Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PAPAYA SEED EXTRACT ON WOUND RECUPERATING Meliana Nursihhah
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 5 No. 04 (2021): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Papaya has extraordinary benefits counting to encourage the stomach related framework, as a source of cancer prevention agents, and indeed able to operate as anti-fungal and anti-bacterial. Papaya seeds are known to contain different compounds such as tocophenols, terpenoids, flavonoids, alkaloids such as carpain, and different chemicals such as papain proteins, chymoprotein proteins, and lysozyme. Papaya natural product is compelling in avoiding necrotic burn disease, solidifying of the wound surface and thickening of the skin
HUBUNGAN KEPATUHAN DIET TERHADAP PENGENDALIAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Meliana Nursihhah
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 03 April (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepatuhan adalah perubahan sikap dan perilaku individu yang dilakukan dan diberikan dalam bentuk terapi baik diet, aktifitas fisik maupun minum obat. Pasien DM memiliki masalah kepatuhan terhadap pengobatan, diketahui bahwa tingkat kepatuhan pasien DM untuk melaksanakan diet sebesar 65% namun hanya 19% pasien yang mematuhi untuk melaksanakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet, aktifitas fisik, dan minum obat terhadap pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di RS Karyamedika Bantargebang Bekasi. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang didukung oleh penelitian kualitatif dengan desain crossectional. Penelitian dilakukan pada Juni – Agustus 2019. Sampel berjumlah 143 responden menggunakan proportionate stratified random sampling. Analisis univariat dan bivariate menggunakan uji statistic chisquare. Terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan diet dengan nilai (p=0,000). Oleh karena itu, dukungan keluarga dan petugas kesehatan dapat meningkatkan pengetahuanpasien diabetes mellitus dalam mengendalikan kadar gula darah dengan memberikan informasi mengenai tatalaksana diabetes mellitus sehingga dapat mengubah sikap dan perilaku.
PENAMBAHAN BERAT BADAN PADA IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI KAB BEKASI Meliana Nursihhah
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 01 Oktober (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk mengatasi masalah Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil adalah program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program tersebut bertujuan untuk menanggulangi masalah KEK ibu hamil serta tercapainya peningkatan status gizi yang baik pada ibu hamil.. Namun, hingga saat ini belum diketahui seberapa besar dampak yang dihasilkan dari program PMT terhadap ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis. Desan penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian secara kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Berat badan ibu hamil bertambah pada usia kehamilan trimester 2 yaitu sebanyak 60 responden (88,2%). Rata- rata pengukuran berat badan awal pada ibu hamil adalah 43,83 dengan standar deviasi 5,86. Rata- rata pengukuran berat badan awal pada ibu hamil adalah 43,83 dengan tandar deviasi 5,86. Sedangkan pada pengukuran terakhir didapat rata-rata 48,94 dengan standar deviasi 5,88. Terlihat nilai mean berbeda antara pengukuran awal dan terakhir adalah 5,11 dengan standar deviasi 0,02. Hasil uji statistik menggunakan metode paired sample t test didapatkan nilai probabilitas (p value) sebesar p=0.000 (p<0.05).
Hubungan Usia, Pekerjaan dan Pengetahuan Gizi terhadap Pemberian ASI Eksklusif pada Balita di Puskesmas Meliana Nursihhah
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 03 April (2023): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya pemberian ASI dapat menyebabkan masalah kesehatan anak. Salah satu penyebab tingginya kematian bayi di Indonesia adalah kelainan bawaan, sepsis, infeksi saluran nafas atas, gizi dan lingkungan, yang dimana faktor gizi tersebut adalah asupan ASI pada bayi. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan asi eksklusif yaitu usia, semakin cukup umur tingkat kematangan dan kekuatan seseorang untuk berpikir dan bekerja akan lebih baik. Kemudian faktor lainnya yaitu tingkat pendidikan ibu namun Sebagian hampir 50% penduduk Indonesia memiliki pendidikan rendah, yang dimana dapat mempengaruhi pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI eksklusif pun rendah, karena semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin mudah menerima informasi sehingga semakin banyak pengetahuan yang dimilikinya. Sebaliknya kurangnya pendidikan akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai-nilai yang diperkenalkan. Tingkat pendidikan yang rendah akan sulit menerima asrahan dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi dan lebih sulit dalam menyerap informais terutama tentang pemenuhan kebutuhan gizi anak. Tujuan: pengabdian masyarakat ini mempunyai tujuan untuk mengetahui hubungan Usia, Pekerjaan dan Pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif. Metode: pengabdian masyarakat iini adalah pengabdian masyarakat ideskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada pengabdian masyarakat ini adalah menggunakan rumus purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden. Data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan menggunakan kuesioner. Kemudian, data di analisis menggunakan uji Chi Square. Hasil: Berdasarkan hasil uji bivariat diketahui bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan pemberian ASI Eksklusif dengan p value = 0,213 > 0,05 dan tidak terdapat hubungan antara Pendidikan dengan pemberian ASI Eksklusif dengan p value = 0,382 > 0,05 namun terdapat hubungan antara pengetahuan gizi terhadap pemberian ASI Eksklusif dengan p value = 0,04 < 0,05.
STUNTING PADA BALITA Meliana Nursihhah
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 6 No. 03 Februari (2022): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan tubuh manusia terjadi setiap saat, pertumbuhan mencakup perubahan fisik yang terjadi sejak periode prenatal sampai massa dewasa lanjut yang dapat berupa kemajuan atau kemunduran. Anak yang berusia muda pertumbuhannya lebih cepat di banding anak yang lebih tua. Pertumbuhan yang terhambat (stunting), merupakan sebuah masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Stunting - atau terhambatnya pertumbuhan, bukan hanya menyebabkan balita menjadi lebih pendek dari pada usianya - tapi hal ini juga bisa berarti anak tersebut menderita pengembangan terhambat dari otak dan kapasitas kognitif. Faktor stunting pada balita di pengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah keluarga dan rumah tangga, makanan tambahan dan komplementer yang tidak adekuat, menyusui dan infeksi.
HIPERTENSI PADA LANSIA Meliana Nursihhah
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 6 No. 04 Mei (2022): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah diatas nilai normal. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik sekitar 140 mmHg atau tekanan diastolik sekitar 90 mmHg. Hipertensi merupakan masalah yang perlu diwaspadai, karena tidak ada tanda gejala khusus pada penyakit hipertensi dan beberapa orang masih merasa sehat untuk beraktivitas seperti biasanya. Gejala yang sering dikeluhkan penderita hipertensi adalah sakit kepala, pusing, lemas, kelelahan, sesak nafas, gelisah, mual, muntah, epitaksis, dan kesadaran menurun. Faktor-faktor risiko yang menyebabkan hipertensi adalah umur, jenis kelamin, obesitas, alkohol, genetik, stres, asupan garam, merokok, pola aktivitas fisik, penyakit ginjal dan diabetes melitus. Hipertensi pada lansia merupakan hal yang sering ditemukan dikarena sebagian besar orang-orang paruh baya atau lansia berisiko terkena hipertensi. Hipertensi pada lansia disebabkan oleh penurunan elastisitas dinding aorta, penebalan katub jantung yang membuat kaku katub, menurunnya kemampuan memompa jantung, kehilangan elastisitas pembuluh darah perifer, dan meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer
MANFAAT DAUN KELOR TERHADAP LUKA INFEKSI Meliana Nursihhah
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 7 No. 01 Agustus (2022): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman asli Indonesia yang dapat dipergunakan sebagai obat-obatan dan antioksidan. Tanaman kelor mengandung flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki potensi sebagai antibakteria dan antifungal. Berbagai penelitian juga menujukkan bahwa flavonoid, tannin, dan polifenol mampu menurunkan kadar radikal bebas dengan cara menurunkan spesies yang menginisiasi peroksidasi. Flavonoid memberikan efek antiinflamasi yang berfungsi untuk mencegah kekakuan dan nyeri serta mengurangi peradangan saat perdarahan.
DEPRESI POSTPARTUM Meliana Nursihhah
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 7 No. 02 November (2022): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi postpartum adalah timbulnya masalah psikologis pada seorang wanita setelah melahirkan serta adanya berbagai macam potensi stress selama waktu kehamilan hingga proses melahirkan. Seorang wanita pada saat masa kehamilan dan selama melahirkan kemungkinan lebih condong mengalami keadaan stress yang cukup besar dikarenakan adanya keterbatasan kondisi pada fisik ibu yang dapat membuatnya mengharuskan membatasi aktivitasnya. Gangguan kejiwaan postpartum dapat dibagi menjadi tiga kategori: postpartum blues; psikosis pascapartum dan depresi pascapersalinan. Blues postpartum, dengan insidensi 300-750 per 1000 ibu di seluruh dunia, dapat sembuh dalam beberapa hari hingga satu minggu, memiliki beberapasekuel negatif dan biasanya hanya memerlukan kepastian. Prevalensi global mulai dari 0,89 hingga 2,6 per 1000 kelahiran, adalah kelainan parah yang dimulai dalam empat minggu pascapersalinan dan membutuhkan rawat inap. Depresi pasca persalinan dapat mulai segera setelah melahirkan atau sebagai kelanjutan dari depresi antenatal dan perlu dirawat.