Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) dan Return On Assets (ROA) serta untuk menganalisis pengaruh Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Return On Assets (ROA) pada Perusahaan Sub-Sektor Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian kepustakaan. Objeknya adalah Perusahaan Sub-Sektor Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia per 30 April 2014 berjumlah 17 perusahaan. Teknik pengumpulan data dengan cara dokumentasi. Kemudian teknik analisa data menggunakan uji asumsi klasik (uji normalitas, uji heteroskedastisitas & uji autokorelasi), analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian dapat disimpulkan nilai rata-rata BOPO yang dihasilkan oleh Perusahaan Sub-Sektor Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009 sampai tahun 2013 adalah sebesar 73,95 dan nilai rata-rata dari ROA yang dihasilkan adalah sebesar 2,65. Hasil analisa dari regresi linier sederhana yaitu ROA = 5,352 – 0,037 BOPO + ???? artinya terdapat pengaruh negatif antara BOPO dengan ROA. Kekuatan hubungan kedua variabel adalah sedang, yaitu r = 0,504. Koefisien determinasi sebesar 25,4%, dan sisanya 74,6 % dijelaskan oleh faktor lainnya yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA pada Perusahaan Sub-Sektor Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009 - 2013. Hal ini dibuktikan melalui uji hipotesis, dimana hasil uji thitung (4,981) > ttabel (1,993). Untuk itu, BOPO harus menjadi perhatian khusus serta perusahaan juga diharapkan dapat memperkecil biaya, sehingga biaya operasional yang dikeluarkan akan semakin efisien. Kata Kunci : Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) dan Return On Assets (ROA)