Yunie Amalia Rakhmyta
STAIN Gajah Putih Takengon, Aceh Tengah, Aceh

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

BAHASA FIGURATIF DALAM NOVEL TERJEMAHAN BAHASA INGGRIS KE BAHASA INDONESIA (SUATU ANALISIS KESEPADANAN TERJEMAHAN) Yunie Amalia Rakhmyta
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37249/as-salam.v2i2.29

Abstract

Penelitian ini menguraikan penerjemahan kata figuratif dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia yang terdapat pada kidung dan surat-surat dalam novel Lisa See yang berjudul “Snow Flower and the Secret Fan”, strategi yang digunakan penerjemah dalam menerjemahkan kata figuratif yang terdapat di dalam novel, kesepadanan penerjemahan, dan masalah-masalah yang terdapat pada terjemahan yang tidak sepadan serta strategi yang dapat digunakan sebagai solusi untuk mencapai kesepadanan makna di tingkat leksikal pada terjemahan. Terdapat 82 data kata figuratif di dalam novel dan masing-masing kata figuratif dikelompokkan berdasarkan jenisnya menggunakan teori dari Perrine.Lalu, strategi yang digunakan penerjemah dalam menerjemahkan masing-masing jenis kata figuratif dianalisis menggunakan teori dari Larson yakni strategi dalam menerjemahkan metonimi dan sinekdoke, serta strategi dalam menerjemahkan metafora dan simile.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjemahan literal lebih sering digunakan oleh penerjemah dibandingkan strategi milik Larson, yakni sejumlah 49 dari 82 data kata figuratif. Namun, strategi-strategi yang digunakan penerjemah hanya menghasilkan 51.2% kesepadanan pada terjemahan. Masalah-masalah yang paling sering ditemukan pada ketidaksepadanan terjemahan yaitu “image” pada bahasa sumber tidak diketahui di bahasa sasaran dan jenis perbandingan yang dilakukan antara bahasa sumber dan bahasa sasaran berbeda. Sebagian besar solusi yang disarankan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut adalah dengan menggunakan strategi ketiga milik Larson dalam menerjemahkan metafora, simile, metonimi dan sinekdoke.Untuk menerjemahkan kata figuratif lainnya, yakni dengan mengganti kata figuratif pada bahasa sumber dengan kata kfiguratif yang ada di bahasa target yang memiliki makna yang setara.Strategi yang disarankan dapat digunakan untuk mencapai kesepadanan makna di tingkat leksikal karena baik makna maupun arti kiasan yang dimaksudkan dapat disampaikan dengan baik di dalam terjemahan.
Terjemahan Pantun Melayu ke Dalam Bahasa Inggris Oleh Katharine Sim: Suatu Analisis Kesepadanan Terjemahan Yunie Amalia Rakhmyta
Jurnal As-Salam Vol. 1 No. 2 (2016): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi penerjemahan, strategi pemindahan pola rima, dan strategi pemindahan pola metris pada terjemahan pantun Melayu ke dalam bahasa Inggris oleh Katharine Sim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis isi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 bait pantun cinta dalam dua bahasa yang berbeda, pantun Melayu dan terjemahannya ke dalam bahasa Inggris. Data dalam penelitian ini berupa kata, frase, atau kalimat yang terdapat dalam 10 bait pantun Melayu dan terjemahannya. Analisis data dilakukan dalam empat bagian, yaitu strategi struktural, strategi semantis, strategi pola pemindahan rima, strategi pola pemindahan metris. Dari hasil temuan menunjukkan penggunaan strategi struktural penambahan paling banyak digunakan oleh Katharine Sim (57,27%), pengurangan (2,73%), dan transposisi (40%). Strategi semantis yang digunakan Katharine Sim adalah pungutan (4,44%), padanan budaya 33,33%, analisis komponensial (20%), penyusutan (0%), perluasan (2,22%), penambahan (4,44%), penghapusan (11,11%), dan modulasi (24,44%). Katharine Sim tidak memperhatikan pola rima dalam terjemahannya. Hanya 20% (baris 1 dan 3) dan 0% (baris 2 dan 4) yang mengikuti pola rima a-b-a-b yang 100% dalam BS. KatharineSim memperhatikan pola metris dalam menerjemahkan pantun ke dalam bahasa Inggris. Jumlah suku kata rata-rata dalam pantun BS adalah 9, sedangkan dalam terjemahannya rata-rata 8 suku kata. Di satu sisi, pola pemindahan metris masih mencerminkan bentuk pantun asli, tetapi di sisi lain, karena adanya pemadanan struktur dan pemindahan pola rima yang tidak mengikuti pola rima a-b-a-b, hasil terjemahan pantun Melayu ke dalam bahasa Inggris oleh Katharine Sim kehilangan “jiwa” nya dalam merasakan makna pantun.
BAHASA FIGURATIF DALAM NOVEL TERJEMAHAN BAHASA INGGRIS KE BAHASA INDONESIA (SUATU ANALISIS KESEPADANAN TERJEMAHAN) Yunie Amalia Rakhmyta
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.023 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v2i2.29

Abstract

Penelitian ini menguraikan penerjemahan kata figuratif dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia yang terdapat pada kidung dan surat-surat dalam novel Lisa See yang berjudul “Snow Flower and the Secret Fan”, strategi yang digunakan penerjemah dalam menerjemahkan kata figuratif yang terdapat di dalam novel, kesepadanan penerjemahan, dan masalah-masalah yang terdapat pada terjemahan yang tidak sepadan serta strategi yang dapat digunakan sebagai solusi untuk mencapai kesepadanan makna di tingkat leksikal pada terjemahan. Terdapat 82 data kata figuratif di dalam novel dan masing-masing kata figuratif dikelompokkan berdasarkan jenisnya menggunakan teori dari Perrine.Lalu, strategi yang digunakan penerjemah dalam menerjemahkan masing-masing jenis kata figuratif dianalisis menggunakan teori dari Larson yakni strategi dalam menerjemahkan metonimi dan sinekdoke, serta strategi dalam menerjemahkan metafora dan simile.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjemahan literal lebih sering digunakan oleh penerjemah dibandingkan strategi milik Larson, yakni sejumlah 49 dari 82 data kata figuratif. Namun, strategi-strategi yang digunakan penerjemah hanya menghasilkan 51.2% kesepadanan pada terjemahan. Masalah-masalah yang paling sering ditemukan pada ketidaksepadanan terjemahan yaitu “image” pada bahasa sumber tidak diketahui di bahasa sasaran dan jenis perbandingan yang dilakukan antara bahasa sumber dan bahasa sasaran berbeda. Sebagian besar solusi yang disarankan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut adalah dengan menggunakan strategi ketiga milik Larson dalam menerjemahkan metafora, simile, metonimi dan sinekdoke.Untuk menerjemahkan kata figuratif lainnya, yakni dengan mengganti kata figuratif pada bahasa sumber dengan kata kfiguratif yang ada di bahasa target yang memiliki makna yang setara.Strategi yang disarankan dapat digunakan untuk mencapai kesepadanan makna di tingkat leksikal karena baik makna maupun arti kiasan yang dimaksudkan dapat disampaikan dengan baik di dalam terjemahan.
Terjemahan Pantun Melayu ke Dalam Bahasa Inggris Oleh Katharine Sim: Suatu Analisis Kesepadanan Terjemahan Yunie Amalia Rakhmyta
Jurnal As-Salam Vol. 1 No. 2 (2016): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi penerjemahan, strategi pemindahan pola rima, dan strategi pemindahan pola metris pada terjemahan pantun Melayu ke dalam bahasa Inggris oleh Katharine Sim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis isi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 bait pantun cinta dalam dua bahasa yang berbeda, pantun Melayu dan terjemahannya ke dalam bahasa Inggris. Data dalam penelitian ini berupa kata, frase, atau kalimat yang terdapat dalam 10 bait pantun Melayu dan terjemahannya. Analisis data dilakukan dalam empat bagian, yaitu strategi struktural, strategi semantis, strategi pola pemindahan rima, strategi pola pemindahan metris. Dari hasil temuan menunjukkan penggunaan strategi struktural penambahan paling banyak digunakan oleh Katharine Sim (57,27%), pengurangan (2,73%), dan transposisi (40%). Strategi semantis yang digunakan Katharine Sim adalah pungutan (4,44%), padanan budaya 33,33%, analisis komponensial (20%), penyusutan (0%), perluasan (2,22%), penambahan (4,44%), penghapusan (11,11%), dan modulasi (24,44%). Katharine Sim tidak memperhatikan pola rima dalam terjemahannya. Hanya 20% (baris 1 dan 3) dan 0% (baris 2 dan 4) yang mengikuti pola rima a-b-a-b yang 100% dalam BS. KatharineSim memperhatikan pola metris dalam menerjemahkan pantun ke dalam bahasa Inggris. Jumlah suku kata rata-rata dalam pantun BS adalah 9, sedangkan dalam terjemahannya rata-rata 8 suku kata. Di satu sisi, pola pemindahan metris masih mencerminkan bentuk pantun asli, tetapi di sisi lain, karena adanya pemadanan struktur dan pemindahan pola rima yang tidak mengikuti pola rima a-b-a-b, hasil terjemahan pantun Melayu ke dalam bahasa Inggris oleh Katharine Sim kehilangan “jiwa” nya dalam merasakan makna pantun.