Binsen Samuel Sidjabat
Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Guru PAK Untuk Pendidikan Karakter: Melihat Kontribusi Seri Selamat Binsen Samuel Sidjabat
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 3, No 1 (2019): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.468 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v3i1.121

Abstract

Binsen S. Sidjabat, Penguatan Guru PAK Untuk Pendidikan Karakter: Melihat Kontribusi Seri Selamat. Artikel ini membahas kontribusi Seri Selamat karya Andar Ismail untuk meluaskan pemahaman guru PAK di sekolah terkait pendidikan karakter. Delapan belas tema karakter bangsa yang diajarkan perlu guru kepada siswa di sekolah dapat diterangi oleh beragam topik atau judul dalam Seri Selamat. Dengan mempelajari topik atau judul yang diangkat oleh tulisan ini dari studi Seri Selamat, diharapkan guru PAK yang mempelajari, akan memperoleh pemikiran yang menguatkan dan memperkaya pelak-sanaan tugasnya dalam pendidikan iman terintegrasi dengan pembentukan karakter siswa. Pembina warga jemaat di gereja pun dapat beroleh manfaat dari hasil studi ini. Binsen S. Sidjabat, Strengthening Teacher Christian Education for Character Education: Seeing Contributions Selamat Series. This article describes significance of Andar Ismail’s Selamat Series for teachers of Christian religious education in school context of Indonesia to develop character formation. There are eighteen aspects of national values that can be used by teachers as framework in helping students to learn Christian values and character. Selected chapters and writings from the Selamat Series can contribute the understanding of Christian teachers on the eighteen national values. Christian nurture in the church can also be benefitted by this research.
Pengajaran Antikorupsi Bagi Warga Gereja: Menyimak Upaya Andar Ismail Melalui “Seri Selamat” Binsen Samuel Sidjabat
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 10, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v10i2.2063

Abstract

Abstract. This paper highlights the importance of educating church members to address the challenge of corruption in Indonesia. Seminars, workshops, religious teachings, and catechism can all be means of church community development activities. One of the teaching models for church members that is still needed is learning writing that is easy for readers to understand and provoke reflection to take a positive attitude. Andar Ismail has made this effort through several theological, critical, and reflective writings in “Seri Selamat” to voice anti-corruption. Through a literature study method, this article presents the attitudes and thoughts that Andar Ismail specifically expresses for adults. This study concludes that the church is called not only to manage worship and fellowship, but also to cultivate transformative learning about faith in Christ. Faith in the Lord Jesus should motivate church members to reject corruption and choose honesty, even if it costs them money.Abstrak.Tulisan ini menyajikan pentingnya pengajaran warga gereja menghadapi tantangan praktik korupsi di Indonesia. Seminar, lokakarya, pengajaran agama, katekisasi, dapat menjadi sarana kegiatan pembinaan warga gereja. Salah satu model pengajaran bagi warga gereja yang masih diperlukan ialah pembelajaran tulisan yang mudah dipahami oleh pembaca dan menimbulkan perenungan guna pengambilan sikap positif. Andar Ismail telah melakukan upaya itu melalui sejumlah tulisan teologis, kritis dan reflektif dalam ”Seri Selamat” untuk menyuarakan sembilan pesan anti korupsi. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, artikel ini mengemukakan sikap dan pemikiran yang secara khusus disajikan Andar Ismail bagi warga gereja dewasa. Melalui kajian ini dapat disimpulkan bahwa gereja dipanggil bukan saja mengelola ibadah dan persekutuan, tetapi juga mengelola pembelajaran iman kepada Kristus yang membawa transformasi. Iman kepada Tuhan Yesus patut memotivasi warga gereja menolak korupsi dan memilih kejujuran sekalipun mahal harganya.