Mario Carl Joseph
Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN TERAPI PENERIMAAN DAN KOMITMEN UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA NARAPIDANA MENJELANG PEMBEBASAN BERSYARAT DI LAPAS X Mario Carl Joseph
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.965

Abstract

Predikat bekas narapidana memberikan beban yang amat berat, penuh tantangan dan pandangan penuh curiga dari masyarakat kepada setiap mantan narapidana. Narapidana yang akan kembali ke tengah masyarakat memiliki beberapa reaksi emosional, salah satunya adalah kecemasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menggambarkan kecemasan narapidana dan metode kuantitatif untuk melihat peran terapi penerimaan dan komitmen dalam mengurangi kecemasan narapidana menjelang pembebasan. Kecemasan pada narapidana diukur dengan Beck Anxiety Inventory yang mengandung 21 pertanyaan berfokus pada gejala somatik kecemasan. Subyek dalam penelitan ini adalah 5 narapidana yang mengalami kecemasan. Teknik pengambilan sample menggunakan metode purposive sampling. Pemberian terapi penerimaan dan komitmen pada 5 subyek penelitian sebanyak 5 sesi. Dalam penelitian ini, terapi penerimaan dan komitmen terbukti dapat mengurangi kecemasan pada warga binaan menjelang pembebasan bersyarat dengan menunjukan perubahan ke arah yang positif. Keberhasilan terapi penerimaan dan komitmen juga dipengaruhi oleh dukungan yang diberikan dari masing-masing narapidana sebagai sebuah kelompok (kelompok dukungan).
PENERAPAN TERAPI SENI DALAM MENGURANGI KECEMASAN PADA PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI JAKARTA Mario Carl Joseph; Monty P. Satiadarma; Rismiyati E. Koesma
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1620

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga adalah bentuk kekerasan yang paling banyak dialami oleh perempuan berusia 25 – 40 tahun. Kecemasan merupakan salah satu bentuk reaksi emosional yang menyertai perempuan ketika mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Kecemasan pada perempuan yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga diukur dengan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan melihat gejala kecemasan dari segi kognitif, somatis, motorik dan afektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menggambarkan kecemasan dan metode kuantitatif untuk melihat penurunan tingkat kecemasan dengan terapi seni pada perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga. Subyek penelitian ini adalah dua perempuan yang telah bercerai dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga dalam bentuk fisik, seksual, psikis atau verbal dan penelantaran rumah tangga. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Pemberian terapi seni pada masing-masing subyek dilakukan sebanyak tujuh sesi. Dalam penelitian ini, terapi seni telah terbukti dapat mengurangi kecemasan pada perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga dengan menunjukan perubahan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Keberhasilan terapi seni ini juga dipengaruhi oleh adanya kesadaran pada masing-masing subyek untuk konsisten menjalani terapi.