengaruh terhadap pelaksanaan Pos Pembinaan Terpadu oleh kader di Puskesmas Sumobito Kecamatan Sumobito kabupaten JombangPenelitian bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur penelitianberupa kuesioner. Populasi adalah seluruh kader Pos Pembinaan Terpadu sejumlah 150  kader, jumlah kader yang diambil sebagai sampel adalah 83 responden, diambil secara acak dengan simple random sampling. Dianalisa hubungan dengan Product moment dan analisa pengaruh secara bersama – sama antar variabel dengan Regresi Linier BergandaPada hasil penelitian menunjukkan  59,0% responden memiliki komunikasi baik, 54,2% memiliki sumber daya baik, 53,0% dengan disposisi baik, dan 56,6% struktur birokrasi dalam keadaan baik. Hasil analisis hubungan  uji Product Moment yaitu variabel yang berhubungan dengan pelaksanaan Pos Pembinaan Terpadu yaitu kader komunikasi (p = 0,001), sumber daya (p = 0,001), disposisi (p = 0,001), struktu birokrasi (p = 0,001). Sedangkan pada uji regresi linier berganda yang terdiri dari variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi mempunyai hubungan secara bersama-sama dengan Pos Pembinaan Terpadu dengan F hitung 121.89 dan signifikansi 0,001 < 0,05.