Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Kekuatan Balok Induk Terhadap Dimensi Balok Anak Pada Beton Bertulang Tahan Tahan
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2019): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.158 KB) | DOI: 10.33084/mits.v8i1.1131

Abstract

Generally, concrete can be categorized into normal quality concrete and high-quality concrete, both are commonly used in construction. Normal quality concrete has approximately 20 MPa to 58 MPa quality, while the high-quality concrete has higher than 58 MPa. One of the applications of these concrete in structure is the dimension and joist position toward the beam’s strength in a story structure. To analyze the effect of joist toward beam, Finite Element Analysis (FEA)is applied with the following: Utilizing ANSYS with SOLID65, SOLID45, LINK8 with varying size of joist and beam such as type A beam by the size of 30/40 and joist by the size of 20/40, 25/40, 30/40, type B beam by the size of 30/50 and joist size of 25/50, 25/40, 25/35 and type C beam by the size of 40/60 and the joist size of 35/60, 35/50, 35/40. Steel material is used each has 400 MPa for the main reinforcement tension, 200 MPa for the stirrup reinforcement, normal quality concrete tension of 25 MPa, placement tension of 400 MPa, steel modulus elasticity of 200,000 MPa. Based on the FEA it is obtained that the comparison of joist influence toward the beam is centered from the comparison result of
Perilaku Keruntuhan Balok Beton Mutu Normal Dengan Pengekangan Pada Daerah Tekan Tahan Tahan
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2020): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.657 KB) | DOI: 10.33084/mits.v8i2.1435

Abstract

Concrete is a widely used construction material now Compared to other materials such as wood and steel. This is because the constituent material is easy to obtain, has enough strength, good durability, the making process is easy and in terms of economic price affordable. Concrete is Generally classified into two classes, namely normal quality and high quality. Both of them are now widely used in the construction activities. Normal quality concrete has a quality of 20 Mpa up to 58 MPa, while high quality concrete ranges above 58 Mpa. One of the applications in the structures is collapse behavior concrete beams on the normal quality of norm with the confinement on the pressure area. To analyze the effect of collapse behavior of normal quality concrete beams and varied Finite Element Analysis (FEA) by using ANSYS Ed. 9.0 with stirrups variation space in te respective spans (40, 80,120,150) mm and stirrup variation distance in the respective field (40,80,120,125,150,100,75.50) mm with 15/20 beam size. The steel material used has stress power of 400 each Mpa, stirrup stress 200 Mpa, normal quality stress 25 Mpa. Based on manual analysis and FEA the magnitude of ultimate capacity that occurs in the model of the beam with the dense stirrup on the stress area the ultimate moment value will rise both in the moment span area and in the field. The deformation is decreasing and the crack behavior on the pressure area can be minimized
ANALISA SALURAN DI DESA GOHONG KECAMATAN KAHAYAN HILIR KABUPATEN PULANG PISAU Tahan Tahan
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i1.7399

Abstract

Letak Desa Gohong secara administratif terletak di Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah. Desa Gohong merupakan salah satu dari 95 Desa di Kabupaten Pulang Pisau dan memiliki luas wilayah ±51.037 Ha yang terbagi atas, sawah masyarakat600 Ha, perkebunan 10.207 Ha, pekarangan penduduk 7.705 Ha, dan hutan desa 3.155 Ha.Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu: pengumpulan data, analisis data, evaluasi kapasitas, dan perencanaan sistem drainase. Jenis   data yang dikumpulkan sebagai bahan analisis adalah data sekunder berupa data peta jaringan irigasi sekunder, data curah hujan dari tahun 2015-2019 diambil di statisun unit maliku kabupaten Pulang Pisau, dan data primer yang dikumpulkan meliputi survey daerah irigasi, pengukuran jaringan irigasi, survey pemetaan, dan survey kondisi tanah. Cara pengumpulan data tersebut dilakukan dengan pengukuran lapangan dan panduan peta-petajaringan sekunder.Besarnya volume debit air pada sistem jaringan irigasi yang dialirkan melalui saluran sekunder umur rencana 5 tahun (XTR=  5  Tahun) dengan menggunakan distribusi probalitas Gumbel adalah 135,95 mm, intensitas curah hujan 29,130 mm/jam. Berdasarkan hasil analisa saluran maka saluran sekunder harus di rehabilitasi dengan memperdalam tinggi saluran yang lama setinggi 1,70 m. Perencanaan saluran sekunder diambil dari debit aliran Q = 6,10  m3/dt  > Qr = 4,409  m3/dt (Debit irigasi rencana kumulatif ). Kata Kunci :      Perencanaan,Jaringan Irigasi ,Metode,Analisa,Dimensi Irigasi, Debit air dan Evaluasi
PERBANDINGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA ANTARA METODE SNI 2010 DAN ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN Tahan Tahan
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i2.6443

Abstract

Rencana Anggaran Biaya adalah perkiraan biaya material, biaya upah, dan biaya lain-lain yang dibutuhkan untuk mendirikan suatu bangunan, dan sebagai pedoman analisis agar proses pembangunan tersebut berjalan secara efektif dan efisien. Rencana Anggaran Biaya memerlukan indeks bahan dan upah, yang didapatkan dari analisis harga satuan pekerjaan yang dikeluarkan resmi oleh BSN, seperti SNI 2008 dan 2010 serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 28 Tahun 2016 tentang Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum, sebagai acuan dalam perhitungan pembangunan pemerintah, pengadaan barang dan jasa pemerintah. Untuk mengetahui seberapa besar dan metode yang lebih ekonomis dari Rencana Anggaran Biaya antara metode SNI 2010 dan metode Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Cipta Karya Peraturan Menteri Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 28 Tahun 2016. Rencana Anggaran Biaya merupakan hasil perkalian antara volume suatu item pekerjaan dengan harga satuannya atau dirumuskan dengan: RAB = Ʃ[(VOLUME) x HARGA SATUAN PEKERJAAN]. Harga Satuan Pekerjaan ialah, jumlah harga bahan dan upah tenaga kerja berdasarkan perhitungan analisis. Untuk mendapatkan harga satuan pekerjaan, maka harga satuan bahan, harga satuan upah, dan harga satuan alat harus diketahui terlebih dahulu yang kemudian dikalikan dengan indeks/ koefisien analisis yang telah ditentukan. Dari hasil perhitungan Rencana Anggaran Biaya, metode SNI 2010 memerlukan biaya Rp.19.131.776.000.00; sedangkan untuk metode Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Cipta Karya Peraturan Menteri Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 28 Tahun 2016 memerlukan biaya Rp.19.634.780.000.00; Rencana Anggaran Biaya dari kedua metode tersebut mempunyai selisih anggaran biaya sebesar Rp.503.004.000.00; dengan persentase perbandingan sebesar 2,56 %. Untuk penyusunan Rencana Anggaran Biaya diharapkan agar lebih teliti dalam membuat tahapan-tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan dan masih dibutuhkan metode SNI, dengan pertimbangan efisiensi dan efektivitas kerja, serta nilai lebih ekonomis. Kata Kunci:         Rencana Anggaran Biaya, SNI (Standar Nasional Indonesia), Analisis Harga `.Satuan Pekerjaan (AHSP).
DESAIN JARINGAN DRAINASE DESA GANDANG BARAT KECAMATAN MALIKU KABUPATEN PULANG PISAU Tahan Tahan
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i1.5123

Abstract

Daerah    rawa    di Indonesia    mempunyai    lahan    seluas     39.424.500 hektar.Jumlah rawa Pasang   surut   di   Kabupaten   Pulang    Pisau    9.063.000 hektar, di Kecamatan Maliku 350.000 hektar. Daerah rawa  di Pangkoh V dan VI dibangun pada Tahun  1983 meliputi   jaringan   drainase   saluran   primer   sepanjang   27   km   saluran Sekunder sepanjang  599  km,    dan    selesai    pada    tahun 1985  dengan luas areal 9246 hektar. Pada   tahun   1985   transmigrasi di   datangkan  dari   luar kecamatan,  Sebagian  dari penduduk Kalimantan Tengah dengan tujuan memanfaatkan lahan rawa yang ada. Dengan kondisi  saluran  sekunder  di daerah Desa Gandang Barat Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau. yang tidak berfungsi oleh sebab itu sejak tahun 2005, 2010, 2016 sampai2019 terjadi banjir yang cukup dalam   70 cm, oleh karena itu perlu adanya desain jaringan Irigasi. Secara umum penelitian di lakukan dalam beberapa tahap,yaitu: pengumpuan data,analisis data, evaluasi kapasitas, dan desain sistem drainase. Jenis data yang dikumpulkan sebagai bahan analisis adalah data sekunder dan data primer. Data sekunder berupa peta, data curah hujan bulanan dan beberapa data lainnya. Disamping untuk analisis, data sekunder tersebut juga akan dijadikan pedoman dalam pengumpulan data primer. Data primer yang dikumpulkan anatara lain perhitungan curah hujan dengan cara normal, log normal, log pearson III, dan Gumbel. Dari perhitungan curah hujan data Gumbel yang paling akurat, sehingga dijadikan pedoman dalam perhitungan profil memanjang dan melintang saluran. Untuk menentukan debit drainase rencana (Qr) dan besaran kapasitas pengaliran drainase (Qs). Jika Qr > Qs akan dilakukan perencanaan ulang terhadap  kapasitas pengaliran.  Besarnya volume  debit  air pada  sistem jaringan drainase yang dialirkan melalui saluran sekunder umur rencana 5 tahun (XTR=  5  Tahun) dengan menggunakan distribusi probalitas Gumbel adalah 135,95 mm, intensitas curah hujan 45,45 mm/jam.Pembuatan 25 saluran yang baru tidak perlu dan normalisasi 24 saluran yang lama dengan ketinggiaan air 1,70 m dari dasar saluran sudah cukup untuk mengatasi limpahan air pasang dari saluran PLG 1 juta hektar, 135,95 mm curah hujan. Dan ini dapat menghindari terjadinya banjir lagi dengan ketinggian ± 0,70 m. Adapun luas yang digenangi banjir pada saat ini berkisar ± 320 hektar. Perencanaan saluran sekunder diambil debit aliran perhitungan yang terbesar     yaitu Q = 19,39   m3/dt > Qr (Debit drainase rencana kumulatif = 2,286 m3/dt).Untuk memaksimalkan kapasitas 24 saluran drainase yang sudah ada, maka perlu dilakukan pemeliharaan saluran dengan cara membersihkan sampah dan tumbuhan pengganggu, serta memperdalam ketinggian air drainase  setinggi  1,70  m  secara  berkala.  Adanya  hubungan  yang  sinergis  antara masyarakat,  swasta,  dan  pemerintah  juga  sangat  berpengaruh  terhadap  berfungsinya sistem drainase yang baik. Kata Kunci :   Desain, Jaringan, Drainase, Metode, Analisa, Dimensi, Irigasi, Debit airDan Evaluasi.
DESAIN JARINGAN RAWA DI WILAYAH KANTAN KECAMATAN PANDIH BATU KABUPATEN PULANG PISAU Tahan Tahan
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i2.4062

Abstract

Daerah   rawa   di Indonesia   mempunyai   lahan   seluas 39.424.500 hektar.Jumlah  rawa Pasang  surut  di  Kabupaten  Pulang   Pisau   9.063.000 hektar, di Kecamatan Maliku 350.000 hektar. Daerah rawa  di Pangkoh V dan VI dibangun pada Tahun  1983  meliputi  jaringan  drainase  saluran  primer  sepanjang  27  km  saluran Sekunder sepanjang  599  km,   dan   selesai   pada   tahun 1985  dengan luas areal 9246 hektar. Pada  tahun  1985  transmigrasi di  datangkan dari  luar kecamatan, Sebagian dari penduduk Kalimantan Tengah dengan tujuan memanfaatkan lahan rawa yang ada. Dengan  kondisi  saluran sekunder di Wilayah Kantan Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau. yang tidak berfungsi oleh sebab alih fungsi lahan pertanian, banyak jadi lahan perkebunan, masalahnya tingkat keasaman air masih tinggi, sehingga tanaman padi jadi tidak normal. Oleh karena  itu  perlu  adanya  desain   jaringan  rawa  yaitu jaringan   sekunder. Secara umum penelitian di lakukan dalam beberapa tahap,yaitu: pengumpuan data,analisis data, evaluasi kapasitas, dan desain sistem drainase. Jenis data yang dikumpulkan sebagai bahan analisis adalah data sekunder dan data primer. Data sekunder berupa peta, data curah hujan bulanan dan beberapa data lainnya. Disamping untuk analisis, data sekunder tersebut juga akan dijadikan pedoman dalam pengumpulan data primer. Data primer yang dikumpulkan anatara lain perhitungan curah hujan dengan cara normal, log normal, log pearson III, dan Gumbel. Dari perhitungan curah hujan data Gumbel yang paling akurat, sehingga dijadikan pedoman dalam perhitungan profil memanjang dan melintang saluran. Untuk menentukan debit drainase rencana (Qr) dan besaran kapasitas pengaliran drainase (Qs). Jika Qr > Qs akan dilakukan perencanaan ulang terhadap kapasitas pengaliran. Besarnya volume debit air pada sistem jaringan irigasi yang dialirkan melalui saluran sekunder umur rencana 5 tahun (X¬TR= 5 Tahun) dengan menggunakan distribusi probalitas Gumbel adalah 495,303 mm. Intensitas curah hujan 165,43 mm/jam.Menormalisasi kapasitas 122 saluran yang berfungsi dan perbaikan 28 saluran yang tidak berfungsi dengan ketinggiaan air 1,50 m untuk menghilangkan kadar asam tanah di sekitar 150 saluran sekunder. perhitungan  saluran sekunder, diambil dari perencanaan debit aliran perhitungan yang terbesar yaitu Q = 22,40 m3/dt  > Qr (Debit drainase rencana kumulatif  = 16,21 m3/dt). Dimensi penampang pada 122 saluran sekunder dan perbaikan 28 saluran yang tidak berfungsi itu semua di normalisasi. Kata Kunci :   Desain, Jaringan Drainase, Metode, Analisa, Dimensi, Irigasi, Debit Air Dan Evaluasi