Elisabeth Evenince
Politeknik Cristo Re

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pengembangan Objek Wisata Berwawasan Lingkungan (Studi pada Objek Wisata Wair Nokerua, Desa Kolisia, Kabupaten Sikka) Elisabeth Evenince; Maria Karlina Yunivera De Gerald
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 6 No 2 (2021): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v6i2.2477

Abstract

Wair Nokerua merupakan salah satu objek wisata yang ada di Desa Kolisia, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Objek wisata ini memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pengembangan berwawasan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan berwawasan lingkungan yang perlu dilakukan pada Objek Wisata Wair Nokerua agar terhindar dari kerusakan ekologis. Metode analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif yaitu memaparkan dan menginterpretasikan semua data dan informasi yang diperoleh dilapangan sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari matriks Internal Eksternal (IE) posisi objek wisata di Wair Nokerua saat ini berada pada kuadran III yaitu pada posisi pertumbuhan (Hold and maintain). Indikator-indikator internal menghasilkan kekuatan dan kelemahan sedangkan indikator-indikator eksternal menghasilkan peluang dan ancaman. Dari analisis SWOT dan strategi S-O, S-T, W-O, W-T disusun strategi pengembangan objek wisat Wair Nokerua dengan menggunakan konsep pembagian zonasi wilayah, dimana pembagian wilayah tersebut berdasarkan zona inti, zona buffer dan zona pelayanan. Dalam konsep pembagian zonasi, diperlukan perencanaan partisipatif dalam pengembangan objek wisata Wair Nokerua dengan menerapkan prinsip pembangunan berwawasan lingkungan yaitu pencegahan pencemaran lingkungan, rehabilitasi dan pemulihan ekosistem dan sumberdaya alam yang rusak dan meningkatkan kapasitas produksi dari ekosistem alam dan binaan manusia.