Managed pressure drilling (MPD) merupakan metode pengeboran yang menambahkan tekanan di permukaan sehingga tekanan di dalam lubang sumur dapat dikurangi disesuaikan tanpa harus melakukan perubahan pada densitas lumpur. Oleh karena itu MPD sering digunakan dalam operasi pengeboran sumur eksplorasi. Constant bottom hole pressure (CBHP) adalah salah satu varian MPD yang digunakan pada drilling window yang sempit untuk menjaga BHP tetap konstan. Sumur “X†merupakan sebuah sumur eksplorasi yang diperkirakan mengalami masalah hole stability yaitu breakout pressure. Breakout pressure ini harus dapat diatasi supaya tidak menyebabkan stuck pipe. Dengan alasan tersebut maka sumur “X†akan menggunakan CBHP MPD dalam operasi pengeborannya agar dapat mengubah equivalent circulating density (ECD) dengan cepat dan mudah. Penelitian ini akan membahas desain CBHP MPD yang optimal pada sumur eksplorasi “X†lubang 12.25â€. Metode yang digunakan yaitu dengan menentukan model rheologi, limit dari pengoperasian laju alir, dan pembuatan skenario surface backpressure (SBP). Hasil simulasi hidrolika dapat dibuat lima skenario MPD yang dibuat dari dua densitas lumpur 11 ppg dan 12 ppg, serta laju alir seragam 800 GPM. SBP yang diaplikasikan bervariasi 65 psi – 560 psi saat statis, 0 – 500 psi dalam kondisi dinamis. Skenario satu dan dua menggunakan densitas 11 ppg menghasilkan equivalent mud weight (EMW) 12.4 ppg dan 12.7 ppg, sementara skenario tiga, empat, lima menghasilkan EMW 12.4 ppg, 13.01 ppg, dan 13.36 ppg. Kelima skenario tersebut ditentukan berdasarkan kebutuhan saat operasi pengeboran.