Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) secara langsung, membuka peluang kaum perempuan ikut berpartisipasi calon Kepala daerah, karena perempuan juga merupakan bagian aktivitas politik. Namun, masyarakat belum sepenuhnya memahami penggambaran peran perempuan. Banyak aspirasi perempuan tidak tersampaikan. Karena kuatnya budaya patriarki yang melekat di Indonesia maka dominasi laki-laki merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Tujuan penelitian, untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran perempuan sebagai pemimpin daerah di Kabupaten Lebak. Ditambah juga dengan ingin mengetahui pesan komunikasi politik perempuan, media saluran politik perempuan, partisipan komunitas, pengaruh komunikasi politik perempuan dan komunikasi politik perempuan sebagai kepala daerah untuk mempertahankan kepemimpinannya. Metode penelitian digunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kepustakaan. Teknik analisa data menggunakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian diperoleh peran kaum perempuan sebagai kepala daerah dalam komunikasi politik mampu membangun kredibilitas, daya tarik pribadi, empati dan kekuasaan dalam politik. Tapi perempuan tidak berhenti berjuang untuk suara mereka. Dedikasi perempuan dapat dilihat sebagai kepala daerah tentunya menunjukkan kemajuan dan keinginan perempuan untuk maju dan mampu menyuarakan aspirasi kaum perempuan. Dengan demikian pengaruh komunikasi politik yang dijalankan oleh Bupati Lebak maka partisipasi masyarakat Kabupaten Lebak dalam politik meningkat. Oleh karena itu, dampak yang diperoleh sosialisasi politik, pemberian akses politik sangat mempengaruhi dalam pemilihan kepala daerah dan mempengaruhi pejabat.