Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Kekuatan Bearing Pada Prototype Belt Conveyor F Lubis; R Pane; S Lubis; M A Siregar; B S Kusuma
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v2i2.584

Abstract

      Bantalan merupakan salah satu bagian dari elemen mesin yang memegang peranan cukup penting karena fungsi dari bantalan yaitu untuk menumpu sebuah poros agar poros dapat berputar tanpa mengalami gesekan yang berlebihan. Bantalan harus cukup kuat untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik sesuai fungsinya. Kerusakan bearing banyak disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya : faktor pembebanan, perawatan, material yang digunakan dan perhitungan dalam perencanaan pemilihan bearing. Jika bantalan tidak berfungsi dengan baik, maka prestasi seluruh sistem akan menurun bahkan bisa berhenti. Bearing yang digunakan jenis ASb UC204- 12berdiameter 19.50 mm, bahanbaja structural dan aluminium alloy.Pembebanan yang diberikan 200N dan torsi 75.429 N.m. Studi numerik ini menggunakan software solidworks 2012 sebagai alat mendesain bearing dan menggunakan software ansys workbench 14.0 sebagai alat simulasi numeriknya dan hasil simulasi baja struktural ialah total deformasi = 0.00030158mm, Equivalent stress= 10.085MPa, Equivalent strain = 5.695 x 10-5 mm/mm . Hasil simulasi aluminium alloy ialah total deformasi = 0.00094256mm, Equivalent stress= 9.9263MPa, Equivalent strain = 0.00015763mm/mm.
Analisis Baffle Cut Pada Alat Penukar Kalor Shell and Tube Pada Susunan Tabung Segi Empat F Lubis; S Lubis
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v3i1.707

Abstract

Aliran fluida dalam shell and tube heat exchanger adalah paralel atau berlawanan. Untuk membuat aliran fluida dalam shell and tube heat exchanger menjadi cross flow biasanya ditambahkan penyekat atau baffle. Aliran cross flow yang didapat dengan menambahkan baffle akan membuat luas kontak fluida dalam shell dengan dinding tube makin besar, sehingga perpindahan panas di antara kedua fluida meningkat. Selain untuk mengarahkan aliran agar menjadi cross flow,baffle juga berguna untuk menjaga supaya tube tidak melengkung (berfungsi sebagai penyangga) dan mengurangi kemungkinan adanya vibrasi atau getaran oleh aliran fluida. Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki dan mengetahui pengaruh baffle cut terhadap perpindahan panas pada alat penukar kalos selongsong dan tabung 1-1 pass dengan susunan tabung segi empat. Jenis baffle yang digunakan adalah jenis baffle segmen tunggal dengan jarak baffle 40 mm. Pengujian dilakukan dengan 4 variasi baffle cut yaitu 11%, 25,6%, 38,88%, dan 48,97%. Dari hasil penelitian diperoleh koefisien perpindahan panas yang dinyatakan dengan bilangan Nusselt (Nu) yang optimum diperoleh pada baffle cut Nu = 0,000829 (Re)1,190241 (Bc/100)-0,09617 (untuk : 2100 < Re < 4000 dan Bc 11% sampai 48,97%).