Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Inovtek Seri Mesin

Analisa Komposit Polimar Serbuk Kulit Kelapa Sebagai Bahan Penguat untuk Membuat Helm Safety Siska Mar Dwi Yani; Bambang Dwi Haripriadi
INOVTEK - SERI MESIN Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1478.953 KB) | DOI: 10.35314/ism.v2i2.2699

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui nilai dan sifat mekanik uji impact dan mengetahui karakteristik patahan spesimen. Serbuk kelapa hijau yang digunakan harus dipisah dari seratnya dan diayak ukuran mash 1.1 mm, pembuatan komposit menggunakan cetakan kaca dengan ukuran Panjang: 55 mm, lebar: 10 mm tinggi: 10 mm dan kedalaman takikan 5 mm. Spesimen benda uji mengacu pada standar ASTM E23 05 untuk uji impact. Dari hasil pengujian, dengan variasi kandungan bahan 20% serbuk kelapa + 80% resin, 30% serbuk kelapa + 70% resin, 40% serbuk kelapa + 60% resin, 50% serbuk kelapa + 50% resin, 60% serbuk kelapa + 40% resin. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa harga kekuatan impact material komposit terendah terjadi pada variasi 60% resin + 40% serbuk kelapa dengan nilai rata-rata  kekuatan impact sebesar 0.532 J/, kekuatan impact material komposit tertinggi terjadi pada variasi 20% resin + 80% serbuk kelapa dengan nilai rata-rata kekuatan impact sebesar 0.628 J/. Variasi 40% resin + 60% serbuk kelapa dengan nilai rata-rata  kekuatan impact sebesar 0.603 J/, dimana hasil patahannya tergolong liat. Morfologi yang menyatu baik dengan sempurna antara resin epoxy dan serbuk kelapa dengan variasi spesimen 20% serbuk kelapa + 80% resin.
Rancang Bangun Kondensor Destilasi Serai Wangi Kapasitas 100 Kg/Proses M. Iqbal Nuzuliansyah; Abdul Gafur; Bambang Dwi Haripriadi
INOVTEK - SERI MESIN Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.954 KB) | DOI: 10.35314/ism.v1i2.2031

Abstract

Minyak atsiri serai wangi merupakan minyak atrisi yang sangat penting dan banyak digunakan. Aroma harum dari minyak atsiri serai wangi banyak digunakan pada sabun, detergen, dan lain-lain. Sebagai sumber yang baik dari senyawa sitral, minyak serai wangi juga digunakan untuk penambah aroma pada industri makanan. Untuk mengolah minyak serai wangi menjadi minyak atsiri dibutuhkan peralatan berupa mesin destilasi salah satunnya kondensor. Kondensor merupakan alat penukar kalor yang berfungsi sebagai tahap akhir destilasi dengan  cara mengubah uap panas menjadi cairan melalui proses kondensat atau pengembunan. Kondensor yang digunakan dengan menggunakan sistem aliran silang atau sering disebut cross flow yaitu penukar kalor dimana biasanya di dalam penukar kalor tersebut terjadi perpindahan panas antara dua fluida yang saling tegak lurus satu sama lain. Guenther (1990) menyatakan bahwa penyulingan dilakukan berdasarkan atas perbedaan tekanan uap dari masing-masing campuran. Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk merancang dan membuat kondensor dengan kapaitas 100 kg/proses dan nilai laju aliran air pada kondensor destilasi serai wangi terhadap kuantitas minyak atsiri yang dihasilkan.Kata kunci: serai wangi, kondensor, destilasi, cross flow, perpindahan panas Lemongrass essential oil is an essential oil that is very important and widely used. The fragrant aroma of citronella essential oil is widely used in soaps, detergents, and others. As a good source of citral compounds, citronella oil is also used for flavoring in the food industry. To process citronella oil into essential oils, equipment in the form of a distillation machine is needed, one of which is a condenser. The condenser is a heat exchanger that functions as the final stage of distillation by converting hot steam into liquid through the condensate or condensation process. The condenser is used by using a cross flow system or often called cross flow, namely a heat exchanger where usually in the heat exchanger heat transfer occurs between two fluids that are perpendicular to each other. Guenther (1990) states that distillation is carried out based on the difference in vapor pressure of each mixture. The purpose of this study was to design and manufacture a condenser with a capacity of 100 kg/process and the value of the water flow rate in the citronella distillation condenser on the quantity of essential oil produced.Keywords: citronella, condenser, distillation, cross flow, heat transfer
Rancang Bangun Dan Analisis Sistem Transmisi Mesin Pemotong Kerupuk Blacan Pada Unit Usaha Multisari Desa Pangkalan Batang Andi Cavillo; Bambang Dwi Haripriadi
INOVTEK - SERI MESIN Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.605 KB) | DOI: 10.35314/ism.v2i2.2680

Abstract

 Kerupuk merupakan makanan ringan (snack)  yang potongan awalnya dikukus lalu diiris tipis-tipis. Proses pembuatan kerupuk diperlukan beberapa tahapan pengolahan, diantaranya pemotongan, keberhasilan seorang produsen kerupuk sangat tergantung pada cara pembutan dan pengolahan adonan yang baik, serta kualitas maupun kuantitas yang tinggi pada proses pemotongan, sehingga kerupuk tetap memiliki produktivitas yang tinggi. Produktivitas industri kecil yang masih menggunakan cara manual dalam proses merajang adonan kerupuk, sehingga menyebabkan masih rendahnya produktivitas kerupuk dan kualitas kerupuk yang menjadi salah satu kendala dalam proses produksinya. Mesin perajang kerupuk ini dibuat dengan tujuan untuk merancang mesin yang tepat guna yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang memiliki industry kerupuk dalam skala kecil dan dengan harapan dapat mempercepat proses perajangan. Cara kerja dari alat ini pertama motor dihidupkan, setelah dihidupkan kecepatan putaran dari motor listrik adalah 1500 rpm . Putaran dari daya motor diteruskan oleh V-belt ke poros mata pisau dengan kecepatan poros mata pisau adalah 500 rpm. Dari poros mata pisau putaran di teruskan ke poros pengubah kecepatan putaran hingga 130 rpm, Dari poros tersebut, putaran di teruskan lagi melalui V-belt ke poros pendorong dudukan adonan dengan kecepatan dudukan adonan adalah 30 rpm.