Mohammad Ichlas El Qudsi
Program Studi Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Diplomasi, Universitas Pertamina, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INSTAGRAM DAN KOMUNIKASI POLITIK GENERASI Z DALAM PEMILIHAN PRESIDEN 2019 (STUDI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS PERTAMINA) Mohammad Ichlas El Qudsi; Ilham Ayatullah Syamtar
Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 4, No 2 (2020): Perspektif Komunikasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.319 KB) | DOI: 10.24853/pk.4.2.167-185

Abstract

Instagram telah memberikan warna tersendiri dalam corak demokrasi di Indonesia. Akan tetapi, penggunaan media sosial sebagai sumber informasi dan sarana komunikasi politik tampaknya menimbulkan konsekuensi yang dilematis di tengah masyarakat. Di tengah-tengah realitas itu, kehadiran Gen Z sebagai kelompok yang paling rentan, patut mendapat perhatian sebagai diskursus yang cukup menarik, mengingat kedudukan mereka sebagai generasi yang paling dekat dengan teknologi sekaligus sebagai kelompok pemilih pemula dengan basis suara yang mesti diperhitungkan. Oleh karenanya, mendeskripsikan bagaimana Gen Z menggunakan Instagram sebagai sumber informasi sekaligus media komunikasi politik menjadi diskursus yang menarik untuk dibahas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan Instagram pada Generasi Z dalam konteks informasi politik, khususnya dalam konteks pilpres 2019. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang umumnya melibatkan ide, persepsi, pendapat, atau kepercayaan orang yang diteliti. Adapun informan yang terlibat merupakan mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina sebanyak 10 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 4 karakteristik Gen Z dalam menggunakan Instagram sebagai sumber informasi dan media komunikasi politik; yakni Unengaged User, Exclude User, Pasif User, dan Active User, yang bergantung pada kombinasi antara orientasi politik dan level efikasi yang mereka miliki.