Dwi Septian Wijaya
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

EKSTRAK ETANOL DAUN Gynura Procumbens TERHADAP VCAM-1 DIABETES NEFROPATI (DN) Dwi Septian Wijaya
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 3 No. 01 (2018): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang berkembang dengan cepat jumlah penderitanya. Jumlah penderita diabetes mellitus terdiagnosis yang terus meningkat mungkin terjadi karena teknologi diagnosis yang semakin akurat serta akses diagnosis yangsemakin mudah dijangkau masyarakat sehingga penderita tak terdiagnosis semakin sedikit. Kondisi diabetes mellitus dapat menimbulkan komplikasi nefropati. Diabetes nefropati (DN) yang merupakan penyebab terbesar terjadinya end stage renal isease (ESRD). Terjadinya peradangan ginjal pada kasus DN disebabkan oleh makrofag yang melakukan infiltrasi di ginjal. Salah satu yang penting adalah vascular cell adhesion molecule-1 (VCAM-1). Tumbuhan Sambung Nyawa (Gynura procumbens) merupakan tanaman obat yang daunnya telah diketahui memiliki efek terapi gangguan ginjal, ruam, migrain, konstipasi, hipertensi, kanker, anti-inflamasi, dan diabetes mellitus. Daun Gynura procumbens mengandung banyak golongan senyawa, antara lain flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid.
SUPLEMENTASI KURKUMIN PADA STATUS GIZI PASIEN SISTEMIK LUPUS ERITHEMATOSUS Dwi Septian Wijaya
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 3 No. 03 (2019): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan terjadinya inflamasi, vaskulitis yang tersebar luas, mempengaruhi setiap organ atau system imun di dalam tubuh. Pasien SLE memiliki resiko infeksi yang tinggi sehingga diperlukan tata laksana yang tepat serta pencegahan dengan vaksinasi. Keterkaitan antara status gizi dan penyakit SLE masih dianggap terlalu sulit dipahami karena sebagian besar jenis penyakit autoimun penyebabnya multifaktorial yang merupakan interaksi antara faktor genetik, lingkungan, hormonal, virus dan pengaruh psikoneurologikal.
DEPRESI TERHADAP PENINGKATAN TNF-α PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Dwi Septian Wijaya
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 4 No. 01 (2019): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan depresi adalah salah satu gangguan jiwa yang paling sering terjadi. Sistem imunitasmemegang peranan terjadinya depresi dan pada pasien depresi mayor terjadi peningkatan biomarker inflamasi. Pada tahun 2018, Riset Kesehatan Dasar di Indonesia menemukan sekurangnya 6,1% kelompok umur >15 tahun mengalami gangguan depresi mayor (major depressive disorder / MDD). Depresi merupakan gangguan psikosomatik yang paling sering terjadi dan mengenai sekitar 20% wanita dan 12% laki-laki.1 Pada tahun 2020, diperkirakan jumlah penderita gangguan depresi semakin meningkat dan akan menempati peringkat kedua penyakit di dunia.2 Angka kejadian depresi seringkali terjadi lebih tinggi diantara individu yang menderita penyakit kronik. Depresi merupakan proses inflamasi yang ditandai dengan meningkatnya produksi sitokin proinflamasi sepertiIL-1β, IF-γ, dan TNF-α.
EKSTRAK DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata,Nees.) TERHADAP DEMAM DERDARAH DENGUE (DBD) Dwi Septian Wijaya
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 4 No. 02 (2019): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan, khususnya di negara-negara yang memilki iklim tropis. Virus Dengue yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegyptibetina merupakan penyebab dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), yang sampai saat ini belum ditemukan jenis vaksin dan obat yang dapat mencegah penyakit tersebut. Satu-satunya cara untuk mencegah penyakit DBD adalah dengan pemberantasan vektor. Salah satu bahan obat tradisional yang banyak dimanfaatkan adalah daun Sambiloto (Andrographis paniculata) yangbanyakdijumpai hampir di seluruh kepulauan Nusantara. Daunsambiloto mengandung saponin, flavonoid, alkaloid, fenol dantanin. Kandungan kimia lain yang terdapat pada daun dan batang adalah laktone, panikulin, kalmegindan hablur kuning yangmemiliki rasa pahit. Secara tradisional Sambiloto telah dipergunakan untuk mengobati gigitan ular atau serangga, demam,disentri, rematik, tuberculosis, infeksi pencernaan, dan lain-lain. Sambiloto juga dimanfaatkan untuk antimikroba atau antibakteri,anti sesak napas dan untuk memperbaiki fungsi hati. Daun Sambiloto (Andrographis paniculata) yang mengandung senyawalaktone yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid (zat pahit), neoandrografolid, 14-deoksi-11-12didehidroandrografolid,dan homoandrografolid.
EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS Dwi Septian Wijaya
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 4 No. 02 (2019): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2015 tercatat penderita DM di dunia sebanyak 415 juta orang dan akan meningkat pada tahun 2040 sebesar 642 jutaorang dengan kadar gula darah puasa rata-rata >126 mg/dL dan kadar gula darah 2PP >200 mg/ dL. Defisiensi sekresi insulindalam jumlah normal dan penurunan sensitivitas kerja insulin yang dihasilkan pankreas merupakan penyebab dari penyakit kronis diabetes militus. Pada daun kelor mengandung senyawa flavonoid, salah satunya kuersetin, zat ini dapat menghambat GLUT 2 pada mukosa usus sehingga dapat menurunkan absorbsi glukosa, hal ini menyebabkan pengurangan penyerapan glukosa dan frukrtosa dari usus sehingga kadar gula darah menurun.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SMOKING HABIT AND DECREASE IN SALIVARY FLOW RATE Dwi Septian Wijaya
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 4 No. 03 (2020): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smoking is an addictive habit and is an important factor that can cause various diseases and even death. The dangers of smoking on the health of the body have been proven by many researchers. Smoking can affect the physiology of the oral cavity.In the longterm it can lead to a lack of sensitivity and sense of taste receptor changes and suppressthe salivary reflex.People with smokingchanges the value of the degree of acidity (pH) saliva.A research showed that smoking can make the pH of the saliva can becomemore acidic. Smoking habits can interfere with the function of the salivary glands and result in a decrease in salivary flow rate.The decrease in the flow rate of saliva has another impact on the oral cavity. These include caries, increased plaque accumulation,difficulty swallowing and chewing food, and teeth becoming more sensitive. The effects on the mucosa include mucositis,mucosal atrophy, and oral candidiasis.
REBUSAN DAUN JAMBU BIJI TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH Dwi Septian Wijaya
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 4 No. 04 (2020): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanganan kuratif penyakit diabetes mellitus terlebih dahulu dilakukan secara non farmakologis yaitu dengan diet dan olahraga untuk mencapai target glukosa darah yang diinginkan. Penanganan non farmakologis diabetes mellitus dapat menggunakan tanaman herbal. Penurunan kadar glukosa darah pada kondisi hiperglikemia dapat dilakukan dengan terapi herbal. Salah satu bentuk terapi herbal adalah dengan menggunakan terapi air rebusan daun jambu biji. Daun jambu biji ini mengandung tanin dankalsium dimana tanin menghambatenzim α-glikosidase sehingga melambatkan pelepasan glukosa dalam darah.
MANFAAT EKSTRAK DAUN KEMANGI TERHADAP MALONDIALDEHID (MDA) Dwi Septian Wijaya
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 5 No. 01 (2020): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MDA merupakan biomarker adanya radikal bebas yang tidak dapat dinetralkan oleh antioksidan dalam tubuh. Antioksidan merupakan senyawa penting bagi tubuh yang berguna dalam menangkap radikal bebas dan mengatasi kerusakan oksidatif dalam tubuh. Daun kemangi (Ocimum sp.) dilaporkan memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antimikroba, repellen, larvasida, antiinflamasi, analgesik, dan lain-lain sehingga sering disebut dengan tanaman serbaguna. Daun kemangi (Ocimum sp.) secara umum mengandung beberapa komponen yang serupa dengan perbedaan konsentrasi pada tiap spesies antara lain senyawa flavonoid, eugenol, saponin, tannin, arigin, anetol, boron, metil kavikol, asam rosmarinat, dan minyak atsiri.
ANTIBACTERIAL EFFECTS OF ETHANOL EXTRACT OF GREEN TEA (Camellia Sinensis) ON STAPHYLOCOCCUS AUREUS BACTERIA Dwi Septian Wijaya
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 5 No. 03 (2021): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indonesian state is known for its rich natural resources. Tea is one of the natural resources in Indonesia and is the beverage ofchoice for consumption by the public. Tea also has a refreshing and comfortable effect. Phytochemical examination of tea showsthe presence of compounds such as alkaloids, saponins, tannins, catechins, and polyphenols. Another component of tea, namelypolyphenols, can have a pharmacological effect on a person. The polyphenols in tea also have many biological effects in humans,ranging from their effects as antioxidants, anti-aging, anti-cancer, anti-dental caries, and antibacterial. Staphylococcus aureus is anopportunistic pathogen that colonizes the surface of the skin and mucosa of individuals. These bacteria are capable of causing awide spectrum of diseases in humans starting from diseases caused by toxins, such as toxic shock syndrome, to deadly diseasessuch as septicemia, endocarditis, pneumonia, and osteomyelitis.
PAPAYA SEED EXTRICATE SUBSTANCE Dwi Septian Wijaya
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 5 No. 04 (2021): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Papaya natural product has numerous benefits counting to encourage the stomach related framework, a source of cancer prevention agents and indeed able to operate as an anti-fungal and anti-bacterial. Papaya seeds contain alkaloids, steroids, tannins, and basic oils. In detail, the substance of these seeds within the frame of a few sources of unsaturated fats in tall sums. Papaya seeds are moreover known to contain chemical compounds from the phenol bunch, terpenoids, additionally saponins. These compounds are cytotoxic, anti-androgen and have an estrogenic impact. Moreover, papaya seeds moreover contain little sums of carbohydrates, water, fiery debris, protein, and fat.