Ahmad Rafiq
IAIN Antasari

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RELASI DAYAK-BANJAR DALAM TUTUR MASYARAKAT DAYAK MERATUS Ahmad Rafiq
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 12, No 1 (2013)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v12i1.451

Abstract

Etnis Dayak dan Banjar pada awalnya berasal dari rumpun etnik yang sama. Namun kemudian diidentifikasi secara berbeda tidak hanya melalui etnisitas, tetapi juga agama mereka. Dayak identik dengan Kaharingan sebagai agama asli mereka, sementara Banjar identik dengan Islam sebagai agama yang baru mulai dianut sejak didirikannya Kesultanan Islam Banjar oleh Pangeran Samudera. Semenjak itu, perbedaan identitas ini direspon oleh orang Dayak melalui mitos atau folklore. Mitos-mitos ini, berdasarkan riset lapangan yang telah dilakukan oleh penulis artikel ini, dipahami sebagai seperangkat simbol yang mengungkapkan tipologi relasi orang Dayak dengan Banjar. Paling tidak, ada empat tipologi relasi yang terungkap di sini, yakni: relasi geneologis, analogis, kooperatif, dan historis. Berbagai tipologi relasi inilah juga yang akhirnya menjadi dasar munculnya bentuk-bentuk sinkritisisme budaya di antara keduanya, Dayak-Banjar.