Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FITNAH SEBAGAI PENGHALANG AHLI WARIS: Studi Komparatif Pasal 173 Kompilasi Hukum Islam dan Hukum Islam Muhammad Jufri; Riski Riko
LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan Vol. 14 No. 1 (2020): JUNI
Publisher : LP2M Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.086 KB) | DOI: 10.35316/lisanalhal.v14i1.760

Abstract

Slander is a barrier to being an heir, in the compilation of Islamic law, especially in article 173 it includes slander as a barrier to becoming an heir, basically the barrier of heirs agreed by the ulama 'there are three slaves, murder and different religions so there is no opinion about slander as heir barrier. Kompilasi Hukum Islam (KHI) is only used in Indonesia, in taking the argument that makes the slander a barrier to heirs is appropriate, and in accordance with the Qur'an, hadith, ijma'and especially the qiyas. According to the author's view of defamation as one of the barriers to inheriting in accordance with Islamic law.
ALIH PERUNTUKAN ZAKAT FITRAH PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Muhammad Jufri; Hali Makki; Muhammad Izzul Haq
Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Keluarga Islam Vol. 5 No. 1 (2024): Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syari’ah dan Keluarga Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/alhukmi.v5i1.5441

Abstract

Dari sekian banyak perkembangan Islam di dunia tidak akan pernah luput dari rukun islam yang ke empat yakni tentang menunaikan zakat sebagai bentuk penanggulangan bagi orang yang tidak mampu dari segi ekonomi. Zakat merupakan suatu perintah yang wajib dikerjakan bagi ummat islam atau badan yang berada di dalam ummat muslim sesuai ketentuan agama untuk duberikan kepada orang yang memiliki hak menerimanya. Maka dari itu, peneliti sangat tertarik untuk meneliti parktik alih peruntukan zakat fitrah untuk kebutuhan Masjid di Desa Tambak Ukir Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo, dan juga ingin mengetahui bagaiamana perspektif hukum Islam tentang alih peruntukan zakat fitrah untuk kebutuhan Masjid di Dusun Secangan Desa Tambak Ukir Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo. Pada akhir pembahasan peneliti mampu menyimpulkan, bahwa pada dasarnya praktil alih fungsi zakat fitrah untuk kebuutuhan Masjid adalah dikordinir oleh seorang kiai sekaligus orang yang ditokohkan oleh masyarakat setempat, dan hal itu sudah menjadi kesepakatan yang baik dengan masyarakat setempat. Sebagaimana nanti sisa dari zakat fitrah dijual kemudian dananya akan dialih fungskan untuk kebutuhan kebutuhan Masjid pada saat Masjid sedang membutuhkan. Seperti ada kerusakan yang membutuhkan uang tukang untuk perbaikan, atau pengadaan barang yang memang butuh untuk dilengkapi.
KAFA’AH DALAM RELASI SUAMI ISTRI SESAMA SANTRI UNTUK MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH Muhammad Jufri
Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Keluarga Islam Vol. 5 No. 2 (2024): Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syari’ah dan Keluarga Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/alhukmi.v5i2.6694

Abstract

This study explores the relationship between husband and wife, both of whom are pesantren alumni, in building a sakinah (harmonious) family in Temuasri Village, Sempu District, Banyuwangi Regency. As alumni of Islamic boarding schools, santri couples possess religious knowledge, social values, and life experiences that significantly contribute to maintaining household harmony. Despite coming from different pesantren backgrounds, differences in routines and habits can be resolved through practices such as mutual service, support, and the application of pesantren teachings in daily life. These principles include strengthening tarbiyah, reminding each other of goodness, and fulfilling respective rights and responsibilities. The concept of kafa’ah (compatibility) in the aspect of religion also plays a crucial role in ensuring family tranquility. A deep understanding of religious teachings provides a strong foundation for couples to face household challenges and social influences. By practicing pesantren values such as communal prayer, Qur'anic recitation, and respecting differences, santri couples can foster harmonious relationships. Furthermore, their experiences in pesantren, which teach adaptability to various characters and cultures, help them manage differences and strengthen family bonds. In conclusion, the combination of religious knowledge, pesantren experiences, and the application of kafa’ah principles enables santri couples to achieve a sakinah family. This harmony not only inspires the couples themselves but also serves as an example for the surrounding community on the importance of religious values in family life.