Puput Melati Hutauruk
Dosen Prodi D-III Kebidanan STIKes Imelda

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP PENGGUNA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI RSU SINAR HUSNI KECAMATAN LABUHAN DELI MEDAN TAHUN 2014 Puput Melati Hutauruk
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era globalisasi sekarang ini, berbagai tantangan tentu saja oleh setiap rumah sakit . kini rumah sakit merupakan bagian integral dari sitem pelayanan kesehatan. Sejalan dengan ini upaya peningkatan mutu di RSU Sinar Husni harus diciptakan dan dilaksanakan secara terukur dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan kepuasaan pasien rawat inap penggunan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RSU Sinar Husni Medan. Metode penelitian deskritif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 474 orang, untuk memperoleh sampel maka digunakan metode probability sampling, sehingga di dapat sampel penelitian 82 orang. Metode pungumpulan data yaitu data primer dan data sekunder. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat.Pada penelitian ini ditemukan responden lebih banyak yang tidak puas yaitu yaitu 48 orang (58,5%) dan yang puas hanya 34 orang (41,5%). Variabel yang paling berpengaruh dengan tingkat kepuasan rawat inap pengguna JKN adalah variable variabel empathy , variabel responsiveness dan variabel reabilithy. Sedangkan pada variabel tangibles dan variabel assurance tidak memiliki hubungan yang bermakna antara mutu pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien rawat inap pengguna JKN. Perlu memperhatikan dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan terutama pada variabel tangibles dan assurance. Perlu diadakan pelatihan-pelatihan berkelanjutan bagi perawat.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PENGETAHUAN IBU UNTUK MEMILIH IMPLANT SEBAGAI ALAT KONTRASEPSI DI KELURAHAN TERJUN KECAMATAN MEDAN MARELAN TAHUN 2018 Puput Melati Hutauruk
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v5i1.161

Abstract

Gerakan keluarga berencana sangat mempengaruhi sumber daya manusia dengan upaya peningkatan keperdulian dan peran serta masyarakat. Implant adalah metode kontrasepsi yang hanya mengadung progestin dengan masa kerja panjang dan di susukkan dibawah kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi rendahnya minat dan pengetahuan Ibu untuk memilih Implant sebagai alat kontrasepsi di Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan Tahun 2018. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan besar sampel sebanyak 87 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 6 Juni 2018 sampai 20 Juni 2018. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi pertanyaan dari faktor pengetahuan, faktor pendidikan, faktor sumber ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pengetahuan responden berada dalam klasifikasi cukup 49 responden (56,3%) dan pengetahuan kurang 5 responden (5,7%), dari segi pendidikan 46 orang (52,9%) berpendidikan SD dan 1 responden (1,1%) tamat Perguruan Tinggi, dari segi sumber ekonomi baik sebanyak 55 orang (63,2%), dan sumber ekonomi kurang sebanyak 4 responden (4,6%) untuk tidak berKB karena KB itu mahal Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan setiap faktor masih mempengaruhi ketidak mauan Ibu dalam menggunakan alat kontrasepsi Implant. Diharapkan adanya pembentukan program penyuluhan di setiap daerah yang pengetahuannya baik bisa termotivasi menjadi peserta KB Implant, Di harapkan kepada pemerintah agar mengadakan KB gratis, karena banyak responden menganggap KB Implant itu mahal.Selanjutnya diharapkan pada responden untuk memotivasi diri untuk menggunakan alat kontrasepsi implant agar pemakaian antara alat kontrasepsi yang satu dengan yang lainnya berimbang.
TINJAUAN ASPEK KEAMANAN DAN KERAHASIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUANG FILLING RUMAH SAKIT KHUSUS (RSK) PARU MEDAN TAHUN 2018 Puput Melati Hutauruk; Widya Tri Astuti
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 3 No. 2 (2018): Vol. 3 No. 2 Tahun 2018
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jipiki.v3i2.70

Abstract

Keamanan dan kerahasiaan merupakan faktor yang sangat penting dalam pengelolaan dokumen rekam medis.Keamanan dan kerahasiaan rekam medis di RSK Paru Medan belum terjaga. Masih ada selain petugas rekam medis yang keluar masuk ruang filling dan dokumen rekam medis yang hilang. Untuk mengetahui aspek keamanan dari segi aspek fisik, biologis dan kimiawi dan aspek kerahasiaan dokumen rekam medis di ruang filling di RSK Paru Medan.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriftif kualitatif dengan menggunakan metode observasi.Subjek penelitian yaitu 63 dokumen rekam medis.Objek penelitian dokumen rekam medis dan ruang filling.Instrumen penelitian data adalah pedoman observasi, alat pengukur suhu kelembapan, Check list.Analisa data adalah deskriptif.Hasil penelitian menunjukan dari segi aspek fisik tinta yang digunakan warna hitam sudah seragam.Kertas yang digunakan ukuran A4 berat 70 gram.Tidak adanya AC, APAR, tracer dan kamfer.Masih ada selain petugas rekam medis yang keluar masuk ke ruang filling sehingga dokumen rekam medis hilang.Pasien membawa sendiri dokumen rekam medisnya.Aspek biologis adanya jamur, kutu buku, dan serangga seperti rayap, kecoa, dan tikus.Aspek kimiawi adanya petugas rekam medis makan/minum di ruang rekam medis.Aspek kerahasiaanya masih ada petugas rekam medis yang masuk ke filling rekam medik dan masih ditemukan dokumen rekam medis yang di bawa pasien/hilang.Diharapkan pihak rumah sakit memenuhi fasilitas seperti APAR, AC, kamferdan melakukan pemeliharaan kebersihan di ruang penyimpanan.Sebaiknya dokumen rekam medis diantarkan oleh petugas distribusi.
FAKTOR – FAKTOR PENGHAMBAT PELAYANAN DI TEMPAT PENDAFTARAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT SARI MUTIARA, LUBUK PAKAM TAHUN 2019 Puput Melati Hutauruk; Meha Marito Br. Gurning
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Agustus
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jipiki.v4i2.91

Abstract

Pelayanan rawat jalan (ambulatory services) adalah salah satu bentuk dari pelayanan kedokteran. Secara sederhana yang dimaksud dengan pelayanan rawat jalan adalah pelayanan kedokteran yang disediakan untuk pasien tidak untuk rawat inap (hospitalization). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor penghambat pelayanan di tempat pendaftaran pasien BPJS rawat jalan di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dilaksan dengan sampel sebanyak 64 orang pasien BPJS rawat jalan. Dari hasil penelitian dari 64 orang pasien BPJS rawat jalan yang diteliti menunjukkan bahwa sebanyak 38 orang (59,4 %) telah mengetahui berkas pendaftaran pasien BPJS rawat jalan. Berdasarkan waktu penyediaan dokumen rekam medis didapatkan bahwa rata – rata waktu yang dibutuhkan untuk pendaftaran adalah 7 menit..Penyediaan dokumen rekam medis > 10 menit sebanyak 11 orang (17,2 %). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkan agar selalu dilakukan keterbukaan atas informasi berkas persyaratan pendaftaran dan pelayanan kesehatan terhadap peserta BPJS Kesehatan. Bentuk penyimpanan dokumen rekam medis sebaiknya menggunakan dua sistem yaitu sentralisasi dan desentralisasi juga tracer agar keberadaan dokumen rekam medis dapat diketahui yaitu dipinjam atau sudah dikembalikan tetapi tidak sesuai dengan urutan nomor rekam medisnya.