This Author published in this journals
All Journal Communication
Terang Bintang Samuel Silalahi
UNIVERSITAS BUDI LUHUR

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pro & Kontra Pilkada 2020 Pada Media Sosial Twitter (Drone Emprit: Pilkada 2020 - Pro & Kontra) Terang Bintang Samuel Silalahi; Ahmad Toni
Communication Vol 12, No 2 (2021): COMMUNICATION
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v12i2.1494

Abstract

Di Indonesia Pilkada direncakan untuk diselenggarakan pada akhir tahun 2020 yaitu ditanggal 9 Desember 2020. Dikutip dari data yang diambil dari droneemprit.id, TREN ‘PILKADA’ tercatat sekitar (175k) percakapan di media sosial Twitter. Tujuan utama dalam penelitian ini ialah untuk meneliti komunikasi politik yang terjadi di media sosial twitter terkait dengan pro dan kontra terhadap pelaksanaan Pilkada di tahun 2020 ini. Komunikasi politik yang dibangun melalui media sosial twitter, dapat membentu suatu opini dalam publik dan juga dapat menggerakkan suatu dukungan politik secara masif, perlu diketahui bahwa twitter memiliki peran yang sangat kuat untuk mempengaruhi, dan mampu membentuk hasil dari suatu kampanye (Caplan, 2013, 12). Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan analisis data twitter pada penelitian ini menggunakan studi kepustakaan (library research) Social Network Analysis (SNA) dari big data Drone Emprit. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwasannya pergejolakan bisa saja terjadi pada media sosial twitter serta memberikan pengaruh pada penyelenggaraan Pilkada 2020. Pro dan Kontra adalah hal yang biasa terjadi oleh karena itu, Pemerintah dan penyelenggaran harus dapat meyakinkan masyarakat untuk tetap mengikuti pesta demokrasi ini dengan mentaati protokol kesehatan ketat dengan memanfaatkan media, karena melalui media sosial komunikasi politik dapat terjadi secara masif, meskipun media sosial memberikan efek pada jumlah pemilih pada Pilkada 2020 kali ini yang tidak memenuhi dari target yang sudah ditetapkan oleh KPU yaitu 77,55% dari total daftar pemilih 105 juta jiwa.