Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMALISASI SALURAN PEMBUANG TO’ PONGO DESA TO’ PONGO KECAMATAN LAMASI Andi Kartini Sari
PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik VOLUME 3 NOMOR 2 SEPTEMBER 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Andi Djemma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51557/pt_jiit.v3i2.175

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui dampak optimalisasi pada saluran pembuang To’pongo dan seberapa besar daya tampung volume genangan serta debit rata-rata dan debit rencana pada saluran tersebut untuk para petani Desa To’pongo. Lokasi penelitian berada di Desa To’ Pongo Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu. Perhitungan volume saluran pembuang eksisting diambil satu sempel penampang patok saja, dengan Lebar saluran (B) 1,92 m, lebar saluran (B1) 1,20 m dan tinggi saluran  (T)  0,63 m. Lebar atas genangan (B) 0,57 cm, lebar bawah genangan (B1)  0,40 cm, tinggi genangan (T) 0.40 cm, panjang tersier (P1) 488 m dan Panjang tarsier (P2) 451 m. Hasil perhitungan didapatkan panjang saluran pembuang To’Pongo  2236  m, volume eksisting pembuang To’pongo  3939.71 m3, Volume rencana   5781.33 m3, volume luapan areal sawah 406,187 m3 ,dan volume saluran tersier bernilai 187,31 m3, Sehingga berdasarkan hasil tersebut dapat di nyatakan pengoptimalan pada saluran pembuang To’Pongo dengan jumlah volume luapan pada areal sawah 406,187 m3, sedangkan volume rencana optimalisasi adalah 9720,95 m3. Dengan hasil optimalisasi yang maksimal tentu kecepatan aliran luapan di areal sawah akan semakin maksimal
Tinjauan Sedimentasi Terhadap Pola Aliran Sungai Ammasangan Kota Palopo Andi Kartini Sari
PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik VOLUME 1 NOMOR 2 SEPTEMBER 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Andi Djemma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51557/pt_jiit.v1i2.161

Abstract

Sungai amassangan terletak di Kecamatan Wara kelurahan amassangan kota palopo yang merupakan sungai dengan panjang kurang lebih 3,2 km setiap tahunnya selalu mengalami hujan deras menyebabkan terjadinya erosi di hulu sungai amassangan, hal ini diperparah adanya penebangan hutan secara liar serta pengalihan fungsi hutan di sekitar hulu sungai menjadi perkebunan menyebabkan terkikisnya lapisan tanah di hulu sungai dan mengakibatkan berkurangnya kapasitas tanah untuk menahan air sehingga terjadilah banjir yang membawa banyak material dari hulu sungai kemudian mengendap di dasar saluran sungai amassangan (sedimentasi). Sedimentasi yang terjadi di sungai amassangan ini semakin memperparah banjir yang terjadi di sungai amassangan setiap tahunnya, disebabkan air yang melewati saluran sungai amassangan telah melebihi kapasitas sungai. Akibatnya air meluap kerumah warga sekitar sungai. Penelitian dilakukan dimulai dari arah hulu ke arah hilir sepanjang 4,2 km. Kemudian di ambil sampel sedimen dari 1250 meter yang dibagi menjadi 4 titik pengamatan. Menganalisis besarnya muatan angkutan sedimen sungai amassangan menggunakan Metode Engelund dan Hansen dengan menggunakan debit maksimum sungai. sampel sedimen dilakukan di tiap titik pengamatan. Jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 4 sampel untuk sampel sedimen dan 3 sampel untuk sampel air, kemudian diolah di laboratorium untuk memperoleh data berat jenis sedimen dan data berat jenis air sungai amassangan. Peritungan transpor sedimen dalam penelitian ini menggunakan Metode Engelund dan Hansen, debit yang diigunakan didapatkan dari data pos hujan Latuppa tahun 2014. Persamaan Engelund and Hansen didasarkan pada pendekatan tegangan geser.  Dari hasil analisis perhitungan muatan sedimen menggunakan Persamaan Engelund dan Hansen, diperoleh hasil muatan angkutan sedimen sungai amassangan adalah 0,05585 ton/hari. Dampak sedimentasi terhadap aliran sungai amassangan mengakibatkan Penumpukan sedimen di pinggir saluran maupun di dasar saluran sungai, Penyempitan saluran sungai, Pendangkalan saluran sungai, Kualitas air sungai amassangan menjadi buruk serta meningkatkan potensi terjadinya banjir di sungai amassangan
ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI UNTUK LAHAN PERSAWAHAN DUSUN TO’PONGO DESA AWO GADING KECAMATAN LAMASI Andi Kartini Sari
PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik VOLUME 4 NOMOR 1 MARET 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Andi Djemma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51557/pt_jiit.v4i1.214

Abstract

Irigasi merupakan bangunan air yang berupa saluran dan berfungsi menyalurkan air dari bendung ke petak secara periodik, guna mencukupi kebutuhan air bagi tanaman di petak sawah oleh karena itu investasi irigasi menjadi sangat penting dan strategis dalam rangka penyediaan air untuk pertanian. Dalam memenuhi kebutuhan air untuk berbagai keperluan usaha tani, maka air (irigasi) harus diberikan dalam jumlah, waktu, dan mutu yang tepat, jika tidak maka tanaman akan terganggu pertumbuhannya yang pada gilirannya akan mempengaruhi produksi pertanian. Berdasarkan hal tersebut, maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebutuhan air terhadap hasil produksi pertanian pada daerah irigasi Lamasi Kiri dusun To’Pongo Desa Awo Gading Kecamatan Lamasi. Dengan luas areal sebesar 92 ha, lahan persawahan dusun To’Pongo di Desa Awo Gading, Kecamatan Lamasi, areal persawahannya memanfaatkan air irigasi bersumber dari saluran induk Bendung Lamasi dan air hujan sehingga air dapat sampai ke areal persawahan. Dari hasil analisis pengaruh kebutuhan air terhadap hasil produksi pertanian khususnya padi berdasarkan perhitungan didapatkan bahwa produktivitas padi musim rendeng (padi musim hujan) sebesar 7,6 ton/ha menghasilkan produksi pertanian yang cukup besar yaitu sebesar 699,2 ton. Sedangkan produktivitas padi musim gadu (padi musim kemarau) sebesar 7,2 ton/ha hanya menghasilkan produksi pertanian sebesar 662,4 ton