Dalam dua dekade terakhir, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi dan berinteraksi. Media sosial tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi individu untuk berbagi informasi, membangun relasi, serta mengekspresikan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara Fear of Missing Out (FoMO) dan perilaku prososial pada Generasi Z di wilayah Jabodetabek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan teknik purposive sampling. Partisipan berjumlah 145 individu Generasi Z yang berdomisili di Jabodetabek dan aktif menggunakan media sosial. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan Fear of Missing Out Scale (FoMOS), Online Fear of Missing Out (ON-FoMO), dan Prosocialness Scale for Adults (PSA). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat FoMO partisipan berada pada kategori sedang hingga tinggi (M = 52,85; SD = 11,56), sedangkan perilaku prososial berada pada kategori tinggi (M = 104,44; SD = 18,83). Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara FoMO dan perilaku prososial (r = 0,409; p < 0,001). Hasil regresi linear sederhana juga menunjukkan bahwa FoMO berperan signifikan terhadap perilaku prososial. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat FoMO, semakin tinggi pula kecenderungan individu untuk menunjukkan perilaku prososial. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami hubungan antara FoMO dan perilaku prososial pada Generasi Z di era digital.