Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Biopelet dari Campuran Cangkang dan Daging Biji Karet menggunakan Screw Oilpress Machine Fatria Ahmadan; Lety Trisnaliani; Tahdid Tahdid; Depera Agustin; Arananda Dwi Putri
Fluida Vol 12 No 1 (2019): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v12i1.1846

Abstract

Biopelet adalah salah satu sumber energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suhu optimal dan rasio ideal biopellet yang terbuat dari cangkang dan inti biji karet dalam produksi biopellet menggunakan mesin pengepres minyak ulir sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI 8021-2014) yang meliputi nilai pemanasan, kadar abu, kadar air, bahan mudah menguap, dan kepadatan biopellet. Jumlah sampel biopellet dalam penelitian ini adalah 10 sampel dengan berbagai variasi suhu bahan dasar. Perbandingan cangkang dan inti biji karet dalam penelitian ini meliputi: 80:20, 70:30, 60:40, 50:50, dan 40:60 dengan variasi suhu 200ᵒC dan 150ᵒC. Hasil penelitian diketahui bahwa komposisi biopelet terbaik adalah sampel pada suhu 200ᵒC, dan rasio cangkang dan kernel biji karet 80:20 dengan nilai kalor 5,083,4919 kal/g, kadar air 4,00%, kepadatan 1,6322 g/cm3, kadar abu 1,9802%, bahan mudah menguap 77,1888%, dan karbon tetap 16,8317%. Nilai kalor dan analisis terdekat telah memenuhi SNI 8021: 2014.
Pelatihan Pemanfaatan SolarPeel System Bagi UMKM di Kampung Tempe Kopti Lestari Palembang Indah Pratiwi; Lety Trisnaliani; Olivia Claudia; Alif Firmansyah; Pandjie Muhammad
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/wjhqtc34

Abstract

Produsen tempe di Sumatra Selatan, Kota Palembang, khususnya di kampung kreatif tempe Kopti Lestari, menghadapi tantangan serius berupa rendahnya efisiensi operasional akibat ketergantungan pada metode pengupasan kedelai konvensional yang membutuhkan konsumsi air dalam jumlah besar serta ketidakpastian pasokan listrik. Kondisi tersebut menyebabkan siklus produksi sering terhenti dan memicu kerugian ekonomi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan inovasi SolarPeel System, yaitu sistem pengupas dan pembelah kedelai otomatis yang memanfaatkan energi surya sebagai sumber tenaga utama guna mewujudkan kemandirian energi mitra. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan Participatory Action Research yang meliputi tahapan identifikasi masalah, perancangan alat, uji coba operasional, hingga pelatihan perawatan mandiri bagi mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi teknologi ini berhasil meningkatkan efisiensi sistem sebesar 112,5% dengan durasi penggunaan riil selama 4,5 jam secara kontinu. Selain itu, teknologi ini mampu meminimalisir penggunaan air pada proses pengupasan dibandingkan metode manual. Transformasi teknologi ini terbukti mampu menjaga stabilitas produksi meskipun terjadi gangguan pada jaringan listrik umum. Kesimpulannya, penerapan teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan ini efektif dalam meningkatkan produktivitas, mengurangi beban kerja manual, serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal yang berkelanjutan bagi pelaku usaha pangan skala kecil.