Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranan Penilaian Daur Hidup (Life Cycle Assessment) Dalam Menunjang Perolehan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) Pada Industri Mineral Timah Lidia Handayani; Evelyn Hanaseta
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 7 No 1 (2022): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v7i1.3257

Abstract

The Ministry of Environment and Forestry added a new criteria, Life Cycle Assessment (LCA) on PROPER assessment 2021. This assessment aims to identify, calculate the sustainable usage of natural resources, discharge of pollution to environment as well as evaluate and implement possible environmental improvements. In the tin mining industry that has negative impact on the environment due to their activities, has to conducted life cycle assessment to support the acquisition of green PROPER. Asociation exporter tin Indonesia proposes scope of LCA from cradle to gate, this scope divided into an upstream process & tin smelterwhich consists of several processing units, namely preparing, smelting, refining, water treatment etc. Functional units are set as input and output references and have been normalized per 1 tonne of tin with impact categories as follows: Global warming, Ozone depletion, acidification potential, eutrophication, photochemical oxidant, abiotic depletion, human toxicity, land use, water footprint and carcinogenic
ANALISA RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN METODE HIRADC PADA TAMAN WISATA HUTAN BAMBU KOTA BEKASI Lidia Handayani; Ekaterina Setyawati; Ibnu Fazhar
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 3 (2024): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol3.2024.209

Abstract

Hutan Bambu merupakan Kawasan Wisata Strategis yang dikembangkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi tahun 2021 dengan capaian peningkatan kunjungan wisatawan 2% yaitu sebesar 581.775 orang. Aktivitas tersebut memiliki resiko bahaya karena melibatkan faktor manusia,lingkungan, dan perlengkapan equipment yang ada ditempat wisata. hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat 5 aktifitas wisata di Hutan Bambu ini. Terdapat 3 risiko sangat tinggi (extreme), dan 2 tinggi (high). Usulan upaya pengendalian yang diberikan diantaranya membuat Standar Operasional Prosedur (SOP), melakukan himbauan dan pengawasan kepada wisatawan, memasang rambu K3, rutin melakukan pemeriksaan di area sumber bahaya, memakai Alat Pelindung Diri (APD), memberikan pelatihan kepada pengelola, melakukan perbaikan area sumber bahaya.