Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Toponimi Nama-Nama Desa di Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Kajian Antropolinguistik Nisa Nala Sabila; Irwan Suswandi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7059

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali asal-usul nama desa serta melihat bagaimana proses penamaan terbentuk dan berkontribusi terhadap identitas kultural desa-desa tersebut dan sejauh mana masyarakat setempat masih mengenali dan memahami makna di balik nama desa di Kecamatan Kebuman, Kabupaten Kebumen. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan selama pengumpulan data adalah wawancara dan metode simak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap nama desa mengandung makna terkait dengan kondisi geografis, sejarah komunitas, sistem kepercayaan, tokoh masyarakat, serta nilai-nilai budaya setempat. Adapun data yang termasuk dalam aspek perwujudan, yaitu Desa Argopeni, Candimulyo, Kalibagor, Kalijirek, dan Wonosari; aspek kemasyarakatan berupa Desa Muktisari, sementara aspek kebudayaan mencakup Desa Jemur, Kawedusan, dan Murtirejo. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memperkaya ilmu toponimi di daerah Jawa Tengah sekaligus menjaga warisan budaya yang ada.
An Implementation of Anger Expressive Speech in the Film Kapan Pindah Rumah? Rahmawati Sartika; Irwan Suswandi
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 6 (2025): November 2025
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v4i6.950

Abstract

This study is a descriptive qualitative study that aims to examine the use of speech in expressing anger in the film Kapan Pindah Rumah? using Roman Jakobson’s theory of language function (1960). The research data consists of seven scenes depicting conflicts between a mother and her children. Data collection was conducted using the simak method through basic sadap techniques, simak bebas libat cakap techniques, and catat techniques. Data analysis used the matching method with advanced ortografis and padan pragmatis methods. The results showed that angry emotions were expressed through the choice of confrontational words, the use of negative imperatives, repetition, high intonation, and nonverbal gestures such as pointing, staring, and shooing. Based on Jakobson’s theory, dominant angry utterances represent the emotive function as an outburst of feelings and the conative function to influence the interlocutor. The findings from these seven scenes confirm that utterances play an important role not only as a means of communication but also as a tool for control, emotional expression, and negotiation of power relations within the family.