Bambang Raharmadi
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Stabilisasi Tanah Manyawang untuk Meningkatkan Daya Dukung (Cbr) Sebagai Lapis Pondasi Pekerasan Jalan Lungkuh Layang - Buntok Bambang Raharmadi
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2016): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.949 KB) | DOI: 10.33084/mits.v5i1.330

Abstract

Prosedur yang dilakukan dalam pengujian ini adalah mencampur bahan tanah lokal dengan variasi kadar semen 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9% terhadap berat kering tanah berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik dilakukan uji terhadap tanah lokal dan campuran tanah-semen berupa pemadatan standar, dan CBR pemeram 3 hari dengan perendaman 4 hari. Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui kontribusi semen terhadap nilai CBR untuk meningkatkan mutu tanah lokal agar dapat digunakan sebagai lapis pondasi perkerasan jalan. Hasil uji material tanah lokal dusun Manyawang terhadap pengujian distribusi ukuran butir memenuhi syarat yang diijinkan untuk digunakan sebagai material stabilisasi tanah semen, termasuk kelompok CL-ML yaitu lanau tak organik, lempung kepasiran dengan plastisitas rendah berdasarkan klasifikasi tanah sistem USCS sedangkan menurut klasifikasi tanah sistem AASHTO termasuk pada kelompok A-4 yaitu tanah lempung lanau dengan plastisitas rendah dengan indek plastisitas 6,21% ≤ 10% syarat yang ditentukan. Berat isi kering maksimum (dmax) 1,855 t/m3, kadar air optimum (Wopt) 13,0 % dengan daya dukung (CBR100) 9,40%. Hasil pengujian lapis pondasi tanah semen didapat kadar semen optimum (PCopt) 7%, dengan nilai CBRoptimum 120% ≥ 120% nilai target yang disyarat (Spesifikasi Umum 2010, revisi 3), berat isi kering maksimum dmax 1,864 t/m3 dan kadar air optimum (Wopt) 11,60%.
Analisis Derajat Kepadatan Lapangan Cement Treated Recycling Base Methode Sand Cone (Studi Kasus Peningkatan Jalan Lingkar Luar Muara Teweh) Bambang Raharmadi
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2016): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.174 KB) | DOI: 10.33084/mits.v4i2.334

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkerasan jalan lama/existing yang distabilisasi dengan semen 7% (CTRB) agar dapat digunakan sebagai lapis pondasi perkerasan jalan dan untuk mengetahui derajat kepadatan lapangan yang sesuai dengan syarat teknik. Prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mencampur bahan material jalan lama/existing dengan kadar semen 7% terhadap berat kering untuk mengetahui sifat-sifat fisik dan mekanik dengan melakukan penguji gradasi butiran, batas-batas Atterberg, pemadatan modified di laboratorium dan percobaan pemadatan lapangan serta pengujian kepadatan lapangan dengan Sand Cone pada sta. 0+250 s/d sta. 0+270, sta. 0+270 s/d sta. 0+290 dan sta. 0+290 s/d sta. 0+310. Hasil uji material Cement Treated Recycling Base (CTRB) terhadapi uji gradasi ukuran butir menunjukkan kesesuaian terhadap syarat yang diijinkan yaitu : agregat kasar 57,84%, agregat sedang 26,08%, agregat halus 16,09% dengan yang tertahan # no. 200 = 11,93% dan lolos # no. 200 = 4,16%, termasuk kelompok CL-ML yaitu lanau tak organik, lempung kepasiran dengan plastisitas rendah berdasarkan klasifikasi tanah sistem USCS sedangkan menurut klasifikasi tanah sistem AASHTO termasuk pada kelompok A-4 yaitu tanah lempung lanau dengan plastisitas rendah dengan batas-batas Atterberg yaitu : batas cair 17,20 %, batas plastis 10,91 % dan indek plastisitas 6,29% ≤ 10% syarat yang ditentukan. Kepadatan CTRB laboratorium dengan berat volume kering maksimum (gdmax) CTRB 1,995 t/m3, dengan kadar semen 7 % dan kadar air optimum (Wopt) 9,50 % .