Nanny Harmani
Universitas Muhammadyah HAMKA

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR HOST DAN LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI KABUPATEN CIANJUR PROPINSI JAWA BARAT Nanny Harmani; Wahyu Sulistiadi; Ony Linda
Indonesian Journal of Health Development Vol 1 No 2 (2019): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.941 KB) | DOI: 10.52021/ijhd.v1i2.20

Abstract

Tuberkulosis paru adalah suatu penyakit infeksi yang menyerang paru-paru yang secara khas ditandai oleh pembentukan granuloma dan menimbulkan nekrosi jaringan. Penyakit ini bersifat menahun dan dapat menular dari penderita kepada orang lain.TB banyak terdapat di kalangan penduduk dengan kondisi sosial ekonomirendah dan menyerang golongan usia produktif (15-54 tahun). Sekitar 3/4 pasien TB adalah golongan usia produktif. TB membunuh lebih banyak kaum muda dan wanita dibandingkan denganpenyakit menular lainnya. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk meneliti ” Studi Deskriptif Faktor Host dan Lingkungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Desa Peuteuy Condong Kecamatan Cibeber Kabupatrn Cianjur Propinsi Jawa Barat Tahun 2012”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Faktor Host dan Lingkungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru. Disain yang digunakan metoda survey dengan jumlah sampel 194 responden. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan diukur dengan kuesioner, dianalisa dengan univariat. Hasil penelitian ini adalah responden yang menderita tuberkulosis paru ada tindakan responden sebagian besar kurang baik yaitu 128 responden (66 %). Faktor lingkungan, untuk kepadatan hunian sebagian besar tidak padat yaitu 102 responden (52,6 %), keadaan jendela sebagian besar responden memiliki jendela dan terbuka yaitu sebesar 104 responden (53,6 %), Pencahayaan sebagian besar responden tidak menyalakan lampu saat membaca pada siang hari sebesar 170 responden (87,1 %), kondisi ventilasi sebagian besar responden baik ( ≥ 10 % luas lantai) yaitu 114 responden (58,8 %). Diharapkan lebih ditingkatkan komunikasi, informasi, pengawasan dan monitoring dari instansi terkait