Irfan Noor
State Institute for Islamic Studies of Antasari

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SUFISME SEYYED HOSSEIN NASR DAN FORMALISME AGAMA DI INDONESIA Irfan Noor
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v13i2.402

Abstract

The growing phenomenon of politics identity after the 1998 reform, which tends to encourage "religious communalism", should be a major concern and this should be answered by the discipline of Islamic philosophy as the challenges in building a better Indonesian nation with a better future. In this context, Seyyed Hossein Nasr’s thought is relevant to be actualized as the effort to contextualize the role of Islamic philosophy for contemporary society and as an approach to understand the reality of religion through the world-view of Sufism.
VISI SPIRITUAL MASYARAKAT BANJAR Irfan Noor
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 12, No 2 (2013)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v12i2.443

Abstract

This article aims to explain the influences of sufism on Banjarese culture. The description is regarded important owing to tha fact that first arrival of Islam in this region in 16th century can be not separated from the role of sufism and sufi orders in Islamic intellectual discourses in Indonesia commonly. The existence of Islam, therefore, as etnic identity of this society necessarily was coloured of sufism in its character. This article concludes that the influences of sufism on Banjarese culture were reflected in social attitudes towards traditional ceremonies and social costums based on religious spiritual background.
ISLAM DAN REPRESENTASI IDENTITAS BANJAR PASCA ORDE BARU DI KALIMANTAN SELATAN Irfan Noor
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v11i2.423

Abstract

Gerakan formalisasi syari’at Islam yang marak di Indonesia pasca Orde Baru telah berhasil mengambil manfaat dari berkembangnya wacana peneguhan identiti lokal di era Otonomi Daerah. Salah satu dari keberhasilan gerakan ini adalah terbitnya berbagai Perda bernuansa syari'at Islam di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu daerah yang menunjukan kecenderungan seperti itu adalah Kalimantan Selatan. Di daerah ini, titik tolak berkembangnya wacana peneguhan identitas lokal adalah dampak negatif budaya global yang bersinergi dengan totalitarianisme konstruk negara bangsa. Oleh karena itu, ketika karakter khas yang dikembangkan oleh gerakan Islamisme adalah suatu ideologi perlawanan (counter-ideology) terhadap berbagai faham modenisme dan sekularisme, maka gerakan ini mampu berkelindan dengan wacana peneguhan identitas lokal yang juga mengembangkan suatu upaya perlawanan terhadap konstruk negara-bangsa yang cenderung bersifat totalitarianisme ala Orde Baru. Kajian ini memberikan kerangka kerja alternatif dalam memahami identitas etnik Banjar dan politik identitasnya dari beberapa kajian sebelumnya yang cenderung menekankan unsur-unsur primordialisme. Kajian ini diharapkan dapat memberikan suatu pemahaman tambahan tentang politik identitas Islam di Indonesia pasca Orde Baru.