Arni Arni
IAIN Antasari Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEPERCAYAAN DAN PERLAKUAN MASYARAKAT BANJAR TERHADAP JIMAT-JIMAT PENOLAK PENYAKIT Arni Arni
Jurnal Studia Insania Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jsi.v4i1.1112

Abstract

This study is an important part of exploring on local valuable object development related to belief and treatment of Banjarese society in using amulets for medication. Amulets or assortment magic power stuffs are Sarigading fabric, Kalimbutuhan, Samban, Kuwari, Caping, Buyu and Sawan bracelets, rings, and Gelang barajah (a bracelet with a special mystical writing on it), Picis, Sisik Tenggiling (Fur’s a hedgehog), baju and saputangan berajah (clothes and handkerchief with a special mystical writing on it), etc. Banjares society uses the entire amulets are for therapy medium because they have a kinship relationship with the unseen people. That is there is one of the member of family has twin brother or sister when she or he was born, but one of them was gone or invisible (unseen). In addition, it is caused that they feel having a genealogy relationship with former kings in the past. Another reason why they use the amulets is because they have a kinship relationship with crocodile incarnation. This circumstance compels them to use the amulets. These belief and treatment of most Banjarese society on the amulets are believed to be used as a medium of medication for illness which cannot be cured by medic. The amulets are worned on head, neck, shoulder, arm and finger. They can be tied on waist or they are worned as usual clothes, trousers and sarung. Before the amulets use for therapy, some of them are usually scented on kemenyan (burned incense), sometimes there are also Jasmine and Cananga flowers. This magic therapy is an implementation of life style which is completely mystical magic, as well as strong fanaticism on the instinct of ancestral. Medication through the amulets or the magic power stuffs are a primitive culture which common known as dynamism, animism, fetishism, and Totemism.
Tradisi Memprediksi Khasiat Batu Permata Arni Arni
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 10, No 2 (2011)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v10i2.1041

Abstract

Memprediksi batu permata dilakukan oleh Sulaiman bin Rawi di Kecamatan Kapuas Timur adalah dalam rangka untuk mengetahui khasiat dari batu permata tersebut. Adapun peralatan  untuk mengetahui khasiat batu permata adalah  benang, batu permata, panduan khusus berupa kerta yang bergambar lingkaran yang di dalamya bertentuk jari-jari. Pada lingkaran dan jari-jari terdapat tulisan nama 25 orang nabi serta khasiat khasiat batu permata yang menggunakan tulisan huruf Arab Melayu dan ketika hendak mengetahui khasiat batu permata dengan menggunakan bacaan tertentu dari ayat Alquran, (QS:  An-Naml :30). Adapun cara untuk mengetahui khasiat sebuah batu permata adalah batu permata diikat dengan benang dan ujung benang dipegang dengan telunjuk dan ibu jari. Benang diangkat sehingga batu bergantung tepat di atas sebuah panduan yang berbentuk lingkaran yang bertuliskan nama nabi dan khasiat batu permata. Dalam posisi tangan yang tidak bergerak dibacakan ayat Alquran surah An-Naml ayat 30, kemudian  terlihat batu permata bergerak atau berayun dengan sendirinya dan menuju nama nabi dan khasiat tertentu. Sehingga diketahu khasiat atau baik tidaknya sebuah batu permata itu. Sebagian masyarakat Banjar mempercayai masing-masing batu permata yang alami mempunyai khasiat  seperti: menolak kefakiran, mengangkat derajat, menyembuhkan penyakit, membuat kebal dan lain-lain. Hal ini semata-mata kelebihan yang  merupakan anugerah dari Allah kepada benda atau ciptaan-Nya.