Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN PERILAKU AGRESI PADA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Olga Patricia Ritung; Naomi Soetikno
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.930

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan perilaku agresi pada remaja di sekolah menengah pertama. Perilaku agresi merupakan suatu perilaku yang disadari atau disengaja oleh seseorang yang dilakukan dalam bentuk verbal maupun fisik serta bertujuan untuk menyakiti atau merugikan orang lain sehingga menyebabkan rasa sakit dan trauma, baik secara fisik maupun psikis. Penerimaan diri merupakan gambaran diri seseorang secara positif dan mengakui kelebihan maupun kekurangannya, serta memahami keinginan dan kemauan dalam dirinya dalam bentuk pandangan yang objektif. Subyek penelitian adalah remaja awal berusia 12 sampai dengan 15 tahun. Penelitian dilakukan pada 370 subyek yang bersekolah di SMP yang berada di wilayah Jabotabek. Setelah dilakukan uji normalitas dan didapatkan distribusi data kedua variabel, baik penerimaan diri maupun perilaku agresi tidak normal maka untuk mencari ada atau tidaknya hubungan tersebut penelitian ini menggunakan metode uji korelasi Chi Square. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Chi Square menunjukkan bahwa agresi emosional/hostile memiliki nilai Chi Square = 611.440 dan p = .000. Agresi fisik memiliki nilai Chi Square = 1266.656 dan p = .000. Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan positif antara penerimaan diri dengan perilaku agresi, baik indikator agresi emosional/hostile dan agresi fisik pada remaja. Kata Kunci: Perilaku agresi, penerimaan diri, dan remaja.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Kecemasan Anak Berhadapan Hukum di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Lydia Suliyanto Wijaya; Billy Nugroho; Tia Melandri; Dzikrina Istifa Ramadhani; Naomi Soetikno
Jurnal Ilmu Perilaku Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jip.8.2.131-151.2024

Abstract

The number of children in conflict with the law continues to increase from year to year. It was noted that in 2020 and 2021 there were 1,700 children and increased to 1,800 children in 2022. Children in conflict with the law can feel negative feelings, can feel negative feelings, in the form of anxiety and one of the factors that influence it is parenting. One of the factors that influence anxiety is parenting. Children in conflict with the law in their detention period have very limited contact with their parents. This study aims to look at the relationship of parenting on children in conflict with the law anxiety in correctional institutions. The research method used was purposive sampling, with a total of 52 participants. The measuring instruments used in this study consisted of two, namely the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) and Parenting Scale. The results of this study showed that paternal permissive parenting was associated with children in conflict with the law anxiety while other paternal types of parenting were not. Furthermore, maternal parenting did not have a relationship with children in conflict with the law anxiety. This study highlights the importance of social support in correctional institutions to reduce the anxiety of children in conflict with the law and the need to educate parents about the impact of permissive parenting in supporting children's development