Ahmad Yunus Mokoginta Harahap
STAIN Gajah Putih Takengon, Aceh Tengah, Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SPRITUALISME DAN PLURALISME AGAMA Ahmad Yunus Mokoginta Harahap
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37249/as-salam.v2i1.7

Abstract

Tulisan ini ditujukan untuk mengkaji pengentasan berbagai permasalahan-permasalahan menjalankan misi suci ajaran-jaran keagamaan dengan segala keragamannya. Adanya beberapa asfek kesenjangan antara spritualitas dan doktrin agama, antara doktrin suatu agama dengan doktrin agama lainnya, sangat berpotensi untuk menopang terjadinya konflik yang berkepanjangan, baik dikalangan internal satu agama atau antar agama. Hal ini diakibatkan karena pertama, doktrin agama lebih menekankan pada hal-hal eksternal (eksoteris), sedangkan pada asfek spiritual lebih menekankan asfek Internal (essoteris), kedua, doktrin agama memfokuskan ke ritual yang sudah tertentu, sebaliknya spritual lebih kepada ibadah yang spontanitas, doktrin agama juga menjadi aktivitas kalangan umum pemeluknya, dan sebaliknya spiritual lebih merupakan aktivitas khusus atau privat seseorang, ketiga, doktrin agama fokus pada tabiat/kelakuan sebaliknya spritual fokus pada cinta kasih, dan kelima, pada doktrin Agama bersifat jelas dan qat`i, sebaliknya ajaran spiritual bisa diinterpreasikan. Dalam realitas masyarakat masa kini yang serba majemuk dengan situasi hal-hal baru yang selalu perlu untuk direspon spontanis oleh masyarakat beragama, maka tidak ada jalan lain untuk mempertemukannya dalam wadah nilai-nilai spritualitas dari agama-agama.
SPRITUALISME DAN PLURALISME AGAMA Ahmad Yunus Mokoginta Harahap
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.32 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v2i1.7

Abstract

Tulisan ini ditujukan untuk mengkaji pengentasan berbagai permasalahan-permasalahan menjalankan misi suci ajaran-jaran keagamaan dengan segala keragamannya. Adanya beberapa asfek kesenjangan antara spritualitas dan doktrin agama, antara doktrin suatu agama dengan doktrin agama lainnya, sangat berpotensi untuk menopang terjadinya konflik yang berkepanjangan, baik dikalangan internal satu agama atau antar agama. Hal ini diakibatkan karena pertama, doktrin agama lebih menekankan pada hal-hal eksternal (eksoteris), sedangkan pada asfek spiritual lebih menekankan asfek Internal (essoteris), kedua, doktrin agama memfokuskan ke ritual yang sudah tertentu, sebaliknya spritual lebih kepada ibadah yang spontanitas, doktrin agama juga menjadi aktivitas kalangan umum pemeluknya, dan sebaliknya spiritual lebih merupakan aktivitas khusus atau privat seseorang, ketiga, doktrin agama fokus pada tabiat/kelakuan sebaliknya spritual fokus pada cinta kasih, dan kelima, pada doktrin Agama bersifat jelas dan qat`i, sebaliknya ajaran spiritual bisa diinterpreasikan. Dalam realitas masyarakat masa kini yang serba majemuk dengan situasi hal-hal baru yang selalu perlu untuk direspon spontanis oleh masyarakat beragama, maka tidak ada jalan lain untuk mempertemukannya dalam wadah nilai-nilai spritualitas dari agama-agama.