Ryco Prawira Purba
Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hambatan Samping Pada Ruas Jalan Kinibalu Palangka Raya (Studi Kasus: STA 0+250 – Sta 450) Ryco Prawira Purba; Nirwana Puspasari; Novrianti Novrianti
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2017): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.773 KB) | DOI: 10.33084/mits.v6i1.256

Abstract

Jalan Kinibalu Kota Palangka Raya memiliki tipe jalan tak terbagi yaitu: Jalan perkotaan dua-lajur dua-arah. Pengguna jalan sebagian besar adalah pelaku transportasi lokal dalam kota yang dominan menggunakan kendaraan pribadi, dan sebagian dilayani angkutan umum. Sebagian ada juga yang berjalan kaki di sekitar ruas jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisa ruas jalan Kinibalu untuk mengatasi kinerja jalan tersebut. Data yang digunakan untuk keperluan analisis tersebut digolongkan menjadi dua yaitu data primer diperoleh dari survey geometrik persimpangan, survey arus lalu-lintas, dan survey hambatan samping dan data sekunder berupa peta lokasi dan data jumlah penduduk. Analisis data untuk ruas jalan kota menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997). Berdasarkan hasil dari analisis terhadap ruas jalan Kinibalu Kota Palangka Raya dengan menggunakan MKJI 1997, dapat disimpulkan bahwa hambatan samping yang terjadi pada jalan Kinibalu Kota Palangka Raya termasuk kelas hambatan samping tinggi dengan jenis hambatan samping yang paling dominan yaitu kendaraan parkir atau berhenti dan pada siang hari terdapat PKL (pedagang kaki lima) di sekitar ruas jalan. Akan tetapi ruas jalan Kinibalu tersebut masih layak berfungsi dan terjadinya kemacetan hanya pada saat jam puncak puncak (peak hour) berlangsung saja. Untuk mengatasi hal tersebut, dapat di berikan tanda rambu dilarang parkir di sekitar jalan, serta pemeliharaan zebra cross yang masih ada.
Bioprocessing of Coconut Shell, Coffee Grounds, and Peat Fiber Wastes for Renewable Energy Production: Rekayasa Bioproses Limbah Tempurung Kelapa, Ampas Kopi, dan Serat Gambut untuk Produksi Energi Terbarukan Dhymas Sulistyono Putro; Andhira Trianingtyas; Rizki Auliansyah Putra; Bunga Resa Hartati; Radhiatunnisa S. Samad; Ryco Prawira Purba
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol. 11 No. 2 (2026): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v11i2.13579

Abstract

The increase in global energy demand and the accumulation of organic waste drive the need to utilize biomass as a renewable alternative energy. This study aims to evaluate the physicochemical characteristics, specifically moisture content and ash content, of biochar made from coconut shells, coffee grounds, and peat fiber based on the commercial briquette quality standard SNI 01-6235-2000. The methodological stages used include the carbonization (pyrolysis) process, particle size reduction, dough formulation using starch and lime binders, molding, and drying. The analysis results indicate that coffee grounds and coconut shells have the lowest average ash contents, successfully meeting the maximum SNI limit (≤8%) and making them highly feasible to be substituted as energy briquettes. Conversely, peat fiber produces a high ash content residue, making it less efficient as a fuel, but highly prospective to be repurposed as biochar (soil conditioner) in the agricultural sector. All initial biomass samples recorded a high moisture content, necessitating the optimization of post-molding thermal drying to meet the standard.